Posted on

Trip Report Kereta Api Jayabaya 3: Tiba di Daop 4 Semarang

Fase akhir Trip Report Kereta Api Jayabaya dari Jakarta ke Cepu, apalagi kalo bukan wilayah Daop 4 Semarang. Start dari Stasiun Tegal nyampe akhir perjalanan di Stasiun Cepu. Inilah jalur lokalannya Daop 4 Semarang. Sayang pas masuk sini hari udah malam, cuma dapat view Gunung Slamet, selain stasiun yang dilewatin.

Akhirnya sampe juga di etape terakhir perjalanan panjang Jakarta-Cepu menelusuri jalur Pantai Utara Pulau Jawa. Buat orang yang kebiasaan lewat selatan, ini jadi pengalaman pertama sekaligus nggak akan pernah terlupakan. Pasalnya cuma 2 kereta dari Bandung yang lewat jalur utara, yakni Kereta Api Ciremai Ekspres dan Kereta Api Harina. Selebihnya lewat jalur selatan.

Continue reading Trip Report Kereta Api Jayabaya 3: Tiba di Daop 4 Semarang

Advertisements
Posted on

KRD Shinko MCW 302: KRD Patas Bandung Raya Termasuk Legendaris

Bukan tanpa alasan admin ngeganti logo Lodaya Bandung jadi KRD Shinko MCW 302. Armada tersebut termasuk jajaran kereta legendaris di Daop 2 Bandung di katagori lokalan. Termasuk satu yang pernah dinas sebagai KRD Patas Bandung Raya (Non-AC). 

Jadi nggak semata-mata pengen beda sama yang lain. Atau lebih dari itu sok ikut-ikutan “anti puongs-puongs club”. Ya memang nggak sedikit yang kurang begitu suka sama lokomotif CC 206 alias si Puongs yang kini jadi penarik kebanyakan kereta unggulan. Bahkan di Daop 2 Bandung, semua kereta unggulan ditarik CC 206, termasuk Kereta Api Argo Wilis dan Kereta Api Mutiara Selatan yang sebelumnya pake CC 203.

Di antara alasan nggak terlalu suka si Puongs gara-gara nggak bisa ngeluarin “wedhus gembel” alias “kobong”. Karena itu cuma bisa dilakuin CC 203. Padahal untuk jalur pegunungan atau narik rangkaian panjang, lebih-lebih kereta barang, si Puongs lebih cocok untuk tugas ini. Makanya sekarang di Daop 2 Bandung CC 203 lebih banyak dinas kereta api lokalan dan kereta api ekonomi.

Continue reading KRD Shinko MCW 302: KRD Patas Bandung Raya Termasuk Legendaris

Posted on

Trip Report Kereta Api Jayabaya 2: Gunung Ciremai Diselimuti Awan

Cirebon ke Tegal memang nggak terlalu jauh, meski demikian kita bisa menikmati pemandangan Gunung Ciremai dari kejauhan selepas Stasiun Cirebon Prujakan (CNP). Fase kedua Trip Report Kereta Api Jayabaya melewati view itu meski gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut diselimuti awan. 

Lanjutin postingan sebelumnya, Trip Report Kereta Api Jayabaya 1: Jakarta ke CIrebon, kita udah nyampe di Stasiun Cirebon Prujakan (CNP). Artinya tanpa terasa 1/3 perjalanan udah dilewati mulai dari Stasiun Jakarta Pasar Senen (PSE), nyempet berhenti di Stasiun Karawang (KW), Cikampek (CKP) dan Jatibarang (JTB) dengan 2 spot yaitu kuburan kereta afkir Stasiun Cikaum dan Sungai Cimanuk.

Di fase pertama itu kereta api Jayabaya BLB di Stasin Cirebon Kejaksaan (CN). Kenapa BLB? Nungguin antrian masuk Stasiun Cirebon Prujakan (CNP). Kereta Api Jayabaya nggak punya jadwal berhenti di Kejaksaan. Satu-satunya kereta api ekonomi yang berhenti di situ cuma Kereta Api Singosari (Pasar Senen-Blitar). Setelah BLB Selama kurang lebih 7 menit, kereta langsung bergerak ke Stasiun Cirebon Prujakan (CNP).

Continue reading Trip Report Kereta Api Jayabaya 2: Gunung Ciremai Diselimuti Awan

Posted on

Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Dibanding logo terhadulu, logo baru Lodaya Bandung punya nilai lebih karena betul-betul kreasi sendiri. Karena si badut “Puongs” dkk udah terlalu mainstream, akhirnya dipilihlah “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Armada yang cukup legendaris di Bandung karena pernah dinas sebagai KRD Bandung Raya. Selain itu pemilihan juga didasari inspirasi sama KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang. 

Logo baru semangat baru. Ya itulah alasan kenapa Lodaya Bandung udah lama banget kepengen punya logo baru menggantikan yang lama. Emang ada apa sama logo lama? Bukannya itu justru yang jadi latar belakang Lodaya Bandung? Memang betul, logo lama itu Kereta Api Lodaya lagi ditarik lokomotif CC 2016. Foto tahun 2017 diambil di JPL 162 Braga.

Asalnya logo lama dari foto terus diedit hingga jadilah logo resmi Lodaya Bandung sepanjang tahun 2017 sampe masuk awal-awal 2018. Cuma karena sekarang Kereta Api Lodaya udah ada perubahan. Meski masih dioperasiin Daop 2 Bandung, keretanya sekarang punya Dipo Solo Balapan (SLO), termasuk rangkaian kereta api eksekutif-nya bekas Kereta Api Gajayana yang jadi terbaik ke-2 setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Perubahan ini bikin admin mulai kepikiran sama logo baru, mengingat logo lama udah nggak representatif lagi. Iyalah itukan rangkaian lama. Kereta Api Eksekutifnya aja angkatan 60-an. Jadul banget.

Continue reading Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Posted on

Trip Report Kereta Api Jayabaya 1: Jakarta ke Cirebon

Trip report Kereta Api Jayabaya bagian pertama dari perjalanan Jakarta ke Cepu tanggal 29 April 2018. Di fase pertama, sang pelopor livery selendang pecut ini berhenti di Stasiun Karawang, Stasiun Cikampek, Stasiun Jatibarang dan Stasiun Cirebon Prujakan. Tumpukan kereta afkir dan Sungai Cimanuk jadi pemandangan menarik. 

Dreams come true, sama kaya kesampeannya keinginan nyobain kereta baru K1 18 Stainless Steel tempo hari, ngejajal kereta api ekonomi AC angkatan 2014 ke bawah jadi impian lainnya. Maklum nggak ada di Daop 2 jadi kalo mau nyoba mesti ke Jakarta atau Purwokerto dulu. Alhamdulillah di tanggal 29 April 2018 admin berkesempatan ngejajal sang pelopor livery selendang pecut, Kereta Api Jayabaya.

Continue reading Trip Report Kereta Api Jayabaya 1: Jakarta ke Cirebon