About Me

Berawal dari blog pribadi yang dibikin karena kecintaan admin sama sebuah rangkaian kereta api dari Bandung ke Bumi Mataram, Kereta Api Lodaya. Sekarang pun sebetulnya masih blog pribadi, cuma ada “topping”-nya yaitu railshop dan holiday

Pasti kamu pada penasaran kan kenapa blog ini namanya Lodaya Bandung? Apa yang jadi latar belakang mimin ngasih nama itu? Meski sekarang udah ditambahin semacam “online shop” buat kamu yang pengen belanja online pernak-pernik seputar kereta api. Dan yang mungkin lebih penasaran lagi, siapa sih dibalik layar blog ini? Alias sosok admin-nya? Oke kita bahas satu per satu ya ….

Why Lodaya ?

Semua berangkat dari tahun 2015, kala itu pertama kalinya admin keluar dari zona nyaman setelah lebih dari belasan tahun kembali menginjakkan kaki di Bumi Mataram (Jogja) dalam rangka menghadiri sebuah acara keagamaan di Masjid Agung Manunggal Bantul selama 3 hari 2 malam. Acara itu memang udah jadi semacam agenda rutin tahunan. Kebetulan Kereta Api Lodaya mengantar admin ke Jogja waktu itu.

Dari situ muncullah kecintaan sama Kereta Api Lodaya, walaupun sebelumnya juga udah sering gembar-gemborin sepur yang dulu bernama Senja Mataram (berangkat sore) dan Fajar Pajajaran (pagi) ini. Cuma sayang belum ngerasain langsung dan masih sebatas lewat foto dan ulasan yang tersebar luas di jagad maya. Dan begitu dikasih kesempatan jumpa langsung sama sang idola, gimana nggak sumringah.

Di bulan Juni 2015 itu admin berangkat dari Stasiun Bandung menuju Stasiun Tugu Jogjakarta, bersama seorang kawan yang tinggal di Cileunyi. Duduk di kelas bisnis, ya memang sih budget-nya cuma ada buat kelas bisnis dan rada males gitu ya naik eksekutif. Kalo persoalannya cuma AC-doang sih, jangankan bisnis, ekonomi juga jadi. Tapi waktu itu pengennya naik kereta ekspres bukan ekonomi, dipilihlah Kereta Api Lodaya.

Pulang dari Jogja ke Bandung juga naik Kereta Api Lodaya, tapi keberangkatan pagi di hari Senin. Disitu admin begitu menikmati pemandangan sepanjang perjalanan pulang kembali ke Bandung. Benar apa yang diomongin sama orang. Jalur selatan Jawa Barat punya pemandangan sangat indah. Cuma sayangnya, kala itu diwarnai sedikit penyesalan. Lho kok?

Iya, karena booking tiket Lodaya untuk balik pagi ke Bandung lebih karena panic buying. Singkat cerita, admin tadinya pengen pulang naik kereta malam di hari Senin karena mau menikmati Jogja setelah belasan tahun belum lagi ke sana (pertama kali ke Jogja tahun 1999 dan baru 2015 balik lagi). Tapi karena penginapannya tak sesuai harapan jadilah diliputi rasa panik. Akhirnya buru-buru pulang ke Bandung.

Alhamdulillah, setahun berselang, Alloh Ta’ala atas segala rahmat dan karunia-Nya memudahkan admin kembali ke Jogja. Lagi-lagi naik Kereta Api Lodaya. Bahkan di 2016 sebanyak 2 kali. Sebelum Ramadhan karena ada urusan bisnis dan sesudah Ramadhan untuk (lagi) menghadiri Daurah Nasional AsySyariah di Masjid Agung Manunggal Bantul. Meski berangkatnya naik Kereta Api Kutojaya Selatan, nyambung Prameks.

So, udah 5 kali naik Kereta Api Lodaya, makin dalamlah kecintaan admin. Waktu itu admin kan masih ngurusin Manglayang Tour. Punya ide buat bikin semacam Newsletter dikasih nama Lodaya. Tapi rencana itu mentah, sampe akhirnya di bulan Juni 2016 barulah terealsiasi dalam wujud Lodaya Bandung.

Formatnya nggak lagi Newsletter, tapi blog, pribadi sih. Meski pribadi, admin juga jualan tiket kereta api online di sini sebagai afiliasi-nya PegiPegi.Com –sodaranya Traveloka. Seiring waktu, Lodaya Bandung terus tumbuh, bahkan berhasil menyingkirkan Manglayang Tour dan sekarang Manglayang Tour telah resmi dibubarkan. Admin sendiri yang bubarin, biar fokus aja sama satu nama yaitu Lodaya Bandung.

Booking Tiket Kereta Api (benar-benar) Real Time Online

Sebenarnya sih zaman Manglayang Tour udah pernah. Tapi sayang banget sistemnya sering ngadat. Nggak jarang pelanggan pada pergi karena gagal bayar, entah itu transfer atau kartu kredit. Akhirnya mau nggak mau admin harus balik ke cara tradisional yakni offline atau manual. Cara kaya gini jelas ngerepotin banget. Waktu istirahat jelas terganggu, karena nggak jarang ada SMS/WA bahkan telepon masuk lewat tengah malam.

Kehadiran Lodaya Bandung di bulan Juni 2016 mengeliminasi semua itu. Karena ngegandeng salah satu OTA ternama, sebagai afiliasi, sistem pembayarannya benar-benar beda sama sebelumnya. Disini semua online. Mulai booking sampe bayar. Pilihannya pun beragam. Mau pake transfer seperti biasa, transfer ke Virtual Account BCA, Internet Banking BCA, sampe Kartu Kredit.

Transfernya pun nggak lagi ke rekening admin, tapi langsung ke OTA-nya. Jadi begitu booking selesai terus bayar dan InSyaaAlloh langsung deh keluar kode booking lantas kamu bisa cetak Boarding Pass mulai H-7 keberangkatan. Inilah Booking Tiket Kereta Api (benar-benar) Real Time Online. Tak ada keterlibatan admin sedikit pun, sehingga adminnya bisa lebih fokus ngurusin blog ini.

Channel YouTube dan Railshop Lodaya Bandung

Nggak kerasa udah 2018 nih, di tahun yang baru ini alhamdulillah admin mengaktifkan channel YouTube Lodaya Bandung. Di channel itu berisi video-video seputar kereta api. Sekedar hasil huntingan kereta api di PJL, sekitaran stasiun atau lokasi lainnya yang punya spot lumayan bagus. Juga trip report naik kereta api. Nah trip report ini hitung-hitung sekalian promosi ke kamu juga lho.

Tujuannya supaya kamu punya bayangan kaya apa sih kereta api yang bakal kamu naikin pas waktunya traveling nanti. InSyaaAlloh itu bisa kamu lihat langsung di video trip report yang ada di Channel YouTube Lodaya Bandung.

Selain itu, admin juga resmi membuka Railshop Lodaya Bandung yang jualan pernak-pernik Kereta Api mulai kaos, jaket, gantungan kunci, sampe stiker cutting. Nah, InSyaaAlloh transaksi di Railshop Lodaya Bandung ini juga nantinya bakalan real-time online dan meminimalisir (bahkan bila perlu meniadakan) keterlibatan admin. Biar adminnya punya waktu istirahat.

Sosok dibalik Lodaya Bandung

Ini yang ditunggu-tunggu sama kamu, apalagi kalo bukan sosok dibalik Lodaya Bandung. Cuma satu orang kok dan nggak ada staff sama sekali. Cuma satu admin yang ngendaliin blog ini. Dialah Raditya Lodaya (bukan nama asli sih). Lahir di Bandung, 3 April 1984, asli urang Bandung tapi dibawa merantau ke Jakarta sama ortu di tahun 1986 karena abah kerja di Jakarta.

Pendidikan yang ditempuh admin semuanya di ibukota, mulai dari SD sampe SMA. Kuliah juga nggak jauh-jauh dari Ibukota. Ambil program Diploma 3 Akuntansi di FEUI Depok (sekarang FEB UI). Begitupun waktu ambil S1 di Fakultas Ekonomi dan Manajemen (FEM) IPB, di departemen Manajemen.

Pernah kerja jadi Customer Service & Admin di perusahaan jasa konsultasi kesehatan, staff PPIC di Pabrik Biodiesel, jadi HRD di konsultan proyek, dan terakhir sebagai tenaga pemasaran di sebuah perusahaan asuransi ternama yang punya slogan “selalu mendengar dan memahami” (pasti kamu bisa nebak lah), sebelum mulai usaha sendiri sampe sekarang punya Lodaya Bandung.

Ya ini perkenalan singkat aja ya, nggak kenal maka nggak sayang, bener apa bener? hehehe…. selain blog ini kamu juga bisa follow account Instagram admin di sini “radityabdg0484”

Advertisements