Posted on Leave a comment

Akankah Kereta Api Lodaya Terjangkiti Demam Stainless Steel?

Satu per satu rangkaian kereta api bakal diembat sama stainless steel, secara trainsetnya masih produksi sampe tahun 2019. Boleh jadi soon or later Kereta Api Lodaya bakal terjangkiti demam stainless steel. 

Awal 2018, PT.INKA perkenalkan trainset terbaru yang beda dari versi sebelumnya, yakni kereta stainless steel INKA, kereta api berbody stainless steel. Jelas ini merupakan inovasi baru karena body stainless steel biasanya lebih tahan lama daripada mild steel yang sekarang banyak dipake kereta api Indonesia, termasuk Kereta Api Lodaya.

Terutama di Daop 2 Bandung yang iklimnya lembab, kereta api berbody mild steel seringkali gampang ngelotok dan cenderung kurang awet. Ambil contoh K3 17 yang biasa dinas Kereta Api Argo Parahyangan Premium itu udah ada beberapa retakan akibat kelembaban itu. Coba bayangin mulai dinas jam 04.00 WIB terus nyampe Jakarta yang cuacanya panas, udah itu balik lagi ke Bandung, dan seterusnya sampe bermalam di Dipo Kereta Api Bandung.

Belum lagi kereta-kereta tua yang bagian atasnya keliatan kaya bulukan atau ngelotok. Disitulah kekurangan body mild steel, sehingga PT.INKA Madiun bikin terobosan trainset berbody Stainless Steel yang sekilas tampilannya mirip sama kereta Amtrax di Amerika sana, warna silver. Kecuali Sleeper Train warnanya gold.

Satu Per Satu Mulai Diganti Stainless Steel.

Kereta Stainless Steel INKA pertama kali didinasin buat PLB Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan untuk trainset K1 atau Eksekutif. Nggak lama berselang giliran Kereta Api Taksaka dan Kereta Api Turangga yang kebagian trainset K1 18 tersebut. Sementara Kereta Api Tawang Jaya Premium yang semula pake K3 17 ikutan diganti K3 18 berbody Stainless Steel.

Menjelang Lebaran 2018, gilirannya Kereta Api Senja Utama Solo dapat kehormatan sebagai yang pertama kebagian kereta stainless steel INKA mixed class atau gabungan K1 18 dan K3 18. Nyaris bersamaan Kereta Api Argo Wilis juga dapat alokasi K1 18 Stainless Steel. Bahkan trainset yang dipake Kereta Api Argo Wilis kini udah jadi milik Dipo Kereta Api Bandung, menggeser K3 17 sebagai kereta termuda di sini.

Kalo menurut versi PT.KAI semua trainset yang udah uzur dan bulukan secara bertahap bakal diganti sama kereta stainless steel INKA. Kebetulan rata-rata trainset yang digantiin itu udah pada tua, butut, bahkan bulukan. Nggak jarang dikomplain sama pelanggan. Kecuali K3 17-nya Tawang Jaya Premium yang dimutasi ke Pulau Sumatera.

Kereta Api Lodaya Tunggu Giliran

Nah sekarang gimana nasib kereta api Lodaya? So far masih tetap setia pake trainset mild steel, kebetulan K1-nya pake bekas Gajayana (K1 09), salah satu trainset K1 terbaik yang pernah ada di Indonesia. Meski kadang masih aja bawa K1 lawas, tergantung mana yang siap operasi (SO).

Kereta Api Lodaya juga masih tetap setia dengan layanan kereta api bisnis-nya. Padahal kita tau populasi kereta api bisnis semakin hari semakin menurun dan mendekati kepunahan. Rangkaiannya seolah dibiarin makin uzur, kalopun ada peremajaan cuma sebatas Perawatan Akhir (PA) dan saloniasi aja. Bukan diganti sama yang lebih baru.

Kereta Api bisnis, termasuk yang dibawa Kereta Api Lodaya, nggak satupun yang diproduksi PT.INKA Madiun, melainkan buatan Nippon Sharyo Jepang tahun 1970-1980an. Sebaliknya PT.INKA Madiun malah lebih banyak produksi kereta api eksekutif dan kereta api ekonomi (termasuk Premium). Untuk trainset K1 09 punya Kereta Api Lodaya kebetulan buatan PT.INKA Madiun.

Secara umum, trainset yang sekarang dipake Kereta Api Lodaya masih bagus. Cuma kalo udah banyak dikomplain sama pelanggan setianya, termasuk juga penggemarnya, tinggal tunggu giliran sang macan bakal berubah jadi “kaleng” sebagaimana saudara tuanya, Kereta Api Senja Utama Solo.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.