Advertisements

Bedah Rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 Bandung

Daop 2 Bandung jadi pemilik armada Kereta Api Bisnis (K2) terbanyak di Jawa, sebanyak 3 kereta yang terdiri dari 6 trainset. Cuma masalanya nggak full kereta api bisnis (K2) alias campuran sama kelas lainnya. 

Bedah Rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 BandungDaop 2 Bandung mungkin boleh jadi tempat yang ramah buat kereta legendaris. Di sini masih tersimpan kereta api eksekutif buatan tahun 1951 yang kita tau itu bekas kereta ABL di era Djawatan Kereta Api (DKA). Ditambah lagi buatan Gorlitz Jerman 1967, dimana kalo kita ngomong pabrikan Gorlitz nggak akan jauh-jauh dari kereta tidur Bima di masa lalu, SAGW dan SBGW. Tapi untuk K1 67 itu modifikasi dari SBGW.

Selain dua kereta api buatan Eropa, masih ada kereta-kereta buatan Jepang angkatan 60, 70 dan 80-an. Untuk kereta Jepang terbagi rata ada kereta api eksekutif (K1 64), kereta api bisnis (K2 66, 78, 82, 86), kereta api ekonomi (64.66, 70an, 80an). Untuk yang 90-an terutama 94 ke atas udah buatan PT. INKA Madiun.

Kereta Api Bisnis (K2) di Daop 2 Bandung

Nah sekarang kita akan bahas Kereta Api Bisnis (K2), sang legenda yang nggak lama lagi bakal punah dan hilang dari jagad perkeretaapian Indonesia. Memang udah lama sih Kereta Api Bisnis (K2) diwacanain pensiun total. Karena dianggap terlalu tanggung dan nyaris nggak ada beda sama kereta api ekonomi (K3). Terlebih di 2010 ketika Kereta Api Bogowonto mulai dinas.

Wacana tersebut hampir mendekati kenyataan, apalagi PT. INKA nggak produksi kereta api bisnis (K2), melainkan Kereta Api Eksekutif (K1) dan Kereta Api Ekonomi (K3). Malah untuk Kereta Api Ekonomi keluaran terbaru dikasih embel-embel Premium, kursinya mirip eksekutif, dan ada TV-nya juga (sesuatu yang nggak ada di kereta api bisnis).

Satu per satu kereta api bisnis (K2) pun menghilang dan diganti sama “Premium”. Mulai Kereta Api Senja Utama Solo terus diikutin Kereta Api Harina yang sama-sama tukar jadi stainless steel campuran K1 18 dan K3 18 Premium. 28 Agustus 2018 giliran Kereta Api Sawunggalih yang ganti kereta sekaligus meniadakan kereta api bisnis (K2).

Populasi Kereta Api Bisnis (K2) pun menurun. Walaupun demikian, untuk Daop 2 Bandung masih mencatatkan diri sebagai pemilik armada Kereta Api Bisnis (K2) terbanyak di Pulau Jawa. 3 kereta api: Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar, Kereta Api Mutiara Selatan masih punya layanan kereta api bisnis. Nah kalo diitung trainset, masing-masing ada 2 trainset, sehingga totalnya 6 trainset.

Cuma masalanya, trio Kereta Api Lodaya, kereta Api Malabar, Kereta Api Mutiara Selatan nggak full kereta api bisnis (K2). Keretanya campuran, bahkan Kereta Api Malabar multikelas (eksekutif, bisnis, ekonomi satu trainset). Makanya itu sekarang kita coba hitung per kereta, bukan trainset:

  • Kereta Api Lodaya : 1 trainset terdiri dari 4 kereta api bisnis (K2) ditambah MP2, jumlah 5 kereta. Dalam sehari ada 2 (dua) trainset Kereta Api Lodaya, jadi totalnya 10 kereta.
  • Kereta Api Malabar : 1 trainset terdiri dari 2 kereta api bisnis (K2) ditambah MP2, jadi 3 kereta. Dalam satu hari ada 2 trainset Kereta Api Malabar, jadi totalnya 6 kereta.
  • Kereta Api Mutiara Selatan : 1 trainset terdiri dari 4 kereta api bisnis (K2). Sehari ada 2 trainset jadi jumlah semua 8 kereta. Untuk MP2-nya akhir-akhir ini cuma dialokasi buat 1 trainset, sementara yang lainnya biasa pake MP3 16. Total 9 kereta.

Nah sekarang kita total semuanya jadi ada 25 kereta api bisnis (K2) di Daop 2 Bandung. Boleh jadi secara kuantitas kereta juga masuk populasi terbanyak di Jawa. Kalo dibandingin sama Kereta Api Gumarang punya Daop 1 Jakarta cuma punya 16 kereta (2×8 kereta api bisnis). Masih terpaut 9 kereta.

Daop 6 Yogyakarta 15-16 kereta untuk 2 trainset Kereta Api Fajar/Senja Utama Jogja. Daop 9 Jember 8-10 kereta untuk 2 trainset Kereta Api Mutiara Timur (termasuk MP2). Daop 3 Cirebon ada 8 kereta dari 2 trainset Kereta Api Ranggajati. Daop 4 Semarang punya 4-5 kereta yang biasa dinas di Kereta Api Ciremai Ekspres.

Kalo dirinci lagi, populasi kereta api bisnis (K2) berdasarkan Dipo di Pulau Jawa:

  • Daop 2 Bandung = 25 kereta
  • Daop 1 Jakarta = 16 kereta
  • Daop 6 Yogyakarta = 15-16 kereta
  • Daop 9 Jember = 8-10 kereta
  • Daop 3 Cirebon = 8 kereta
  • Daop 4 Semarang = 4-5 kereta.

Jadi kesimpulannya, Daop 2 Bandung masih jadi pemilik populasi Kereta Api Bisnis (K2) terbanyak di Pulau Jawa. Posisi teratas akan tetap dipegang Daop 2 Bandung jika Kereta Api Malabar ganti kereta jadi stainless steel. Tapi bisa turun ke posisi 2 kalo Kereta Api Lodaya yang ganti stainless steel. Karena sang macan punya 10 kereta. Makanya ngaruh banget.

Advertisements

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: