Argo Peuyeum Terakhir di Stasiun Tagog Apu

Argo Peuyeum adalah nama tak resmi dari KA Lokal Cianjuran. Satu-satunya kereta api yang melintas di Stasiun Tagog Apu sampai sebelum Lebaran 2012. Sayang karena lokomotif terkendala suku cadang lokalan unik ini harus pensiun.

Asa nggak afdhol kalo ngebahas Stasiun Tagog Apu (TAU) panjang lebar tapi yang satu ini dilewatin. Padahal ini satu-satunya kereta reguler yang dinas di jalur legendaris di masanya. Stamformasinya pun terbilang unik.

Hanya terdiri dari dua kereta ditarik lokomotif tua BB 301/304. Biasanya loko tersebut dipake sebatas langsir. Tapi di sini benar-benar diandalin buat dinas reguler. Memang dulu sempat langganan dibawa kereta unggulan sebelum tergantikan CC 201 hingga CC 203.

Argo Peuyeum Eksis Dari Tahun 1990-an

Nggak jelas kapan kereta api Argo Peuyeum mulai dinas melayani penumpang. Dulu jalur kereta api Manggarai-Padalarang, terutama di ruas Sukabumi-Padalarang memang pernah berjaya. Tersedia angkutan penumpang maupun barang di sana.

Untuk Tagog Apu sendiri pernah ada angkutan khusus kapur. Secara stasiunnya pernah punya 3 jalur. Dimana satu jalur terhubung langsung ke Pabrik Kapur yang posisinya nggak jauh dari situ. Namun seiring waktu kejayaan jalur legendaris ini pelan-pelan mulai memudar.

Popularitasnya kalah sama jalur Bandung-Jakarta yang sekarang via Purwakarta. Jalur yang melewati Terowongan Sasaksaat dan Jembatan Cikubang itu merupakan jalur utama padat lalulintas kereta api penumpang dan barang.

Terutama setelah Indonesia Merdeka, dari Bandung dan Jakarta maupun sebaliknya udah sangat jarang bahkan nggak lagi lewat jalur pertama. Dengan kata lain nggak lagi populer. Selain waktu tempuhnya lebih lama daripada jalur sekarang yang sekitar 3-4 jam.

Nah Kereta Api Argo Peuyeum di zaman Perumka sebetulnya udah dinas. Dulu rutenya Bandung – Sukabumi PP. Formasinya sama dua rangkaian kereta ekonomi (K3) ditarik lokomotif BB 301/304. Meskipun belakangan stasiun keberangkatannya digeser ke Ciroyom (CIR).

Argo Peuyeum menunggu berangkat dari Stasiun CIroyom (CIR)
Kereta Api Argo Peuyeum udah dinas sejak 1990-an atau era Perumka. Semula rutenya Bandung-Sukabumi. Terus keberangkatannya digeser ke Stasiun Ciroyom (CIR). Musibah runtuhnya terowongan Lampegan (2001) membuat kereta ini diperpendek jadi hanya sampai Lampegan (LP) kemudian Cianjur (CJ). Sebelum pensiun rutenya dipangkas lagi jadi Padalarang-Cianjur PP.
(Foto: Purakrisna, Wikipedia)

Di tahun 2001 terjadi bencana yang mengakibatkan runtuhnya Terowongan Lampegan. Dampaknya perjalanan kereta nggak lagi sampe ke Sukabumi. Tapi dipotong jadi cuma sampe Lampegan (LP). Stasiun yang berada tepat sebelum masuk terowongan Lampegan.

Malah di era PT. KAI diperpendek lagi jadi cuma nyampe Stasiun Cianjur (CJ) hingga akhirnya jadi Padalarang-Cianjur sampe Pensiun di pertengahan tahun 2012.

Terakhir Pertengahan 2012

Bila awal beroperasi belum diketahui secara pasti. Akhir masa dinas KA Lokal Cianjuran justru bisa diketahui yakni pertengahan 2012. Bertepatan dengan masa angkutan Lebaran di tahun itu. Berhentinya Argo Peuyeum melayani pelanggan karena kendala teknis.

Argo Peuyeum sempat upgrade jadi kereta bisnis (K2) sebelum pensiun
Sebelum pensiun menjelang Lebaran 2012, Kereta Api Argo Peuyeum (Lokal Cianjuran) sempat upgrade jadi kereta bisnis (K2). Kelangkaan armada sekaligus suku cadang menjadikan kereta ini harus pensiun. [Foto: Budi Nurdiansyah, Wikipedia]

Armada yang diandalkan cuma loko uzur jenis BB 301/304. Ditambah lagi formasi cuma dua kereta. Lokomotif tersebut biasa dipake buat keperluan langsiran di stasiun. Suku cadangnya juga langka.

Tapi mau digimanain lagi. Cuma itu yang bisa menaklukkan lintasan ekstrem di petak Tagog Apu – Cipatat. Jauh lebih ekstrem daripada di Priangan Timur. Sangat rawan anjlokan dan longsor. Makanya ketika terkendala teknis otomatis perka pun batal.

Argo Peuyeum berhenti dinas, otomatis Stasiun Tagog Apu (TAU) ditutup. Pasalnya hanya itu satu-satunya kereta reguler yang singgah di stasiun tersebut.

Advertisements

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.