Posted on

Mengambil Pelajaran dari Tragedi Petarukan

Tragedi Petarukan, 2 Oktober 2010, terjadi karena Kereta Api Argo Bromo Anggrek nyundul Kereta Api Senja Utama Semarang yang lagi berhenti di Stasiun Petarukan nungguin silangan sama susulan. 36 orang tewas di saat PT. KAI lagi menuju perbaikan.

Nggak banyak yang inget tragedi Petarukan, kecelakaan kereta api di jalur utara Pulau Jawa tepatnya di Stasiun Petarukan Kabupaten Pemalang Jawa Tengah. Boleh jadi mungkin karena korbannya nggak sebanyak Tragedi Bintaro 1 tahun 1987.

Tapi harus diingat, jumlah korban kecelakaan antara Kereta Api Senja Utama sama Kereta Api Argo Bromo Anggrek ini terbesar kedua lho setelah Tragedi Bintaro, sekaligus jadi kecelakaan kereta api paling parah sejak tahun 2001,

Mengambil Pelajaran dari Tragedi Petarukan

Sedikit info, 25 Desember 2001 terjadi tabrakan 2 kereta api di Stasiun Ketanggungan Barat Brebes, Kereta Api Empu Jaya (sekarang Kereta Api Progo) dari Senen ke Jogja tabrak Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan yang lagi berhenti nunggu persilangan. 31 jiwa meninggal dunia dalam PLH Ketanggungan itu (InSyaaAlloh nanti bakal dibahas sendiri).

Second From Disaster

Okay guys, kita balik lagi ke Tragedi Petarukan, kecelakaan di Stasiun Petarukan Kabupaten Pemalang ini terjadi antara Kereta Api Senja Utama Semarang dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek, dimana Kereta Api Senja Utama Semarang lagi berhenti di stasiun itu karena mau disilang sama Kereta Api Senja Kediri dan disusul Kereta Api Argo Bromo Aggrek.

Waktu itu jalur utara Jawa belum semuanya double track. Kebetulan batas antara double track sama single track di Stasiun Petarukan ini. Kereta Api Senja Utama Semarang masuk di jalur 3 (lurus) nunggu disilang sama Kereta Api Senja Kediri terus disusul Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Stasiun Petarukan punya 3 jalur. Jalur 1 dan jalur 2 adalah jalur cabang, sementara jalur 3 adalah jalur lurus atau lacu. Seperti yang udah diinfoin tadi, antara Stasiun Petarukan sampe ke Semarang masih single track sehingga kereta api yang mau lewat petak itu harus gantian.

Mau tau kaya gimana kejadian sampe Kereta Api Senja Utama Semarang disundul dari belakang? Yuk disimak Second from disaster atau detik-detik tragedi petarukan tanggal 2 Oktober 2010:

  • Jam 02.30 WIB, Kereta Api Senja Utama Semarang (Jakarta Pasar Senen-Semarang Tawang) tiba dan masuk jalur 3 stasiun Petarukan. Rencananya rangkaian kereta api yang sekarang udah diganti sama Kereta Api Menoreh ini mau disilang Kereta Api Senja Kediri dari Stasiun Kediri ke Jakarta Pasar Senen sekaligus disusul Kereta Api Argo Bromo Anggrek ke Surabaya.
  • Jam 02.32, Kereta Api Senja Kediri melintas langsung di jalur 2 Stasiun Petarukan. Kebetulan jalur 2 Stasiun Petarukan ini lurus ke double track arah barat, dan disinilah transisi dari single track ke double track ketika itu.
  • jam 02.48, Kereta Api Argo Bromo Anggrek disiapin masuk jalur 1 Stasiun Petarukan tapi entah kenapa rangkaian kereta api elite ini malah melaju kencang nyelonong masuk ke jalur 3 (lurus) Stasiun Petarukan, sementara disitu udah ada Kereta Api Senja Utama Semarang yang tinggal nunggu susulan. Sundulan pun nggak bisa dihindari. Braaaakkkkk, seketika Kereta Api Argo Bromo Anggrek tabrak gerbong belakang (bisnis 9) Kereta Api Senja Utama Semarang. Akibatnya gerbong 9 (K2 91505) hancur nyaris nggak berbentuk, gerbong 8 (K2 91547) terguling, dan gerbong 7 (K2 91506) anjlok. 36 orang tewas dan sekitar 50-an lainnya luka-luka.

Perubahan itu Nggak Gampang

Buat PT. Kereta Api Indonesia (Persero), tragedi Petarukan jelas merupakan pukulan berat, disaat perusahaan lagi berbenah dan melakukan perbaikan di sana-sini bersama direktur barunya waktu itu, Ignatius Jonan (sekarang menteri ESDM). Dua tahun sebelum insiden parah tersebut, di 2008, PT KAI mengalami kerugian sebesar 82,6 Milyar.

Jauh sebelum puncak keterpurukan itu, PT. KAI memang udah sangat terpuruk dan hampir selalu identik sama yang namanya potret buram. Tanda kesuraman itu bisa kita lihat dari kondisi stasiun yang kumuh, banyak dijejalin sama pedagang kaki lima dan nggak jarang diinapin gelandangan, atau bahkan jadi “rumah” buat mereka.

Di atas kereta api pun setali tiga uang, terutama kelas ekonomi. Boro-boro enak dan adem ada AC kaya sekarang. Gerbong ekonomi dulu nyaris selalu bergerak tanpa cahaya lampu alias gelap gulita, dijejalin penumpang sampe ke toilet (guys coba bayangin kamu 8 jam di toilet jorok dan bau pesing itu kaya gimana? Airnya sering nggak jalan).

Belum lagi di stasiun pemberhentian, namanya pedagang asongan, pengamen, sampe gelandangan hilir mudik dengan bebasnya ke rangkaian kereta api. Nggak jarang mereka suka maksa penumpang bayar, belagak ngamen tapi malak.

Ironisnya, penumpang boleh bejubel tapi berkebalikan sama keuangan perusahaan. Alih-alih untung besar yang ada malah sebaliknya, kerugian besar. Terus kemana uang itu masuk? Zaman dulu namanya penumpang tanpa tiket boleh dibilang biasa banget. Sekalinya ada kondektur tinggal kasih duit urusan beres. Duit itu masuk kantong pribadi.

Alhamdulillah, budaya kaya gitu lambat laun mulai dikikis habis tahun 2009 seiring datangnya dirut baru yang membawa semangat perubahan. Tapi mesti diingat, merubah sesuatu yang udah lama rusak itu bukan perkara gampang.

Contohnya Tragedi Petarukan 2 Oktober 2010, itu kejadiannya 2 tahun setelah  perusahaan mengalami kerugian hampir 83M. Menurut kesaksian sejumlah penumpang, kondisi Kereta Api Senja Utama Semarang belum mengalami perubahan berarti. Masih ada penumpang berdiri ditambah hilir mudik pedagang asongan.

Stasiun pun demikian, belum sepenuhnya steril, karena dalam waktu bersamaan juga ada insiden lain di Stasiun Purwosari dimana Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan yang nggak masuk sempurna disenggol kereta api Bima. Kenapa bisa nggak sempurna? Imbas dari kerusuhan supporter bola.

Walaupun ada insiden parah kaya Tragedi Petarukan yang korbannya terbesar kedua setelah Tragedi Bintaro, ternyata nggak menyurutkan langkah PT. Kereta Api Persero bersama Bapak Ignatius Jonan untuk terus berubah. Buah dari kesabaran itu akhirnya terwujud di tahun 2012 ketika PT.KAI mulai nggak lagi jual tiket berdiri dan nggak boleh ada penumpang berdiri.

Begitu juga peron stasiun mulai ditata rapi. Dibersihkan dari mereka yang nggak punya kepentingan, kaya asongan, gembel, dan sejenis. Meski ada perlawanan juga tapi lambat laun mereka nurut juga untuk nggak lagi masuk area stasiun yang dikhususkan calon penumpang.

Di 2013 mulailah secara bertahap rangkaian gerbong kereta api bisnis dan kereta api ekonomi reguler dipasang AC split untuk menambah kenayamanan penumpang. Makanya kenapa kelas ekonomi peminatnya naik salah satunya karena ada AC, jadi soal adem doang nggak harus bayar mahal naik eksekutif kaya dulu.

Jangan heran setiap peak season tiket kereta api ekonomi paling diburu dan nyaris selalu ludes terjual. Misalnya Kereta Api Kahuripan. Kalo nggak jauh-jauh hari harus siap gigit jari.

Oke guys, dari Tragedi Petarukan ini kita bisa ambil pelajaran yakni merubah sesuatu yang udah lama rusak dan hancur itu bukan perkara gampang. Butuh kesabaran dan harus terus-terusan nggak boleh berhenti. Meski banyak tantangan dan batu sandungan.


REFERENSI

Anwariksono. 2010. Detik-Detik Kecelakaan Kereta Senja Utama. Blog Catatan Perjalanan From Indonesia For Indonesia.
https://anwariksono.wordpress.com/2010/10/03/detik-detik-kecelakaan-kereta-senja-utama/

Dipo Lokomotif Mojosari, Sebuah Catatan Perjalanan Kereta Api Indonesia. 2014. Daftar Kecelakaan Kereta Api di Indonesiahttp://www.dipomojosari.com/2014/01/daftar-kecelakaan-kereta-api-di.html

Kantor Berita Politik RMOL.CO. Inilah Versi Resmi Kronologi Tragedi Pemalanghttp://www.rmol.co/read/2010/10/04/5535/Inilah-Versi-Resmi-Kronologi-Tragedi-Pemalang-

Mufti, Asep. 2012. Tragedi di Stasiun Petarukan. Blog Anak Zaman: Mendokumentasi, Menulis, dan Membagi Pengalaman. http://asepmufti.blogspot.co.id/2012/08/tragedi-di-stasiun-petarukan.html

Nugroho, Adhi. 2011. Tragedi Kecelakaan Petarukan. Blog Adhi Nugroho 9D/19. http://railfans9d19.blogspot.co.id/2011/02/tragedi-kecelakaan-petarukan.html

Priyadi, Sugeng. 2010. Tragedi KA Petarukan: Nestapa Tiada Akhir. Kompasiana. http://www.kompasiana.com/sigitsatriopringgondanipriyadi/tragedi-ka-petarukan-nestapa-tiada-akhir_55002e07a333114f7550fcb5

Suara Pembaruan. Kisah Para Penumpang yang Selamat.
http://sp.beritasatu.com/nasional/kisah-para-penumpang-yang-selamat/136

Tim Penerbit Buku LM-FEB UI. 2015. KAI Recipe: Perjalanan Transformasi Kereta Api Indonesia. Jakarta: LM-FEB UI.

Wikipedia. Stasiun Petarukanhttps://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Petarukan

Wikipedia. Tabrakan Kereta Api Petarukan 2010. https://id.wikipedia.org/wiki/Tabrakan_kereta_api_Petarukan_2010


 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.