Posted on

Tragedi Kereta Api Pasundan di Solo Tahun 2010

Ini cerita lain dari Kereta Api Pasundan. Kejadiannya di tahun 2010 dimana salah satu rangkaiannya rusak parah dihajar massa pake batu di daerah Solo Jebres. Imbas dari kerasnya sepakbola Indonesia di masa lalu.

InSyaaAlloh disini mimin nggak cuma nyeritain ke kamu yang bagus-bagus, tapi kalo memang ada kejadian yang nggak begitu ngenakin tetap diinfoin ke kamu. Terutama berhubungan sama kereta api. Bukan mau ngungkit luka lama, tapi supaya kita bisa ambil pelajaran penting dari situ.

Kalo sebelumnya cerita Kereta Api Pasundan nyelamatin pemudik yang nyaris nggak bisa mudik naik kereta api, atau thullabul ilmi yang nyaris nggak bisa pulang ke Bandung setelah ikut acara pesantren kilat di Jogja. Tapi kali ini cerita kelam yang pernah dialami Kereta Api Pasundan.

Apa itu …? Sampai detik ini mimin belum nemuin insiden serius yang pernah dialami Kereta Api Pasundan. Ya, PLH gitu, Peristiwa Luarbiasa Hebat, atau kecelakaan yang makan korban jiwa dan luka-luka. Tapi ada satu insiden yang nggak kalah serius pernah dialami di tahun 2010. Bukan kecelakaan atau PLH, tapi berhubungan sama sepakbola.

Ya, seperti kita semua tau, sepakbola Indonesia selalu identik sama satu hal, yakni rusuh. Baik itu rusuh antar supporter beda klub, atau rusuh supporter yang sama-sama dukung satu klub, mungkin karena beda komunitasnya kali ya. Karena biasa lah, di kelompok itu dibagi lagi jadi sub-kelompok atau komunitas. Nggak jarang ada gesekan.

Angkut Supporter, Kereta Api Pasundan “Dirajam” di Solo

Minggu, 24 Januari 2010, boleh jadi moment nggak akan terlupakan sama Kereta Api yang dulunya bernama Badrasurya ini. Ceritanya waktu itu abis pertandingan sepakbola ISL 2009/2010 Persib Bandung vs Persebaya Surabaya di Stadion Si Jalak Harupat Soerang Kabupaten Bandung.

Usai pertandingan yang berakhir 4-2 untuk kesebelasan tuan rumah tersebut, rombongan supporter Persebaya Surabaya atau dikenal dengan sebutan Bonekmania pulang ke Surabaya. Untuk ngangkut mereka yang jumlahnya sampai sekitar ribuan orang, diberangkatkanlah Kereta Api Pasundan dengan status KLB.

Jadi waktu itu yang berangkat memang bukan kereta reguler tapi KLB atau Kereta Luar Biasa yang khusus mengangkut rombongan Bonekmania pulang ke Surabaya. Perjalanan dari Bandung kelihatannya lancar tanpa ada kendala berarti.

Begitu kereta mulai masuk wilayah Solo, disinilah tragedi pelemparan itu bermula. Mulailah batu-batu beterbangan mengenai kereta api. Massa kaya udah prepare atau nyiapin segalanya di pinggir rel buat nyerang kereta api Pasundan (KLB) yang khusus ngangkut supporter.

Neraka itu terjadi mulai dari Stasiun Solo Jebres sampe di daerah Jagalan. Kereta api Pasundan sampe harus 3 kali ganti lokomotif karena dilempari batu. Pelemparan terus berlangsung walaupun lokomotif baru dari Jebres dikawal sama polisi. Petugas nggak bisa berbuat banyak karena kalah jumlah.

Atas insiden ini, PT. Kereta Api Indonesia rugi besar, perkiraannya Rp 700 juta – 1 M. Lumayan kan? Padahal dana segitu bisa buat datengin gerbong baru lho. Saat insiden juga PT. KAI lagi gencar-gencarnya berbenah total menuju era perbaikan dibawah pimpinan Bapak Ignasius Jonan —sekarang menteri ESDM.

Nggak mau ngalamin kerugian besar lagi, kira-kira 2 tahun berselang PT. KAI ogah ngangkut penumpang yang kedapetan pake atribut supporter bola Indonesia. Sekarang pun masih mikir buat ngangkut, meski supporter udah mulai pada damai. Termasuk yang di solo ini udah sodaraan sama Bonekmania, nggak lama setelah insiden ini.

Pengen tau insiden pelemparannya kaya apa …? Ini videonya:

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.