Posted on Leave a comment

73 Tahun Kereta Api Indonesia, Menuju Backbone Transportasi Nasional

73-tahun-kereta-api-indonesia-menuju-backbone-transportasi-nasional

Hari ini, 28 September 2018, Kereta Api Indonesia genap berusia 73 tahun. Kereta Api Indonesia kini jauh lebih baik tapi namanya continous improvement tetap harus berjalan. Di sini lain kereta api kini lagi menapaki langkah menuju backbone transportasi nasional. 

Kereta Api Indonesia sebenarnya punya sejarah panjang. Walaupun yang namanya kereta api udah ada dan jadi transportasi sejak era kolonial, sejarah perkeretaapian Indonesia ternyata baru dimulai 28 September 1945 dimana moda transportasi massal berbasis rel ini mulai dikelola putra putri Indonesia lewat Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI).

 photo 73 tahun kereta api indonesia menuju backbone transportasi nasional_zpsnem3ilax.jpg

Sejarah kereta api Indonesia diimulai beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945 pemuda Indonesia mengambil alih stasiun dan kantor kereta api yang dikuasai Jepang. Puncaknya 28 September 1945 kantor pusat kereta api Indonesia di Bandung diambil alih. Disinilah DKARI berdiri.

Sayang nggak lama berselang Belanda kembali datang ke Indonesia untuk mencoba menjajah kembali dengan membonceng tentara sekutu. Disini mereka coba mengembalikan Staatspoorwagen (SS) dan Verenidge Spoorwagen (VS), gabungan perusahaan kereta api swasta Belanda kecuali DSM (Deli Spoorweg Maatschappij).

Berdasarkan perundingan KMB di Den Haag Belanda, 1949, dilaksanakan pengambilalihan aset-aset milik pemerintah Hindia Belanda (NICA), salah satunya penggabungan DKARI dan SS/VS jadi Djawatan Kereta Api (DKA) tahun 1950. 25 Mei DKA jadi Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA), lanjut Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) tahun 1971. Untuk meningkatkan jasa angkutan tahun 1991 PJKA berubah jadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka).

7 tahun berselang, 1998, Perumka berubah jadi perseroan terbatas yakni PT. Kereta Api dan pada 2011 PT. Kereta Api jadi PT. Kereta Api Indonesia (Persero) dengan logo baru. Jadi itulah sejarah Kereta Api Indonesia secara singkat yang dimulai setelah pengelolaan moda transportasi berbasis rel ini beralih ke tangan para pemuda Indonesia seiring kemerdekaan Indonesia.

73-tahun-kereta-api-indonesia-menuju-backbone-transportasi-nasional

Langkah Menuju Backbone Transportasi Nasional, diantaranya reaktivasi Jalur Mati

Di usianya ke 73 tahun boleh jadi inilah moment Kereta Api Indonesia melangkah menuju Backbone Transportasi Nasional, yaitu kereta api sebagai moda transportasi utama di Indonesia. Saat ini kereta api memang masih terbatas di Pulau Jawa dan Sumatera. Itu juga yang nyambung ujung ke ujung cuma di Pulau Jawa.

Sumatera belum, relnya baru dari Aceh ke Sumatera Utara, itupun sebagian kecil aja. Terus ada lagi Lampung-Sumatera Selatan-Bengkulu, ini juga cuma satu stasiun yang ada di Provinsi Bengkulu, Stasiun Kotapadang. Gimana dengan Sumatera Barat? Bukannya ada jaringan kereta api, iya ada tapi belum tersambung dan masih terisolir.

Kondisi geografis masih jadi kendala. Di Sumatera Barat banyak jalur bergerigi dan nggak satu pun lokomotif yang ada sekarang bisa dinas disitu. Memang ada BB 204 buatan SLM Swiss, tapi udah nggak bisa diandalin lagi karena faktor usia dan kelangkaan suku cadang. Satu-satunya solusi ialah meminta PT. INKA produksi lokomotif yang khusus jalur bergerigi. Secara PT. INKA sendiri udah produksi lokomotif Diesel Hidrolik, CC300, Kemenhub.

Meski demikian kita tetap optimis Pulau Sumatera nantinya bakal tersambung rel kereta api dari Aceh sampe ke Lampung, sebagaimana di Pulau Jawa dari Merak ke Banyuwangi.

Daerah yang sebelumnya nggak ada kereta api juga bakal dibangun jalur kereta api kaya di Sulawesi yang sekarang udah selesai dan siap operasi yakni jalur Makasar-Pare Pare. Di Kalimantan juga mau dibangun sampe ke Perbatasan Malaysia. Terus ada lagi di Pulau Bali, bahkan Papua juga bakal punya jalur kereta api. Dibangunnya jalur-jalur baru di pulau-pulau tersebut juga buat pemerataan pembangunan yang nggak lagi Jawa Sentris.

Selain rencana pembangunan jalur kereta api di luar Jawa, sejumlah jalur mati atau jalur kereta api non-aktif juga bakal direaktivasi. 4 jalur mati di Daop 2 Bandung siap direaktivasi: Bandung-Ciwidey, Cibatu-Garut-Cikajang, Banjar-Cijulang, Rancaekek-Tanjungsari. Keempatnya udah dapat dukungan dari Gubernur Jawa Barat yang baru, Ridwan Kamil. Dari keempat jaluru ini, Cibatu-Garut akan direaktivasi lebih dulu.

Kebetulan Kang Emil sendiri punya visi pengen Indonesia kaya di Eropa yang menjadikan kereta api sebagai moda transportasi utama. Maka dari itu, tahun 2018 jadi titik awal kereta api menuju backbone transportasi nasional. Tahun 2019 tahapan reaktivasi jalur-jalur mati dimulai, start dari Cibatu-Garut. Hingga nantinya semua jalur mati hidup lagi dan kereta api kembali jadi backbone kaya dulu lagi.

 

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.