Posted on

Beda Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede (JB 250)

Nggak puas mengkhayal Kereta Api Bukit Serelo bablas Bandung dan Kereta Api Cisadane dipaksa lahir kembali, si bocah juga menyebut Kereta Api Argo Parahyangan sebagai Kereta Api Argo Gede (JB 250). Padahal JB 250 selalu Full K1 Argo dan belum pernah bawa K2 apalagi K3. 

Mengkhayalah sampe kamu puas, tapi jangan bawa-bawa khayalanmu ke dunia nyata karena bisa nyusahin orang lain. Seolah nggak pernah puas berada di dunia khayalan ketika bocah yang mengaku Railfans itu bikin Kereta Api Bukit Serelo Bablas sampe ke Bandung. Entah dijadiin kereta amphibi, berkhayal ada kapal ferry pengangkut kereta api, atau ada Jembatan Selat Sunda (JSS). Pokoknya Kereta Api Bukit Serelo dibikin nyasar ke Bandung.

Padahal Kereta Api Bukit Serelo itu kereta ekonomi (K3) punya Divre III Sumatera Selatan dan Lampung. Dinas di Provinsi Sumatera Selatan melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuklinggau (LLG). Kecuali satu stasiun, Stasiun Kotapadang, ada di Provinsi Bengkulu. Harga tiketnya Rp 35.000,00 dan lama perjalanan kurang lebih 7-8 jam.

Sementara khayalannya yang lain ialah Kereta Api Cisadane yang telah lama pensiun baik sebagai Kereta Api Jarak Jauh maupun KRL Ekspres. Untuk membawa khayalannya ke dunia nyata, si bocah sampe tega “memperkosa” kereta api Patas Bandung Raya, memaksanya jadi Kereta Api Cisadane Ekspres.

Continue reading Beda Kereta Api Argo Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede (JB 250)

Advertisements
Posted on

Kereta Api Patas Bandung Raya Jadi Kereta Api Cisadane Ekspres?

Ternyata bukan cuma Kereta Api Bukit Serelo yang dibikin nyasar ke Bandung, Kereta Api Patas Bandung Raya juga dijadiin Kereta Api Cisadane Ekspres. Padahal Kereta Api Cisadane (Kiaracondong-Madiun) maupun KRL Cisadane Ekspres (Manggarai-Tangerang) sama-sama udah pensiun. 

Entah apa yang ada di benak bocah yang satu ini. Bukan cuma bikin Kereta Api Bukit Serelo seolah-olah jadi kereta amphibi menyeberangi Selat Sunda untuk dinas di Bandung sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya. Kali ini giliran Kereta Api Patas Bandung Raya disebutnya sebagai Kereta Api Cisadane Ekspres.

Seolah menimbulkan pertanyaan besar. Dulu di tahun 1990-an atau eranya Perumka memang pernah ada kereta ekonomi yang namanya Kereta Api Cisadane. Awalnya melayani rute Bandung-Jogja. Nggak begitu jelas kapan kereta api Cisadane mulai dinas, tapi kelihatannya lebih dulu daripada Kereta Api Lodaya (11 Maret 1992).

Continue reading Kereta Api Patas Bandung Raya Jadi Kereta Api Cisadane Ekspres?

Posted on

Hah, Kereta Api Bukit Serelo Nyasar Ke Bandung?!

Sejatinya Kereta Api Bukit Serelo melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuk Linggau (LLG) dibawah Divre 3 Sumatera Selatan dan Lampung. Tapi kelakuan seorang yang mengaku Railfans ini malah bikin ngakak, karena menyebut Kereta Api Lokal Bandung Raya sebagai Kereta Api Bukit Serelo. 

Ada-ada saja kelakuan bocah yang satu ini. Mengaku sebagai railfans atau pecinta kereta api tapi kok kaya nggak ngerti nama dan rute kereta api. Masih mending begitu, lha ini ngakunya juga jadi ketua salah satu komunitas Railfans di Bandung, udah itu belagak seperti seorang master pula, bikin video sok bikin narasi lisan tapi content-nya itu lho ngawur.

Contoh kasus ini, kok bisa-bisanya ngasih nama Kereta Api Bukit Serelo ke Kereta Api Lokal Bandung Raya? Padahal jelas-jelas Kereta Api Bukit Serelo dinas dibawah Divre III Sumatera Selatan dan Lampung, melayani rute Kertapati (KPT)-Lubuklinggau (LLG). Sementara Kereta Api Lokal Bandung Raya kita semua tau kereta komuter andalan urang Bandung. Kalopun ada nama lain paling orang nyebutnya KRD, karena dulu rangkaiannnya pake KRD.

Continue reading Hah, Kereta Api Bukit Serelo Nyasar Ke Bandung?!

Posted on

Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Pake Rel Tipe R54

Reaktivasi jalur kereta api Bandung Cianjur mulai tahap pergantian rel dari tipe lama ke tipe baru, R54, guna mendukung lokomotif sekelas CC201 hingga CC206. 

Reaktivasi jalur kereta api Bandung-Cianjur semakin menemui titik terang. Bantalan beton mulai ada di sejumlah titik. Ya salah satu jalur kereta api tertua di Indonesia ini tengah bersiap untuk kembali dilewatin kereta api setelah kereta api terakhir lewat sini sekitar tahun 2012-2013, Kereta Api Argo Peuyeum (Padalarang-Cianjur).

Kereta Api Argo Peuyeum berhenti dinas selain karena okupasi nggak sesuai harapan, terutama setelah upgrade jadi kereta api bisnis Rp 10.000,00, juga karena alasan teknis. Ketiadaan armada lokomotif BB301 dan BB304 salah satunya. Padahal cuma lokomotif buatan Jerman ini yang bisa melewati jalur kereta api Bandung-Cianjur. Tipe rel yang masih jadul ditambah adanya jalur ekstreme bikin lokomotif CC sulit lewat sini.

Continue reading Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Pake Rel Tipe R54

Posted on

Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Mulai Tahap Pergantian Rel

Jalur kereta api Bandung-Cianjur yang non aktif selama 6 tahun kini mulai masuk tahap pergantian rel. Kalo tak ada halangan inSyaaAlloh 2019 jalur eksotis ini aktif lagi. 

Entah efek Gubernur baru atau gimana, reaktivasi dan revitalisasi jalur kereta api Bandung-Cianjur mulai menunjukkan titik terang. Kalo sebelumnya terkesan adem ayem meski udah sering ada kereta ukur dan lori inspeksi mondar mandiri disitu, sekarang malah udah mulai siap-siap penggantian rel berikut bantalannya.

Salah satu kendala jalur kereta api Bandung-Cianjur memang ada di infrastruktur, selain keberadaan jalur ekstrem Cipatat. Rel yang dipake masih tipe lama, belum bisa mengakomodasi lokomotif sekelas CC 206, bahkan CC 201 aja nggak bisa lewat disitu. Rel cuma bisa mendukung lokomotif BB301 dan BB304. Itu juga nggak bisa bawa lebih dari 2 kereta karena jalur ekstreme di Cipatat.

Continue reading Jalur Kereta Api Bandung Cianjur Mulai Tahap Pergantian Rel