Posted on

Akhir Hayat Stasiun Buaran (BUA) Lama

Fix mulai 9 November 2018 Stasiun Buaran (BUA) lama tak lagi melayani aktivitas penumpang. Semuanya pindah ke Stasiun Buaran (BUA) yang baru 200 meter sebelah barat. Posisi gedung baru jauh lebih strategis. 

Daop 1 Jakarta nggak lama lagi bakal punya stasiun non-aktif di jalur padat, apalagi kalo bukan Stasiun Buaran (BUA) lama. Stasiun yang dibangun awal tahun 1990-an ini memang tinggal tunggu waktu buat jadi stasiun mati alias non-aktif dan bernasib sama kaya Stasiun Rawabebek (RWB) yang kini rata dengan tanah.

Pembangunan jalur dwiganda atau jalur DDT Manggarai-Cikarang jadi penyebab semua stasiun yang ada di jalur Cikarang atau Blue Line ini harus mengalami re-design agar sesuai.

Sejumlah stasiun di Blue Line mulai menyesuaikan diri. Stasiun Cakung (CUK) dan Stasiun Klender (KLD) kini mulai pake gedung baru. Stasiun lainnya masih dalam proses. Semuanya tetap dalam posisi sama, hanya bangunannya aja diperbarui dan disesuaikan.

akhir-hayat-stasiun-buaran-bua-lama-3

Namun ini nggak berlaku buat Stasiun Buaran (BUA). Karena posisinya kurang strategis dan mendukung integrasi antar moda, posisi stasiun pun digeser 200 meter arah barat dimana posisi baru itu lebih mendukung karena dekat sama Halte Fly Over Raden Inten (Transjakarta).

Stasiun Buaran (BUA) baru juga dekat sama Buaran Plaza, sejumlah tempat kuliner di sekitarnya, dan lebih dekat ke Kawasan Industri Pulogadung sehingga bisa menyasar para pekerja di sana. Selama ini pekerja di sana selalu mengandalkan Stasiun Klender (KLD) sebagai titik terdekat.

Karena itulah dibangun gedung baru di sana dan sekarang udah kelar. Beresnya proses pembangunan Stasiun Buaran (BUA) baru jelas berdampak ke bangunan lama. Hingga tulisan ini dibuat, aktivitas penumpang memang masih di Stasiun Buaran (BUA) lama, cuma tinggal hitung mundur aja karena 9 November semua pindah ke gedung baru.

akhir-hayat-stasiun-buaran-bua-lama-2

Stasiun Buaran (BUA) Lama Unsafety?

Kalo diliat dari design-nya, Stasiun Buaran (BUA) yang lama memang udah sangat kuno. Peron dan loket semua jadi satu belum lagi mobilitas warga di sekitaran. Di situ juga ada semacam perlintasan manual yang dijaga sama PKD Stasiun Buaran (BUA) lama.

Dulu waktu stasiun belum sepenuhnya steril, Stasiun Buaran (BUA) lama punya dua akses masuk, yakni sebelah barat dekat Perumahan Jatinegara Baru dan akses timur yang sekarang jadi akses utama. Tapi semuanya sekarang terpusat di timur sehingga akses barat tak lagi ada yang jaga.

Makanya pernah ada beberapa kali kejadian orang nyeberang tertemper kereta api, entah itu KRL Commuter Line atau Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ). KRL Commuter Line memang berhenti di sini, tapi Kereta Api Jatiluhur, Kereta Api Walahar Ekspres dan KAJJ semuanya berjalan langsung dengan kecepatan lumayan ngebut.

Karena itu Stasiun Buaran (BUA) lama jelas-jelas unsafety alias nggak aman. Udah pernah ada kejadian orang tertemper, nggak sekali atau dua kali, pastinya harus ada evaluasi. Pemindahan ke lokasi baru udah sangat tepat dan bangunannya selain modern juga lebih safety.

akhir-hayat-stasiun-buaran-bua-lama-4

Stasiun Buaran (BUA) Lama Terancam Dirobohkan.

Apakah setelah 9 November 2018 Stasiun Buaran (BUA) Lama masih ada? Ditutup iya karena semua aktivitasnya pindah ke stasiun baru. Secara fisik bangunannya masih ada tapi jadi stasiun mati atau stasiun non-aktif. Kalo udah begitu menyeberang di lokasi tersebut nggak lagi aman.

Bisa jadi setelah stasiun lama non-aktif tinggal menunggu waktu buat dirobohkan. Sekarang aja keliatan bagian bawah peron mulai bolong-bolong dan terkesan dibiarkan. Ini kan kode keras bakalan senasib sama Stasiun Rawabebek (RWB). Kapan stasiun ini diratakan kita nggak tau, tapi selagi ada bagusnya sih diabadikan.

Kalo diabadikan pas tanggal 9 November 2018 jelas harus agak hati-hati karena udah hampir pasti kereta api bakal ngebut kalo lewat sini. Mau KRL Commuter Line apalagi Lokalan sama KAJJ.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.