Posted on

Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

Dibanding logo terhadulu, logo baru Lodaya Bandung punya nilai lebih karena betul-betul kreasi sendiri. Karena si badut “Puongs” dkk udah terlalu mainstream, akhirnya dipilihlah “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Armada yang cukup legendaris di Bandung karena pernah dinas sebagai KRD Bandung Raya. Selain itu pemilihan juga didasari inspirasi sama KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang. 

Logo baru semangat baru. Ya itulah alasan kenapa Lodaya Bandung udah lama banget kepengen punya logo baru menggantikan yang lama. Emang ada apa sama logo lama? Bukannya itu justru yang jadi latar belakang Lodaya Bandung? Memang betul, logo lama itu Kereta Api Lodaya lagi ditarik lokomotif CC 2016. Foto tahun 2017 diambil di JPL 162 Braga.

Asalnya logo lama dari foto terus diedit hingga jadilah logo resmi Lodaya Bandung sepanjang tahun 2017 sampe masuk awal-awal 2018. Cuma karena sekarang Kereta Api Lodaya udah ada perubahan. Meski masih dioperasiin Daop 2 Bandung, keretanya sekarang punya Dipo Solo Balapan (SLO), termasuk rangkaian kereta api eksekutif-nya bekas Kereta Api Gajayana yang jadi terbaik ke-2 setelah Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Perubahan ini bikin admin mulai kepikiran sama logo baru, mengingat logo lama udah nggak representatif lagi. Iyalah itukan rangkaian lama. Kereta Api Eksekutifnya aja angkatan 60-an. Jadul banget.

Awalnya Lokomotif CC 206 “Si Puongs”

Kalo ngedesign rangkaian kereta api Lodaya utuh kan berat, ditambah hasilnya juga belum tentu bagus. Mau sekedar tulisan rawan diplagiat orang. Sempet pake logo sementara di video Trip Report Kereta Api Lodaya. Cuma logo itu kayanya juga susah dipertahanin untuk jangka waktu lama. Selain terlalu mirip sama logo salah satu komunitas railfans, juga rawan diplagiat dan nggak mengandung unsur kereta api.

Kepikirlah buat pake lokomotif CC 206 alias “Si Puongs” secara loko ini memang selalu setia mengantar Kereta Api Lodaya wara wiri dari Bandung ke Solo dan sebaliknya. Masalah lain muncul, karena banyak grup dan forum railfans juga pake “si puongs” sebagai logo. Mau pake loko lain kaya CC 201 dan CC 203 ini juga udah banyak yang pake. Meski keduanya juga pernah jadi penarik Kereta Api Lodaya di masa lalu.

Beralih ke Samurai Jepang, KRD Shinko/MCW 302

Barisan lokomotif buatan Amerika Serikat udah sangat mainstream, dan admin pengen yang anti-mainstream. Akhirnya pilihan jatuh ke “Samurai Jepang” KRD Shinko/MCW 302. Pemilihan KRD Shinko/MCW 302 sebagai logo baru Lodaya Bandung bukan tanpa alasan. Armada ini lumayan legendaris di Daop 2 Bandung. Dulu pernah jadi armada Kereta Api Lokal Bandung Raya (KRD Bandung Raya) dan KRD Patas Bandung Raya.

Memang sekarang nggak ada lagi armada KRD Shinko/MCW 302 yang dinas di koridor Bandung Raya. Ada sih 2 kereta tersisa tapi dinasnya terbatas banget cuma di Dipo Induk Bandung (BD) buat keperluan logistik dan langsiran. KRD Shinko/MCW 302 tersisa itu nggak lagi angkut penumpang. Perannya sebagai KRD Patas Bandung Raya udah diambil alih.

KA Kedungsepur Semarang.

Pemilihan KRD Shinko/MCW 302 makin diperkuat setelah admin ngetrip naik Kereta Api Jayabaya dari Jakarta ke Cepu tanggal 29 April 2018 kemarin. Ketika kereta berhenti di Stasiun Semarang Poncol (SMC), KA Kedungsepur Semarang yang pake armada ini baru masuk stasiun buat turunin penumpang dan siap pulang kandang ke dipo SMC.

Nah armada KRD Shinko/MCW 302 yang dipake KA Kedungsepur Semarang ini boleh dibilang jadi satu-satunya yang masih dinas buat ngangkut penumpang, setelah spesies sejenis banyak yang udah dimodifikasi, terbatas jadi kereta pelangsir kaya di Bandung, atau lebih apes lagi dirucat. Makin mantaplah buat pilih KRD Shinko/MCW 302 dijadiin logo baru Lodaya Bandung.

Alhamdulillah per hari ini, logo baru udah mulai dipake di blog ini dan Channel YouTube. Inspirasi KRD Patas Bandung Raya (jaman old) dan KA Kedungsepur Semarang.

Advertisements

One thought on “Logo Baru Inspirasi KRD Patas Bandung Raya dan KA Kedungsepur Semarang

  1. […] Library. KRD Shinko MCW 302 yang masih rutin dinas sebagai kereta angkutan penumpang kini tinggal KA Kedungsepur aja, di rute Semarang Poncol (SMC)-Ngrombo […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.