Posted on

Sayonara Gerbong eks KRD MCW 301 (K3076BD)

Gerbong eks KRD MCW 301 yang pernah jadi saksi sejarah modernisasi kereta api Indonesia di era 1970-an ini sekarang tinggal sisa 6 unit aja. Semuanya berstatus konservasi dan udah pasti nggak dipake lagi buat dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya. 

sayonara-gerbong-eks-krd-mcw-301-k3076bd
Gerbong eks KRD MCW 301 alias K3076BD memang unik. Bentuknya yang beda dari kereta pada umumnya baik interior maupun eksterior menjadikannya daya tarik tersendiri. Awalnya kereta ini memang KRD (Kereta Rel Diesel) / DMU (Diesel Multiple Unit) buatan Nippon Sharyo Jepang, datang ke Indonesia tahun 1976 barengan sama KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1.

Bersama KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1, KRD MCW 301 jadi saksi sejarah modernisasi kereta api Indonesia di era 1970-an, khususnya lintas perkotaan, di saat mulai banyak lintas cabang yang ditutup karena kalah saing sama angkutan jalan raya. Dua-duanya juga dinas di wilayah Jabodetabek lho, yang waktu itu belum semuanya punya LAA (Listrik Aliran Atas), kecuali jalur Bogor, Lingkar Jakarta, dan Tanjung Priok.

Jadi KRL Rheostatik Mild Steel dinas di jalur LAA (Bogor) sementara KRD MCW 301 di jalur yang belum ada LAA-nya, salah satunya Jalur Bekasi yang baru dipasangin LAA awal tahun 1990-an. Di periode itu juga KRD MCW 301 mulai mengalami trouble dan kendala suku cadang. Hingga akhirnya terpaksa ditarik lokomotif dan dimodifikasi jadi kereta biasa supaya bisa tetap dinas (K3076).

Gerbong eks KRD MCW 301 ini kebanyakan dinas di Daop 1 Jakarta, utamanya jalur kulon, dan Daop 2 Bandung sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya. Khusus di Daop 2 Bandung, gerbong ini boleh dibilang jadi semacam icon Kereta Api Lokal Bandung Raya karena jumlahnya sendiri lumayan banyak. Meski mulai dicampur sama gerbong K3 biasa.

Gerbong eks KRD MCW 301 masih tetap setia dibawa dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya sampe tahun 2015 meski di saat bersamaan Daop 2 Bandung baru aja kedatangan rangkaian eks Kereta Api Penataran Ekspres dari Daop 8 Surabaya, buat memperkuat armada Kereta Api Lokal Bandung Raya yang waktu itu jadi satu-satunya alternatif kereta api perkotaan di Bandung Raya setelah Patas AC dan non-AC dihapus.

Mulai Terpinggirkan Hingga Tersisa 6 Unit Saja

Sayang mutasi besar-besaran bekas lokalan jalur kulon dari Daop 1 Jakarta ke Daop 2 Bandung ternyata bikin sang legenda pelan-pelan mulai terpinggirkan. Terlebih 5 Mei 2016 Kereta Api Patas Bandung Raya dinas lagi manfaatin idle Kereta Api Kahuripan di pagi hari.

Ironisnya lagi, rangkaian bekas lokalan Rangkasbitung dan Merak itu sendiri banyak angkatan 1960-an yang umurnya lebih tua daripada Gerbong eks KRD MCW 301. Bahkan ada yang jadi saksi bisu Tragedi Bintaro 1 tahun 1987, diantaranya gerbong bernomor K306548.

Saat ini gerbong eks KRD MCW 301 tinggal tersisa 6 unit saja, yakni K307601BD, K307602BD, K307604BD, K307605BD, K307606BD dan K308002BD. Semuanya berstatus konservasi yang otomatis udah nggak bisa lagi dibawa dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Dari 6 unit itu, dua unit diparkir di sepur badug Stasiun Bandung sebelah selatan (K307602BD dan K308002BD) dan sebanyak 4 unit di jalur 4 Stasiun Cimahi (K307601BD, K307604BD, K307605BD, K307606BD). Satu unit yakni K307604BD bahkan AC-nya udah dicopot.

Standardisasi

Apa yang jadi sebab gerbong eks-KRD MCW 301 yang unik ini nggak bisa lagi dinas? Di saat masih banyak gerbong yang usianya lebih tua masih berseliweran? Boleh jadi akibat standardisasi. Ya, standardisasi ternyata juga berlaku di rangkaian kereta api ekonomi. Di K3 kapasitas 106 penumpang, hampir semua tempat duduknya sama, nggak ada lagi yang model KRL HItachi apalagi rotan alias kursi perjuangan.

Makanya gerbong eks-KRD MCW 301 berhenti dinas karena interiornya mirip sama KRL/KRD. Kursi menyamping dan tanpa toilet. Walaupun usianya lebih muda dari K3 angkatan 60-an, karena yang tua lebih sesuai standard maka jadilah K3076BD harus mendahului pensiun dari saudara tuanya.

Udah konservasi jelas-jelas nggak bisa dinas lagi, apalagi 1 gerbong AC-nya dicopot, bisa jadi dipindah ke trainset lain yang membutuhkan. Karena gerbong eks KRD MCW 301 ini bagian dari sejarah, kita nggak boleh ngelupain begitu aja. Meski sekarang konservasi, jasa-jasa sang legenda tetap akan terus dikenang, terutama buat penumpang setia Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Akhirnya kita ucapkan, “Domo Arigatougozaimaz Shinko 301, Terima Kasih Banyak K3076BD a.k.a (eks) KRD MCW 301.”

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.