JR 205 Series ibaratnya Rheostatik jaman now. Memang ada kesamaan. Selain Semboyan 35, keduanya sama-sama penguasa jalur KRL Commuter Line Jabodetabek.

Mulai datang di tahun 2013 di saat KRL ekonomi mulai memasuki akhir-akhir masa dinas. JR 205 Series awalnya bukanlah penguasa jalur KRL Jabodetabek. Namun yang jadi penguasa waktu itu masih Tokyo Metro 6000 series.

Disamping KRL lawas jenis Toei 6000, Tokyu 8000/8500, Tokyo Metro 5000, Toyu Metro, TM 05 juga masih beroperasi. Hampir semuanya dinas dengan formasi 8 kereta. Karena waktu itu peron stasiun kereta api di Daop 1 Jakarta masih memuat maksimum 8 kereta.

Sebagaimana KRL Ekonomi sebelumnya juga dinas formasi 8 kereta. Cuma bedanya 2 set (1 set terdiri dari 4 kereta). Nah inilah yang buat KRL cuma bisa maksimum 8 kereta di tahun 2013 ketika JR 205 series mulai diperkenalkan.

JR 205 Series, Penguasa jalur KRL Commuter Line 1

JR 205 Series Mulai Produksi 1984

KRL ini sendiri sejatinya bukanlah tipe baru. Sebelumnya dinas di Jepang. Jadi boleh dibilang kereta bekas. Iya, sejak 2000 PT. KAI dan Dirjen KA memang gencar mendatangkan kereta bekas dari negeri sakura. Diawali dengan barisan KRL Hibah jenis Toei 6000 series.

Adapun KRL pertama yang dibeli oleh PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) –dulu bernama KRL Commuter Jabodetabek (KCJ)– ialah Tokyu 8615 Series a.k.a Jalita. Menyusul Tokyo Metro 6000 series hingga JR 205 Series.

KRL ini mulai diproduksi di Jepang tahun 1984 hingga 1994. Mulai dinas di Jepang tahun 1985. Awalnya di JR East, namun setelah JR East punya armada yang lebih baru, KRL ini banyak dioper ke perusahaan lain. Mulai sesama JR Group hingga perusahaan swasta seperti Fujikyu.

Nah PT. KCJ adalah pengguna pertama JR 205 Series di luar Jepang. Dibeli langsung dari JR East meski dalam kondisi bekas. Kini jadi penguasa jalur KRL Commuter Line. Nyaris ada di semua jalur.

Formasi Rangkaian 8 – 12 Kereta

JR 205 Series dinas dengan formasi beragam. Mulai dari 8 kereta, 10 kereta, hingga 12 kereta. Tergantung dari mana asal kereta tersebut. Trainset yang dinas 8 kereta sebelumnya dinas di Musashino Line. Sering keliatan di Loop Line Bogor-Jatinegara.

Rangkaian 10 kereta sedikit bervariasi. Ada yang bekas Saikyo Line, Yamanote Line dan Yokohama Line. Kadang rangkaian itu juga dicampur sama rangkaian lain, bahkan dibikin 12 kereta.

Sementara rangkaian dari Nambu Line awalnya 6 kereta. Kemudian dijadiin 12 kereta begitu dinas di Indonesia. Kereta-kereta tersebut tersebar luas di semua jalur. Kecuali yang 8 kereta sering dinas di Loop Line yang penumpangnya cenderung sedikit. Terutama di Jatinegara-Kampung Bandan.

JR 205 Series, Penguasa jalur KRL Commuter Line 2

Kontributor Foto

Ayyasy El Qodri (@ayyasy_railfans_indonesia)
Fahri Faturrahman (
@fahri_faturahman)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *