Posted on

Video Kereta Api Lodaya: Kompilasi Keempat di Stasiun Kiaracondong

Video Kereta Api Lodaya berbentuk kompilasi keempat direlease awal tahun 2018. Hunting Minggu pagi 21 Januari 2018, ambil spot nggak jauh dari Stasiun Kiaracondong (KAC).

Kereta Api Lodaya kembali masuk video kompilasi hunting kereta api di bulan Januari 2018. Kalo di video sebelumnya ambil lokasi masih sekitaran Stasiun Bandung (BD), seperti di JPO Jalan Stasiun Timur dan JPL 162 Jalan Braga, maka spot kali ini pindah jauh ke timur, yakni di dekat Stasiun Kiaracondong (KAC).

Continue reading Video Kereta Api Lodaya: Kompilasi Keempat di Stasiun Kiaracondong

Advertisements
Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (6): Kereta Api Bisnis (K2) Sebentar Lagi Punah

Rangkaian baru kereta api Harina otomatis mengakhiri operasional Kereta Api Argo Parahyangan Bisnis. Kode keras Kereta Api Bisnis (K2), salah satu barisan kereta Jepang di Indonesia, sebentar lagi akan punah. 

Per 1 Agustus 2018 Kereta Api Harina, Bandung-Surabaya Pasar Turi PP, ganti rangkaian jadi Stainless Steel gabungan K1 18 dan K3 18. Pergantian kereta ini otomatis ngefek ke Kereta Api Argo Parahyangan 31 dan 32 yang manfaatin idle-nya setiap weekend (Jum’at s.d. Senin). Sejak tanggal itu nggak ada lagi layanan Kereta Api Argo Parahyangan Bisnis. Semuanya berakhir sudah.

KERETA JEPANG DI INDONESIA (6): KERETA API BISNIS SEBENTAR LAGI PUNAH
Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (6): Kereta Api Bisnis (K2) Sebentar Lagi Punah

Posted on

Dominasi Kereta Jepang di Kereta Api Lodaya

Kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana ternyata belum mampu menggoyahkan dominasi kereta Jepang di Kereta Api Lodaya. Malah akhir-akhir ini sering bawa kereta api eksekutif K1 64 ex-K3 64 buatan Nippon Sharyo Jepang. Terutama di KA 79 dan KA 82, sehingga sang Macan bawa Samurai.  

Kereta Api Lodaya memang cuma dapat alokasi satu trainset kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana buatan PT. INKA Madiun. Ada sekitar 6-8 kereta karya anak bangsa yang bisa dibawa dinas sama Sang Macan. Selama menghuni Dipo Kereta Api Bandung (BD), kereta api Lodaya nyaris selalu membawa pasukan tua angkatan 1960-an dimana kebanyakan kereta api eksekutifnya buatan Nippon Sharyo Jepang kaya K1 64 atau K1 66.

Continue reading Dominasi Kereta Jepang di Kereta Api Lodaya

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (5): KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC

Sempat disinggung di postingan tentang Timbul Tenggelam Kereta Api Cisadane (dan KRL Cisadane Ekspres), rasanya kurang afdhol kalo nggak sekalian dibahas khusus KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC yang notabene jadi salah satu Kereta Jepang di Indonesia. KRL ini sekarang udah nggak lagi dinas dan dirucat di Stasiun Cikaum. 

KRL JR East 103 awalnya dikira dinas KRL Cisadane Express rute Manggarai-Tangerang di zamannya Divisi Jabotabek. Cuma setelah dikaji literatur lebih dalam ternyata lebih sering dinas KRL Benteng Ekspres di Jakarta Kota (JAKK)-Tangerang (TNG). KRL Cisadane Express sendiri pake Toei 6000 Series, termasuk yang kabin rakitan kaya 6227F “Lohan”. Kalopun (mungkin) pernah pake KRL JR East 103 itu sangat jarang.

KRL JR East 103 KRL Rheostatik Mild Steel Ber AC

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (5): KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12

Bukan KRL Rheostatik atau KRD MCW 301, ternyata kereta Jepang di Indonesia yang pertama Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12 didatengin di masa penjajahan Dai Nippon untuk didinasin di Surabaya. Sayang nggak satupun yang tersisa.

Kebanyakan memang taunya kereta Jepang di Indonesia pertama kali ada tahun 1976 dimana pemerintah Orde Baru lewat Kementerian Perhubungan waktu itu datangin KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 sama KRD Shinko MCW 301 dari Jepang untuk modernisasi armada kereta api lokal perkotaan.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (1): Lokomotif Uap C32 Seri JNR C12