Posted on

Pemudik Kebumen Di Angkut Kereta Api Mutiara Selatan

Empat orang atau satu keluarga pemudik dari Bandung mau ke Kebumen ini kehabisan tiket kereta api ekonomi. Cuma punya pilihan kereta api komersial yang tarifnya jauh lebih mahal. Akhirnya Kereta Api Mutiara Selatan yang dipilih.

Musim mudik Lebaran memang nyaris selalu punya cerita. Jauh hari sebelum hari H mudik tiba aja udah bikin story. Waktu proses booking tiket kereta api Lebaran itupun udah harus berjuang ekstra keras demi bisa mudik naik kereta api. Sayang nggak semua beruntung. Kapasitas angkut kereta api terbatas, sekalipun ada tambahan, sementara peminatnya sampai jutaan lebih.

Tepat jam 12 malam perjuangan pun dimulai. Untuk bisa masuk situs PT. KAI dan channel-channel externalnya harus bersaing sangat ketat. Bisa dibayangin, kaya satu pintu dijejalin ribuan orang, kaya apa jadinya. Begitu coba akses hampir pasti susah masuk. Keluar pesan “Anda Masuk Antrian Sistem” kurang lebihnya gitu.

Tempat Duduk Ludes!

Sekian lama menanti akhirnya bisa tembus juga. Tapi sayang disini banyak yang gigit jari. Kereta Api yang diinginkan tempat duduknya udah ludes terjual. Sekilas memang nggak masuk akal, kok bisa ya dalam 10-15 menit langsung ludes?

Komentar negatif pun bermunculan. Pikiran dan unek-unek yang nggak ngenakin keluar. Pokoknya energi negatif. Rata-rata pada menuduh PT.KAI ada affair sama calo atau sama travel agent tertentu. Anggapan ini jelas nggak bisa dibenarkan. Hari gini masih ada calo? Ada oknum PT. KAI main aja bisa dipecat tidak hormat.

Selidik punya selidik, ternyata semua balik lagi ke koneksi internet masing-masing. Karena disinilah hukum “internet cepat vs internet lemot” bermain. Yang super cepat udah pasti jadi pemenang dan yang lemot jelas dialah pecundangnya. Mirip kompetisi.

Biasa ada beberapa grup orang kantoran titip sama salah satu staff yang kebetulan lagi lembur minta dibookingin tiket kereta api pake internet kantornya. Seperti kita tau ya, internet kantoran kan nggak mungkin lemot, pasti bakal pake yang super cepat.

Dan ini lebih masuk akal. Pilih booking via kantor yang internetnya super cepat lebih berpeluang besar bisa dapat tiket kereta api lebaran daripada pake internet rumah yang nggak stabil, kalo lagi kencang ya kencang tapi kalo pas lagi penyakitan bakal bikin stress.

Kisah Pemudik Bandung jurusan Kebumen

Oke itu sekilas gambaran umum kaya gimana situasinya kalo lagi booking tiket kereta api lebaran. Dari tahun ke tahun nggak jauh beda. Meski masih lama banget paling nggak kamu punya gambaran begitu waktunya tiba nanti, perkiraan sih awal Maret 2018 perjuangan itu bakal dimulai.

Ngomong-ngomong soal mudik Lebaran, admin punya cerita, ini ada sekeluarga dari Bandung yang pengen mudik ke Kebumen. Mereka titip ke admin supaya dibookingin tiket kereta api ekonomi dari Stasiun Kiaracondong ke Stasiun Kebumen. Mereka maunya naik Kereta Api Kutojaya Selatan, karena tarifnya memang paling murah Rp 62.000,00 (exc. admin)

Sayang keluarga ini ternyata lagi nggak beruntung. Tiket kereta api Kutojaya Selatan yang dimauinya udah ludes terjual. Seperti tadi udah dikasih tau, dalam 10-15 menit langsung ludes, padahal sebelumnya susah banget masuk sistem KAI.

Alhamdulillah, sekeluarga ini bukan tipe ngoyo, dalam arti kalo nggak dapet apa yang dia mau berarti nggak jadi alias batal. Memang sih masih ada kesempatan buat dapetin tiket kereta api tambahan lebaran. Tapi kelihatannya mereka pengen yang pasti-pasti aja, karena kalo nunggu tambahan belum tentu juga bisa dapat.

Waktu itu admin tawarin ke orangnya mau upgrade nggak ke kelas bisnis? Ada Kereta Api Lodaya sama Kereta Api Mutiara Selatan. Kebetulan dari sisi tarif Kereta Api Mutiara Selatan lebih murah daripada Lodaya yang naik 40% karena peminat tinggi.

Akhirnya mereka pilih Kereta Api Mutiara Selatan, dibookingin tiket buat 4 orang dari Stasiun Kiaracondong ke Stasiun Kebumen. Waktu itu menjelang mudik lebaran tahun 2016. Kereta Api Mutiara Selatan masih full kelas bisnis (K2), belum kembali ke khitahnya sebagai rangkaian campuran eksekutif-bisnis.

Terselamatkanlah sekeluarga ini. Mereka bisa mudik naik kereta api meski harus merogoh kocek lebih dalam. Karena nggak kebagian kereta api Kutojaya Selatan, tapi diangkut sama Kereta Api Mutiara Selatan yang sekarang jadi calon raja di jalur selatan Jawa Barat. Mereka memilih bayar lebih mahal karena tau belum tentu bisa dapat kereta api tambahan.

Jadi intinya sih, kalo situasinya lagi padat kaya arus mudik lebaran, bagusnya kita nggak usah pilih-pilih, nggak usah ngoyo, apalagi ngotot. Naik kereta api apa aja yang penting bisa sampai di tujuan masing-masing dengan selamat.

Kereta Api Mutiara Selatan ke Kebumen

Kereta Api Mutiara Selatan memang punya rute ke Kebumen, rute aslinya sih ke Malang via Surabaya. Waktu tahun 2016 ngangkut keluarga pemudik ini rutenya masih berakhir di Stasiun Surabaya Gubeng. Baru pas abis lebaran bablas ke Stasiun Malang, sempat juga ganti kelas jadi ekonomi plus pake K3 2016 tapi balik bisnis lagi karena diprotes pelanggan.

Stasiun Kebumen jadi salah satu persinggahan sang calon raja selatan. Selain di situ, Kereta Api Mutiara Selatan juga berhenti di Stasiun Gombong yang masih ada di wilayah Kabupaten Kebumen. Stasiun ini dekat ke Benteng Van Der Wijck, salah satu objek wisata andalan di Kebumen, dan ke Roemah Martha Tilaar.

Harga tiket kereta api Mutiara Selatan dari Bandung ke Kebumen saat ini paling murah Rp 165.000,00 dan tertinggi Rp 205.000,00 untuk kelas bisnis. Sedangkan kelas eksekutifnya Rp 240.000,00. Jauh lebih murah daripada harga aslinya kalo bablas ke Surabaya apalagi Malang.

Mau nyobain traveling ke Kebumen naik Kereta Api Mutiara Selatan? Tiketnya bisa dibooking di sini >>> BOOK NOW, KERETA API MUTIARA SELATAN BANDUNG-KEBUMEN MULAI 165 RIBU 

Berangkat dari Stasiun Bandung jam 16.50 WIB nyampe di Stasiun Kebumen jam 00.01 WIB. Untuk jadwal berangkat dari Stasiun Kiaracondong jam 17.02 WIB dan jadwal kedatangan di Stasiun Gombong jam 23.26 WIB.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.