Posted on Leave a comment

Kereta Bisnis Bandung: KRD Patas Bandung Raya Pensiun Duluan

Cerita berkurangnya Kereta Bisnis Bandung dimulai tahun 2014, ketika KRD Patas Bandung Raya berhenti dinas. Kini meski udah dinas lagi tapi pake kereta lain. Armada KRD Shinko/MCW 302-nya dimodif jadi Rail Clinik dan cuma sisa 2 kereta aja di Dipo Induk Bandung (BD)

Padahal KRD Patas Bandung Raya yang kelasnya setara kereta bisnis atau kelas 2 udah dinas lama sebagai alternatif KRD Lokal Bandung Raya kelas ekonomi. Beda antara Patas sama Ekonomi dari jumlah stasiun pemberhentian. Kereta patas biasanya cuma berhenti di stasiun tertentu aja adapun Lokal di semua stasiun, termasuk stasiun kelas 3 macam Stasiun Gadobangkong, Ciroyom dan Haurpugur.

Continue reading Kereta Bisnis Bandung: KRD Patas Bandung Raya Pensiun Duluan

Advertisements
Posted on Leave a comment

Bedah Rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 Bandung

Daop 2 Bandung jadi pemilik armada Kereta Api Bisnis (K2) terbanyak di Jawa, sebanyak 3 kereta yang terdiri dari 6 trainset. Cuma masalanya nggak full kereta api bisnis (K2) alias campuran sama kelas lainnya. 

Bedah Rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 BandungDaop 2 Bandung mungkin boleh jadi tempat yang ramah buat kereta legendaris. Di sini masih tersimpan kereta api eksekutif buatan tahun 1951 yang kita tau itu bekas kereta ABL di era Djawatan Kereta Api (DKA). Ditambah lagi buatan Gorlitz Jerman 1967, dimana kalo kita ngomong pabrikan Gorlitz nggak akan jauh-jauh dari kereta tidur Bima di masa lalu, SAGW dan SBGW. Tapi untuk K1 67 itu modifikasi dari SBGW.

Selain dua kereta api buatan Eropa, masih ada kereta-kereta buatan Jepang angkatan 60, 70 dan 80-an. Untuk kereta Jepang terbagi rata ada kereta api eksekutif (K1 64), kereta api bisnis (K2 66, 78, 82, 86), kereta api ekonomi (64.66, 70an, 80an). Untuk yang 90-an terutama 94 ke atas udah buatan PT. INKA Madiun.

Continue reading Bedah Rangkaian Kereta Api Bisnis di Daop 2 Bandung

Posted on Leave a comment

Daftar Kereta Api Bisnis (K2) Tersisa yang Masih Dinas

Kereta Api Sawunggalih jadi stainless steel, populasi kereta api bisnis (K2) makin berkurang dan nyaris punah. Tercatat populasi terbanyak di pulau Jawa kini dipegang Daop 2 Bandung, 3 (tiga) kereta api 6 trainset. 

27 Agustus 2018 jadi hari terakhir kereta api bisnis (K2) didinasin Kereta Api Sawunggalih, untuk masing-masing satu trainset KA 121 (Kutoarjo-Pasar Senen) / 122 (Pasar Senen-Kutoarjo). Sementara KA 123 (Kutoarjo-Pasar Senen) / 124 (Pasar Senen-Kutoarjo) udah pake trainset baru stainless steel campuran K1 18 “new image” dan K3 18 premium. Besoknya kereta api bisnis (K2) benar-benar hilang dari Kereta Api Sawunggalih sekaligus Daop 5 Purwokerto.

Padahal Kereta Api Sawunggalih itu satu-satunya di Daop 5 Purwokerto yang masih ada layanan kereta api bisnis (K2), sebelumnya kereta api bisnis (K2) udah hilang duluan di Kereta Api Purwojaya yang berubah jadi full kereta api eksekutif (K1) pake K1 09 ex-Gajayana. Paling cuma Kereta Api Purwojaya Tambahan aja yang ada kereta api bisnis-nya, dinasnya di waktu-waktu tertentu kaya Lebaran dan Nataru.

Continue reading Daftar Kereta Api Bisnis (K2) Tersisa yang Masih Dinas

Posted on Leave a comment

#savekeretaapibisnis Untuk Mengabadikan Kereta Api Bisnis (K2)

Satu lagi kereta api bisnis harus pensiun dari jagad perkeretaapian Indonesia. Wacana penghapusan semakin mendekati kenyataan dan di saat yang sama kereta stainless steel terus diproduksi sampe 2019. Waktunya bikin tagar #savekeretaapibisnis bukan nyelamatin tapi abadikan sebelum hilang. 

Mulai tanggal 27 Agustus 2018 Kereta Api Sawunggalih rute Kutoarjo-Jakarta Pasar Senen kebagian trainset Stainless Steel campuran K1 18 dan K3 18 buat gantiin kereta yang sekarang dibawa dinas. Satu lagi kereta api bisnis (K2) harus menghilang dari jagad perkeretaapian Indonesia. Sebelumnya 2 rangkaian: Kereta Api Harina dan Kereta Api Senja Utama Solo udah lebih dulu ganti jadi Stainless Steel campuran.

Continue reading #savekeretaapibisnis Untuk Mengabadikan Kereta Api Bisnis (K2)

Posted on Leave a comment

Menembus Tradisi ala PLB Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan

Stasiun Kiaracondong (KAC) yang identik sama kereta api ekonomi mendadak berubah mulai Maret 2018. Seolah menembus tradisi, PLB Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan yang kereta api eksekutif bablas sampe sana. 

Berbicara Stasiun Kiaracondong (KAC) pastinya nggak akan bisa lepas dari keberadaan Kereta Api Ekonomi. Ya, dari sanalah semua kereta api ekonomi jarak jauh diberangkatkan. Begitu juga yang dari Jawa akan berakhir di sini. Stasiun yang posisinya di Bandung Timur ini mulai awal 2000-an memang fokus melayani perjalanan kereta api ekonomi jarak jauh dan kereta api lokal Bandung Raya

MENEMBUS TRADISI ALA PLB KERETA API ARGO PARAHYANGAN TAMBAHANPosisi Stasiun Kiaracondong (KAC) nyaris sama kaya Stasiun Cirebon Prujakan (CNP), Stasiun Lempuyangan (LPN), Stasiun Purwosari (PWS) dan Stasiun Semarang Poncol (SMC) yang khusus melayani kereta api ekonomi dan lokalan. Cuma bedanya Stasiun Kiaracondong (KAC) masih melayani perjalanan kereta api komersial dari/ke Stasiun Bandung kaya Kereta Api Lodaya, Kereta Api Malabar dan Kereta Api Mutiara Selatan.

Ketiganya punya jadwal perjalanan di Stasiun Kiaracondong (KAC), baik yang berangkat dari Stasiun Bandung (BD) maupun tujuan akhir Stasiun Bandung (BD). Sekalipun begitu image sebagai stasiun-nya kereta api ekonomi nggak pernah lepas dari Stasiun Kiaracondong (KAC). Karena orang tetap memandang begitu. Kalo mau naik ekonomi ke jawa mesti start dari sana.

Continue reading Menembus Tradisi ala PLB Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan