Posted on

KRL Ekonomi Jabodetabek: “Si Kaleng” Rheostatik Stainless Steel

Salah satu armada andalan KRL Ekonomi Jabodetabek ialah Rheostatik Stainless Steel alias “Si Kaleng”. Dibeli tahun 1986 dan 1987 ternyata nggak cuma dinas sebagai KL3 (ekonomi) doang, tapi juga KL2 (bisnis) dan KL1 (eksekutif).

Masih lanjutin postingan sebelumnya “Sejuta kenangan di KRL Ekonomi Jabodetabek” kali ini kang mimin bakal ngebahas salah satu armadanya yakni “Si Kaleng” Rheostatik Stainless Steel. Memang bukan armada paling tua sih, KRL Rheostatik Stainless Steel ini dibeli dari Jepang tahun 1986-1987.

Continue reading KRL Ekonomi Jabodetabek: “Si Kaleng” Rheostatik Stainless Steel

Advertisements
Posted on

Sejuta Kenangan di KRL Ekonomi Jabodetabek

Pensiun di 2014 karena uzur dan nggak layak operasi lagi, KRL Ekonomi Jabodetabek sejatinya menyimpan sejuta kenangan. Apalagi buat yang dulu pernah merasakan jasanya, misal kendaraan buat kuliah, kerja, atau sekolah.

Buat para rokers atau commuters khususnya di Jabodetabek pasti bakal merindukan suasana gerbong yang berasa pasar berjalan, harga tiket cuma Rp 2.500 untuk perjalanan Jakarta Kota (JAKK) – Bogor (BOO), naik gretongan eh gratisan, ngebordes, lesehan, numpang kabin masinis,

Continue reading Sejuta Kenangan di KRL Ekonomi Jabodetabek

Posted on

Tenggelamnya Kapal Junyo Maru

Bukan cuma mereka yang ngerjain rel kereta api Muaro-Pekanbaru. Penderitaan juga harus dirasain jauh sebelum Romusha dan POW Sekutu nyampe di lokasi proyek. Kapal yang ditumpangi harus karam kena torpedo. Diantaranya Kapal Junyo Maru, makan korban sekitar 5620 jiwa.

Rel kereta api Muaro-Pekanbaru dibangun untuk mendukung pemenangan perang Militer Jepang melawan Sekutu. Merealisasikan rencana lama yang sempat dibikin Belanda sebelum ditaklukkan. Jalur ini dinilai penting buat supply batu bara dari Sawahlunto ataupun pergerakan militer Jepang dari pantai barat ke timur Sumatera dan sebaliknya.

Continue reading Tenggelamnya Kapal Junyo Maru

Posted on

Neraka di Rel Kereta Api Muaro-Pekanbaru

Rel Kereta Api Muaro-Pekanbaru satu di antara saksi bisu kekejaman di masa penjajahan Jepang tahun 1942-1945. Puluhan ribu pekerja meregang nyawa disini. Sayang jejak kelam itu sekarang udah hilang nggak lagi tersisa.

Rencana pembangunan Rel Kereta Api Muaro-Pekanbaru sebenarnya bukan barang baru. Masterplan udah pernah dibuat waktu Belanda masih berkuasa. Tapi karena dinilai terlalu berat, ongkosnya mahal, dan susah balik modal, rencana ini akhirnya tertunda sampai Belanda kalah perang atas Jepang di awal 1942.

Continue reading Neraka di Rel Kereta Api Muaro-Pekanbaru

Posted on

Matinya Rel Kereta Api Jogja Semarang via Ambarawa

Bangsa Indonesia boleh menghirup udara kemerdekaan, tapi sayang itu nggak dirasain sejumlah jalur kereta api, seperti rel kereta api Jogja Semarang via Ambarawa peninggalan NIS. Tinggal sisa koridor pendek Tuntang-Ambarawa-Bedono.

Keberadaan rel kereta api Jogja Semarang via Ambarawa memang nggak lepas dari pembangunan jalur kereta api pertama di Indonesia dari Semarang ke Tanggung, hingga akhirnya bablas ke Solo. Lintasan itu bercabang di Stasiun Kedungjati, satu ke arah Solo lainnya ke arah Jogja lewat Ambarawa dan Magelang.

Continue reading Matinya Rel Kereta Api Jogja Semarang via Ambarawa