Posted on

Sedikit Cerita dari Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok

Seorang saksi mata menyebut ada yang nggak biasa dalam perjalanan KRL Rheostatik Stainless Steel dari Bogor 2 November 1993 pagi. Di lokasi kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok juga pernah terjadi tabrakan 2 kereta api tahun 1968, tewaskan

Nyaris selalu ada kisah dalam setiap musibah, tak terkecuali Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok di pagi hari 2 November 1993 atau 24 tahun silam. Tragedi yang seolah bawa kita flash back ke Tragedi Bintaro 1 tanggal 19 Oktober 1987. Kejadiannya hampir mirip, sama-sama di jam sibuk, tabrakan adu banteng di single track, dan penyebabnya human error.

Cuma untuk kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok mungkin ada yang unik. Kita semua tau perjalanan KRL dari eranya KRL Ekonomi Jabodetabek sampe sekarang KRL Commuter Indonesia, khususnya di jalur Jakarta Kota (JAKK)-Bogor (BOO) itu ngelewatin 3 universitas ternama: Universitas Indonesia (UI), Universitas Pancasila (UP), dan Gunadarma.

sedikit-cerita-dari-kecelakaan-krl-ratu-jaya-depok

Dua kampus punya stasiun sendiri sesuai sama nama kampunya, yakni Stasiun Universitas Indonesia dan Stasiun Universitas Pancasila, sementara anak-anak Gunadarma biasa turun di Stasiun Pondok Cina yang posisinya percis di dekat kampus Universitas Gunadarma Margonda Depok, dan masih termasuk area kampus UI Depok juga.

Jadi penumpang KRL di jalur Bogor-Jakarta selain didominasi para pekerja juga mahasiswa yang mayoritas dari tiga kampus itu. Baik mereka yang tinggalnya di Bogor atau di Jakarta hampir selalu manfaatin moda transportasi KRL sejak dulu.

Nah, di Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok tahun 1993 ada kesaksian dari seorang penumpang namanya Muhammad Isa, belum jelas kuliahnya dimana tapi yang jelas dia kuliah di Depok, ini kesaksiannya, diambil dari halaman Facebook “Berbagi Cerita Misteri Dunia”:

Saya dulu masih tingkat 2 kuliah di depok saat mau mid smester.

 

Kejadiannya tanggal 3 Nopember 1993 kurang lebih pukul 7.30

 

Naik KRL dari Bogor Pukul 07.05. Tidak seperti biasanya saya dapet duduk di gerbong 1 tepat dibelakang kabin masinis. Bangku untuk 2 orang dipakai oleh bertiga bersama 2 teman saya plus puluhan teman saya yang berdiri.

 

Salah satu teman iseng mengatakan “Woi Sa, hati2 lu didepan tabrakan”.

 

Dalam perjalanan entah kenapa kita ngobrol tentang tabrakan KA bintaro dan tidak seperti biasanya KRL tsb larinya cukup kenceng (biasanya langsam), kira 80 km/jam lah

Sampai di Citayem, biasanya itu KRL silang dulu atau nunggu sampai KRL dari Depok datang, namun saat itu tidak ada silang dan KRL melaju kembali dengan keceptan tinggi.

 

Begitu mau masuk Ratujaya sebelumnya kan ada tikungan, tiba2 pintu kabin masinis terbuka dan berhamburan orang. Saya pikir diusirin Polsuska, eh orang terakhir teriak “KERETA DIDEPAN.. KERETA DIDEPAN!!!””. Spontanlah pegangan tiang dan counting down, karena gak bisa kemana2 lagi sehubungan depan udah pantat orang mulu. Saat tumbukannya saya udah gak inget apa2 lagi.

 

Saya hanya ingat setelah tabrakan loncat dari KRL dan masuk Parit (setau saya parit ada disebelah kiri arah jakarta) dan kaget begitu melihat KRL ada 2 warna dan salah satunya “berdiri” (kebelah dua, seperti attachment) dimana 2 bogienya terlepas kurang lebih 3 meteran dari Rel dan gerbong 1&2 rusak parah (KRL dari depok KL382XXX), sedangkan gerbong 3 dst keliatannya sih masih utuh. Untuk KRL yg saya tumpangi adalah KRL stainless Nippon Sharyo th 86 (KL3-86XXX) dimana yang saya liat semua sambungan jadi satu dengan gerbong yang lain. Ada untungnya juga sarat penumpang sehingga saya masih ada sampai sekarang. Untuk korban ada yg dilarikan ke RS Bhakti Yudha depok termasuk saya, ada yg ke Fatmawati dan ke RS Cipto. Kejadian sekali2 nya seumur hidup kepala dijahit tanpa dibius.

 

Ada kejadian yg buat lucu atau malah menjengkelkan. Saat dirumah sakit setelah ditanya

macam2 oleh seorang Ibu setengah baya lalu saya tanya balik, “emang Ibu cari siapa?” dengan santainya si Ibu itu menjawab “Ah enggak, Ibu sih penduduk sini, seneng aja liat kayak ginian”… Ya Allah, pengen nonjok tapi gak bisa ngapa2in.

Nah, itulah cerita singkat dari saudara Mochamad Isa, salah satu korban selamat Kecelakaan KRL Ratu Jaya Depok, 2 November 1993 yang menewaskan 20 orang dan sekurang-kurangnya 100 orang luka-luka.

Kalo dibaca sekilas memang ada yang aneh sebelum tabrakan, kaya KRL Rheostatik Stainless Steel yang ngebut sama langsung berangkat dari Stasiun Citayam tanpa nungguin lebih dulu rangkaian KRL dari arah Stasiun Depok. Waktu itu jalur Depok-Bogor memang masih single track, dan double track baru dibangun tahun 1994 atau setahun setelah kejadian.

Kecelakan Kereta Api Ratu Jaya 1968

Jauh sebelum Kecelakaan KRL Ratu Jaya 1993, di lokasi yang sama, 20 September 1968 juga pernah terjadi tabrakan dua kereta api, antara kereta api bumel yang ditarik lokomotif diesel BB 200 sama kereta api cepat ditarik lokomotif ESS 3200 (si Bon Bon). Tercatat 116 korban meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka. (See The Video Below)

Waktu itu kecelakaan Kereta Api Ratu Jaya 1968 jadi kecelakaan kereta api terburuk di Indonesia dan 19 tahun kemudian terjadilah Tragedi Bintaro 1, 19 Oktober 1987, juga tabrakan adu banteng antara Kereta Api Lokal Rangkasbitung (KA 225) sama Kereta Api Patas Merak (KA 220) di Desa Pondok Betung Bintaro Jakarta Selatan. 150 korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, Tragedi Bintaro 1 masih tercatat sebagai kecelakaan kereta api terbesar di Indonesia, dilihat dari jumlah korban meninggalnya sampe 150 orang. Mayoritas dalam kondisi mengenaskan


DAFTAR PUSTAKA

Berbagi Cerita Misteri Dunia. 2011. Tragedi Tabrakan Kereta Api di Ratu Jaya Depok. Facebook.  https://id-id.facebook.com/notes/berbagi-cerita-misteri-dunia/tragedi-tabrakan-kereta-api-di-ratu-jaya-depok/215085348565060/

Gunawan, Hendy. 2017. Ratu Jaya Depok 1968. Youtube. https://www.youtube.com/watch?v=OTZYW_-6jFk

Kecelakaan Kereta Api Ratu Jaya 1968. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Kecelakaan_kereta_api_Ratu_Jaya_1968

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.