Posted on

Review Sedikit Penomoran Gerbong Kereta Api

Buat yang sering naik kereta pastinya kalo perhatiin di setiap gerbong suka ada nomor kaya gini “K1 0 99 XX XX”. Sebagian nggak terlalu ngerti nomor apa itu karena jelas cepat sampe adalah tujuan utamanya. Cuma buat mereka pecinta kereta api, kode atau nomor kaya gini bakal jadi perhatian.

Kira-kira apa tanggapan orang kalo kita bahas hal kaya gini? Tentang penomoran gerbong kereta api? Ya kalo foto-foto kereta api aja udah dianggap kurang kerjaan, apalagi ngomongin yang satu ini, mungkin lebih dari sekedar dianggap nggak ada kerjaan. Padahal penomoran gerbong kereta api itu punya arti penting lho, terkait kapan gerbong itu dibuat dan Dipo mana pemilik gerbong tersebut.

Oke lah, kamu yang nggak terlalu perhatian sama hal sedetil ini punya prinsip yang penting cepat nyampe di tujuan. Mau gerbong buatan mana kek, mau dibikin tahun berapa kek, dah pernah berapa kali dimodif atau punya siapa (Dipo) seolah nggak dipeduliin sama sekali. Iya sih itu nggak salah, karena kamu punya hak untuk itu, sama halnya kaya kami yang perhatian sampe detil kaya gini.

Kelas, Tahun Produksi, Nomor Rangkaian, Pemilik.

Penomoran gerbong kereta api erat banget kaitannya sama 4 hal yaitu kelas kereta, tahun produksi gerbong kereta, nomor rangkaian, dan Dipo pemilik gerbong. Di antara itu kadang terselip angka 0, 1 atau 2, apa maksudnya? Ambil Contoh K307604BD, diterjemahin jadi K3 itu kelas 3 (ekonomi), 0 artinya tanpa penggerak, 76 diproduksi tahun 1976, dan 04 itu nomor urut gerbongnya.

Contoh lagi misalnya K1188100BUD, artinya kelas satu (eksekutif), punya satu penggerak, dibikin tahun 1988, nomor urut gerbong 100 dan punya Dipo Bukit Duri (BUD). Umumnya kalo kita nemu ada kode kaya gitu pasti nggak bakal jauh-jauh dari yang namanya KRL atau KRD yang bisa bergerak tanpa harus melibatkan lokomotif.

Rangkaian KRL sekarang masih beroperasi bahkan jadi andalan komuter Jabodetabek dan Rangkasbitung dalam wujud KRL Commuter Line, dibawah operator Kereta Commuter Indonesia (KCI) —masih anak usaha PT.KAI. Adapun KRD kini tinggal tersisa di Daop 4 (Kedungsepur), Daop 6 (Prameks, Sriwedari, Batara Kresna) dan Daop 8 (Jenggala, Supor).

Rangkaian KRD biasanya identik sama kereta api lokal, dulu pernah ada di Bandung dan terakhir dinas tahun 2014 sebagai Kereta Api Patas Bandung Raya Non-AC. Tapi setelah ada kebijakan single operation Kereta Api Lokal Bandung Raya, rangkaian KRD itu dikandangin di Dipo Bandung, seiring dihapusnya Kereta Api Patas Bandung Raya Non-AC dari Gapeka.

Contoh Riil Penomoran Gerbong Kereta Api

Berikut akan kita tampilin beberapa foto gerbong kereta api dan penomorannya:

[1]. K1189110BUD, (K1 = kelas 1/eksekutif, 1= berpenggerak, 89=produksi tahun 1989, 110=nomor urut gerbong, BUD = punya Dipo Bukit Duri). Ngomong-ngomong soal Bukit Duri berarti gerbong ini KRL Commuter Line.

Review Sedikit Penomoran Gerbong Kereta Api (1/5)

[2]. K311135 (K3 = kelas 3/ekonomi, 1 = berpenggerak, 11=produksi tahun 2011, 35=nomor urut gerbong). Ini juga KRL Commuter Line, tapi nggak dijelasin punya Dipo mana, karena ini rangkaian KFW buatan PT.INKA Madiun yang biasa dinas di Pink Line (Jakarta Kota-Kampung Bandan-Tanjung Priok).

Review Sedikit Penomoran Kereta Api (2/5)

[3]. K118924BUD (K1 = kelas 1/eksekutif, 1 = berpenggerak, 89 = produksi tahun 1989, 24 = nomor urut gerbong, BUD = punya Dipo Bukit Duri). Lagi-lagi Dipo Bukit Duri berarti KRL Commuter Line.

Review Sedikit Penomoran Gerbong Kereta Api (3/5)

[4]. K100215BD, (K1 = kelas 1/eksekutif, 0 = tanpa penggerak, 02 = produksi tahun 2002, 15 = nomor urut gerbong, BD = punya Dipo Bandung). Ini gerbong kereta api biasa kelas eksekutif buatan tahun 2002.

Review Sedikit Penomoran Gerbong Kereta Api (4/5)

[5]. K108602BD, (K1 = kelas 1/eksekutif, 0 = tanpa penggerak, 86 = produksi tahun 1986, 02 = nomor urut gerbong, BD = punya Dipo Bandung). Ini gerbong kereta api biasa kelas eksekutif.

Review Sedikit Penomoran Gerbong Kereta Api (5/5)

Leave a Reply