Posted on

Longsor di Jalur Kereta Api Bogor-Bandung

Senin, 5 Februari 2018, terjadi longsor di petak antara Stasiun Batutulis dan Stasiun Maseng. Kejadian itu otomatis bikin Kereta Api Pangrango untuk sementara waktu berhenti dinas. Inilah salah satu masalah besar di jalur kereta api Bogor-Bandung.

Keberadaan kereta api Bogor-Bandung begitu dinantikan. Pastinya wargi bogor udah pada bosan harus ke Jakarta dulu setiap kali mau ke Bandung naik kereta api. Sebenarnya sih bisa aja naik bus atau angkutan jalan raya lainnya, tapi kamu kan tau sendiri kondisi tol Cikampek sekarang macetnya kaya gimana. Jadilah kereta api begitu di andalin lagi di koridor Bandung-Jakarta.

Penikmat kereta api Bandung-Jakarta bukan cuma warga Jakarta atau Bekasi, tapi juga ada yang dari Bogor dan Tangerang. Harusnya sih penumpang dari Bogor bisa naik kereta api lewat Sukabumi-Cianjur, cuma masalahnya jalur kereta api aktif sekarang baru nyampe Stasiun Cianjur, sementara yang ke arah Padalarang masih dalam proses supaya bisa lebih aman dilalui.

Kereta Api dari Bogor ke Bandung memang udah ada dari zaman penjajahan dulu. Jalurnya nyuguhin pemandangan indah, meski durasi perjalanannya lebih lama daripada lewat jalur yang sekarang (Cikampek-Purwakarta). Mulai pemandangan Gunung Salak, hamparan Sungai Cisadane berarus dan berbatu, sampe terowongan kereta api tertua di Indonesia (Terowongan Lampegan).

Sayang karena bencana alam, rel usang dan kereta yang udah tua, jalur kereta api Bogor Bandung ini mati suri di awal millenium baru. Kereta Api memang sempat menggeliat di sini sekitar tahun 2008 berkat kehadiran KRD Bumi Geulis, meski cuma sampe Sukabumi. Lagi-lagi karena kondisi kereta tua, Bumi Geulis terpaksa pensiun di tahun 2013 sebelum akhirnya digantikan Kereta Api Pangrango.

Nggak lama setelah Kereta Api Pangrango dinas, giliran Kereta Api Siliwangi melayani Sukabumi dan Cianjur yang sebelumnya terputus karena longsor di Terowongan Lampegan. Kini, Kereta Api Siliwangi jadi andalan warga Sukabumi dan Cianjur, tarifnya murah cuma Rp 3.000,00. saja.

Beroperasinya Kereta Api Siliwangi membuka harapan baru terhubungnya kembali Bogor dan Bandung. Meski saat ini jalur antara Cianjur dan Padalarang masih dalam tahap proses evaluasi kelayakan dari Dirjen Perkeretaapian Kemenhub. Kereta Inspeksi beberapa kali wara-wiri di sini.

Longsor di Cijeruk

Sayang harapan itu untuk sementara menguap lagi. Senin, 5 Februari 2018 terjadi musibah longsor di Cijeruk yang juga mutusin jalur kereta api dari Bogor ke Sukabumi di petak antara Stasiun Batutulis (BTT) dan Stasiun Maseng (MSG). Longsor juga menimbun rumah penduduk yang ada di bawahnya sekaligus makan korban. Untuk sementara waktu jalur belum bisa dilewati, Kereta Api Pangrango pun terpaksa istirahat dulu.

Bukan sekali dua kali terjadi longsor di jalur kereta api Manggarai-Padalarang yang legendaris. Tercatat longsor sempat bikin jalur Sukabumi-Cianjur mati suri sampe Kereta Api Siliwangi dinas. Longsor juga yang bikin Kereta Api Kiansantang (Bandung-Cianjur) akhirnya terpaksa batal dinas. Kali ini giliran Kereta Api Pangrango jadi “korban” untuk sementara waktu nggak bisa dinas.

Longsor memang jadi petaka di jalur legendaris ini. Perlu ada pengawasan kaya di jalur Cikampek yang dulu juga beberapa kali pernah longsor dan menghambat perjalanan kereta api Parahyangan, Argo Gede hingga Argo Parahyangan. Inilah kendala terbesar dari upaya reaktivasi jalur Bogor-Bandung secara keseluruhan. Supaya wargi kedua kota bisa langsung tanpa harus transit dulu di Jakarta.

Advertisements

Leave a Reply