Posted on

Nasib Bekas KRD Patas Non AC Bandung Raya (KRD Shinko/MCW 302)

Dulu jadi andalan wargi Bandung yang pengen cepat nyampe di tujuannya. Sejak pemberlakuan single operation, armada KRD Shinko/MCW 302 otomatis dikandangin di Dipo Lokomotif Bandung, sebelum akhirnya dirubah jadi Rail Clinic 1-3. Sekarang tinggal nyisa 2 kereta saja. Nasib bekas KRD Patas Non AC Bandung Raya jadi cuma sebatas langsiran aja antara Dipo dan Stasiun Bandung. 

Sebelum dikandangin, KRD Patas Non-AC Bandung Raya dinas bawa 2 trainset, yakni rangkaian asli yang udah lama dinas sebagai KRD Patas ditambah ex-KRD Bumi Geulis mutasi dari Daop 1 Jakarta. Kereta ini jadi andalan wargi Bandung yang pengen cepat nyampe di tujuan tapi tarifnya masih terjangkau. Ya, dulu memang ada 3 pilihan: Kereta Api Lokal Bandung Raya, KRD Patas Non-AC Bandung Raya, dan KRD Patas AC Bandung Raya.

Bekas KRD Patas Non AC Bandung Raya (KRD Shinko/MCW 302)

Ketiganya dibedain sama tarif, dimana tarif Kereta Api Lokal Bandung Raya (sebagian besar masih pake gerbong ex-KRD Shinko/MCW 301) disubsidi sehingga sangat murah, antara Rp 1.500-Rp 2.500 sekali jalan. KRD Patas Non AC dipatok Rp 7.000,00 sekali jalan, dan yang AC Rp 15.000,00. Tarif KRD Patas nggak pake subsidi.

Khusus KRD Shinko/MCW 302 yang didinasin sebagai KRD Patas Non-AC Bandung Raya, kereta ini jauh lebih handal kalo dibandingin sama KRDE ex-Holec yang juga pernah dinas sebagai Patas Non-AC. KRD Shinko/MCW 302 terbilang jarang trouble kalo dibandingin sama saudaranya yang dulunya KRL Holec, meski dari usia jauh lebih tua. Trouble memang ada, tapi nggak sesering Holec.

Single Operation

Pertengahan tahun 2014, PT. KAI Daop 2 Bandung melakukan penyeragaman pola operasional Lokalan Bandung Raya jadi cuma Kereta Api Lokal Bandung Raya aja. Boleh jadi penyeragaman ini karena semua kereta K3 yang dipake lokalan. termasuk ex-Shinko/MCW 301, udah dilengkapi AC. Ditambah lagi ada mutasi dari Daop 8, bekas Kereta Api Penataran Ekspres.

Pemberlakuan Single Operation otomatis menjadikan KRD Patas AC dan KRD Patas Non-AC Bandung Raya dihapus dari Gapeka. Beruntung untuk armada Patas AC masih tetap bisa dinas sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya, tapi nggak buat KRD Shinko/MCW 302 karena belum dilengkapi AC. Jadilah kereta ini dikandangin di Dipo Lokomotif Bandung.

Dimodifikasi jadi Rail Clinic.

Sebagai bagian dari Program CSR, PT.KAI memperkenalkan Rail Clinic atau semacam kereta klinik berjalan di tahun 2015. Rail Clinic 1 mengambil armada KRD Shinko/MCW 302 yang sebelumnya dinas sebagai KRD Patas Non AC Bandung Raya livery “ultraman” (biru stripping merah). Dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dikondisikan jadi Rail Clinic, yang didalamnya ada fasilitas berobat/konsultasi biasa, periksa gigi, sampe pemeriksaan kehamilan.

Awalnya Rail Clinic 1 dinas di Pulau Jawa, sebelum akhirnya dimutasi ke Pulau Sumatera dan kini menghuni Dipo Medan (MDN). Sukses Rail Clinic 1, PT.KAI bikin lagi Rail Clinic 2 (16 September 2016-10 Desember 2016) dan Rail Clinic 3 (14 November 2016-28 Februari 2017). Dua Rail Clinic tersebut ngambil armada bekas KRD Bumi Geulis yang sempat ikut dinas sebagai KRD Patas Non-AC Bandung Raya.

Beda sama Rail Clinic 1 yang sempet dinas di Pulau Jawa, Rail Clinic 2 dan Rail Clinic 3 langsung diresmikan dan dinas di Pulau Sumatera. Masing-masing Divre 3 Palembang (Rail Clinic 2) dan Divre 4 Tanjungkarang (Rail Clinic 3). Setelah semua bekas armada KRD Patas Non-AC Bandung Raya dimodifikasi jadi Rail Clinic, otomatis tinggal nyisain 2 kereta aja yang masih tersimpan di Dipo Lokomotif Bandung hingga kini.

Nasib KRD Shinko/MCW 302 tersisa ini memang jauh lebih baik daripada KRDE Holec, atau gerbong ex-KRD Shinko/MCW 301 yang sekarang “konservasi” di Stasiun Cimahi dan emplasmen Stasiun Bandung. Armada sisaan ini masih bisa jalan meski sebatas langsiran aja dari Dipo ke stasiun.

Belum jelas apakah KRD Shinko/MCW 302 ex-KRD Patas Non AC Bandung Raya bakal senasib sama gerbong ex-KRD Shinko/MCW 301 dikonservasi, KRDE Holec yang dikebunkan, atau lebih dari itu dirucat. Ya mudah-mudahan aja jangan sampe dirucat. Kalo masih bisa buat langsiran, kereta penolong, atau logistik antar Dipo lebih bagus, tapi misalnya mesin udah nggak kuat bagusnya buat kereta edukasi aja kaya KRL Toei 6000 Series di Depok.

 

Advertisements

Leave a Reply