Posted on

Railfans dan Transportasi Umum

Selain punya hobby foto kereta api, Railfans punya satu misi yakni pengen masyarakat pindah dr kendaraan pribadi ke transportasi umum. 

Boleh jadi inilah ujian lain dari seorang Railfan. Nggak cukup dibilang kurang kerjaan atau ada kelainan seksual karena hobby foto kereta api, misi railfans yang satu ini mungkin aja bakal jadi cibiran atau bahan ejekan juga.

Continue reading Railfans dan Transportasi Umum

Advertisements
Posted on

Ketika Hobi Foto Kereta Api Dibilang Kurang Kerjaan

Gitulah pandangan sebagian orang sama Railfans yang hobi videoin atau foto kereta api. Dibilang kurang kerjaan. Padahal setiap gambar yang diambil itu berharga banget lho, malah bisa menghasilkan uang dari situ.

Banyak cara yang bisa diekspresikan buat para pecinta kereta api atau railfans. Kesukaan dan kecintaan mendalam sama yang namanya kereta api, moda transportasi darat unggulan dan favorit para traveler saat ini. Kebanyakan memang abadiin rangkaian kereta api dalam bentuk video atau foto kereta api. Lebih-lebih sekarang udah cukup modal smartphone aja.

Continue reading Ketika Hobi Foto Kereta Api Dibilang Kurang Kerjaan

Posted on

Kereta Api Lebih Berwarna Sebelum Livery Seledang Pecut

Meski dianggap elegan ternyata livery selendang pecut dinilai nggak lebih baik daripada livery lama yang menjadikan kereta api lebih berwarna.

Diakui memang iya, dulu rangkaian kereta api sangat berwarna. Ngebedainnya pun gampang. Warna abu-abu stripping ombak jadi trademark-nya kelas eksekutif, khususnya eksekutif argo. Warna biru jadi punya kelas bisnis dan eksekutif satwa. Adapun kelas ekonomi dengan fresh orange-nya, bahkan ada satu yang kombinasi hijau muda sampe disebut “nutrisari”

Continue reading Kereta Api Lebih Berwarna Sebelum Livery Seledang Pecut

Posted on

Jalur Kereta Api Mati di Jakarta (1): Manggarai-Jakarta Kota Bawah

Tanpa kita sadari ternyata ada beberapa jalur kereta api mati di Jakarta, salah satunya antara Stasiun Manggarai dan Stasiun Jakarta Kota (bawah) yang mati setelah ada jalur layang. Sisakan bekas jembatan di depan Masjid Istiqlal.

Jalur kereta api mati alias rel mati mulai ada sejak zaman penjajahan Jepang tahun 1942-1945. Di era itu beberapa jalur terutama peninggalan perusahaan kereta api swasta Belanda banyak yang ditutup.

Relnya dicabut dan dipindah ke tempat lain misalnya di jalur Maos-Purwokerto Timur punya SDS relnya dipindahin ke Kachanaburi Thailand sama jalur Rancaekek-Tanjungsari punya SS dibawa ke Bayah buat dibikin jalur kereta api baru di sana, menghubungkan Saketi-Bayah.

Continue reading Jalur Kereta Api Mati di Jakarta (1): Manggarai-Jakarta Kota Bawah

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12

Bukan KRL Rheostatik atau KRD MCW 301, ternyata kereta Jepang di Indonesia yang pertama Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12 didatengin di masa penjajahan Dai Nippon untuk didinasin di Surabaya. Sayang nggak satupun yang tersisa.

Kebanyakan memang taunya kereta Jepang di Indonesia pertama kali ada tahun 1976 dimana pemerintah Orde Baru lewat Kementerian Perhubungan waktu itu datangin KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 sama KRD Shinko MCW 301 dari Jepang untuk modernisasi armada kereta api lokal perkotaan.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12