Posted on

Pasang Surut Kereta Api Feeder

Ibarat dua sisi mata uang, Kereta Api Feeder sebenarnya dibutuhkan masyarakat, tapi di sisi lain justru menambah beban operasional PT. Kereta Api Indonesia karena tiketnya kelewat murah. Hasilnya nggak sedikit yang hilang dari peredaran.

Buat yang nyempet ngalamin ada ritual putus-nyambung rangkaian gerbong di Stasiun Kroya maka beruntunglah kamu masih bisa menikmati keberadaan Kereta Api Feeder Logawa (sebelumnya feeder Purbaya) dari Stasiun Cilacap ke Stasiun Kroya yang tiketnya murah. Rangkaian feeder ini nantinya digabung sama rangkaian dari Stasiun Purwokerto. Namun sayang karena satu dan lain hal sekarang udah nggak ada lagi ritual macam itu.

Mulai Juni 2011 rangkaian kereta api Feeder Logawa yang berangkat dari Stasiun Cilacap ke Stasiun Kroya, dan sebaliknya, berhenti beroperasi. Sejak itu cuma tersedia perjalanan Kereta Api Logawa dari Jember ke Purwokerto saja. Dengan demikian penumpang yang mau lanjut ke Stasiun Cilacap mau nggak mau harus turun di Stasiun Kroya ganti transportasi lain.

Dibutuhkan Tapi Tidak Efisien

Kereta Api Feeder seperti KA Feeder Logawa memang ibarat dua sisi mata uang. Di satu sisi banyak masyarakat yang butuh tapi di sisi lain secara waktu dan finansial di PT. KAI keberadaannya tidak efisien.

Itu bisa dilihat dari ritual putus-nyambung di Stasiun Kroya, jelas makan waktu banget. Dari segi cost-nya juga sama nggak efisien. Apalagi Kereta Api Feeder Logawa rute Kroya-Cilacap pake lokomotif tua BB 200.

Rute Kroya-Cilacap sendiri memang tak kebagian subsidi PSO dari pemerintah, jadi kalopun mau jalanin kereta feeder, kereta lokal dan sejenisnya, mau nggak mau, suka atau nggak suka harus pake tarif komersial tanpa subsidi yang mungkin aja bisa lebih mahal dari bus.

Nah, dihentikannya operasional KA Feeder Logawa selain tidak efisien dari segi waktu dan biaya operasional juga karena kekurangan armada lokomotif, dan lokomotif BB 200 yang biasanya dipake udah nggak bisa terlalu digeber lagi kinerjanya.

Kereta Api Feeder Purworejo Distop, Stasiun Purworejo Dimuseumkan.

Nasib naas juga menimpa Kereta Api Feeder Purworejo yang melayani jalur kereta api Kutoarjo-Purworejo sejauh 12 km. Bahkan Kereta Api Feeder Purworejo udah lebih dulu nggak beroperasi sebelum KA Feeder Logawa ditutup.

Penghentian operasional Kereta Api Feeder Purworejo di bulan November 2010 memang nggak lepas dari 2 faktor yakni

  1. kerugian operasional karena sedikitnya penumpang sehingga tak bisa menutup biaya operasional. Ditambah tiadanya subsidi dari pemerintah.
  2. Sarana dan prasarana yang sudah tua. Dari dulu jalur Kutoarjo-Purworejo belum direvitalisasi. Relnya masih tipe lama dan udah banyak yang rusak. Ditambah lagi lokomotif diesel BB300 yang memang lebih cocok dipake buat langsiran.

Pasca Kereta Api Feeder Purworejo berhenti beroperasi, stasiun Purworejo pun jadi mati suri. Stasiun terbesar kedua di Kabupaten Purworejo ini sebenarnya nggak tragis-tragis amat karena sekarang udah dijadikan Bangunan Cagar Budaya dan Museum Kereta Api. Selain itu, Stasiun Purworejo kini malah lebih terkenal dengan kuliner sotonya ketimbang kereta apinya.

Inilah gambaran umum keberadaan Kereta Api Feeder di dunia perkeretaapian Indonesia. Masyarakat kini banyak yang kangen sama keberadaannya. Tapi harus ingat juga PT. Kereta Api Indonesia adalah perusahaan BUMN yang harus beroperasi layaknya sebuah entitas bisnis yang mau nggak mau harus menghasilkan keuntungan.

Kalo memang nggak efisien terutama dari segi biaya malah bikin rugi perusahaan, mau nggak mau harus ditutup, kecuali pemerintah mau mensubsidi. Sejak dipimpin Bapak Ignatius Jonan -sekarang menteri ESDM- dan lanjut sama Bapak Edi Sukmoro, PT. Kereta Api Indonesia memang berorientasi pada bisnis yang mau nggak mau harus ada hasil berupa laba.

Jangan heran kaya KA Feeder Logawa atau Kereta Api Feeder Purworejo berhenti beroperasi di eranya Pak Jonan. Karena itu tadi nggak efisien dan malah merugikan perusahaan.

Jadi pilihannya kalo memang masyarakat butuh angkutan kereta api murah meriah, harus ada subsidi dari pemerintah pusat atau daerah. Nggak ada subsidi siap-siap tarif komersial yang dipake.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.