Beda Halte dan Stasiun Kereta Api

Beda Halte dan Stasiun kira-kira apa ya? Saat ini yang namanya halte udah sulit ditemui. Terutama di jalur utama. Nyaris semua udah jadi stasiun. Cuma kalo stasiun itu cuma ada 2 petugas, tanpa KS/PPKA, atau andalkan sinyal tok, maka sejatinya itu adalah halte.

Sebut aja Stasiun Gadobangkong (GK). Memang orang lebih familiar menyebutnya stasiun. Nggak salah sih, karena saat ini yang namanya halte itu udah jarang banget ditemui. Lebih-lebih di jalur utama.

Halte atau disebut juga stoplet alias pos pemberhentian cukup populer di zaman dulu. Terutama era Kolonial Belanda, ketika kereta api masih dioperasikan oleh Staatspoorwegen (SS) dan sejumlah perusahaan swasta Belanda. Biasanya halte itu berupa bangunan kecil.

beda halte dan stasiun

Beberapa stasiun yang kita kenal sekarang dulunya adalah halte. Salah satunya adalah Stasiun Padalarang (PDL). Jalur kereta api Jakarta – Bandung yang pertama selesai dibangun tahun 1884. Pembangunan dimulai tahun 1878 di tahap pengukuran dan pemetaan.

Adapun pembangunan stasiun dan halte mulai 25 Desember 1881 dibagi jadi 3 segmen: Buitenzorg (Bogor)-Sukabumi, Sukabumi-Cianjur, dan Cianjur-Cicalengka. Segmen pertama mulai dikerjakan 1881, lanjut kedua 1882 dan terakhir 1884.

Nah di segmen paling akhir inilah sebagian besar stasiun yang kita kenal sekarang dimulai dari halte. Selain Stasiun Padalarang (PDL), Cimahi dan Rancaekek juga masih berupa halte. Cuma Stasiun Bandung (BD) aja yang dari awal udah stasiun besar.

Padalarang sendiri mulai diupgrade jadi Stasiun tahun 1890-an. Bangunan stasiun yang ada dan kita kenal sekarang mulai beroperasi tahun 1902. Upgrade dari halte ke stasiun memang nggak bisa lepas dari pembangunan jalur Jakarta-Bandung ke-2 via Cikampek (resmi 1906).

Beda Halte dan Stasiun Dilihat dari Petugas

Seiring berkembangnya zaman dan peningkatan aktivitas perekonomian. Banyak halte yang akhirnya diupgrade jadi stasiun. Contoh nyata adalah Padalarang (PDL) tadi. Di awal masih berupa halte tapi begitu ada pembangunan jalur Cikampek-Padalarang langsung diupgrade.

Stasiun Padalarang (PDL) merupakan titik pertemuan dua jalur kereta api Jakarta-Bandung. Jalur pertama lewat Sukabumi-Cianjur atau dikenal dengan jalur Manggarai-Padalarang. Jalur kedua ialah jalur yang kita kenal sekarang, lewat Karawang-Cikampek-Purwakarta.

Namun masih ada aja bangunan halte yang tetap bertahan. Di jalur Manggarai-Padalarang misalnya. Terutama segmen Cianjur-Padalarang. Disini masih ditemukan sejumlah halte. Sebut aja Maleber, Tipar, Salajambe, dan Rajamandala.

Cuma andalkan sinyal dan PKD. Disini letak beda halte dan stasiun

Adapun di jalur utama satu-satunya halte tersisa saat ini ialah Stasiun Gadobangkong (GK). Memang lebih familiar menyebut seperti itu. Namun sejatinya ini adalah halte. Karena bisa diilihat dari jumlah petugas yang ada.

Di Gadobangkong cuma ada 2 petugas yakni bagian ticketing dan PKD. Paling sebagian aja di bagian cleaning service. Di sini nggak ada announcer. Jadi datang dan berangkatnya kereta sangat bergantung pada sinyal dan PKD. Karena itu Gadobangkong sejatinya adalah halte.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.