Posted on

Ketika Livery Selendang Pecut Menghampiri Kereta Api Lodaya

Kereta Api Lodaya termasuk yang agak telat kebagian dan baru di pertengahan 2016 Livery Selendang Pecut menghampirinya. Meski untuk rangkaian khusus Lebaran masih pake Livery lama.

 

Entah kenapa admin pengen banget bikin tulisan tentang Livery Selendang Pecut yang kontroversial itu. Kenapa disebut kontroversial, sebab kehadirannya bikin pro dan kontra terutama di kalangan pecinta kereta api. Ada yang bilang bagus, oke-oke aja, tapi nggak sedikit yang mencibirnya dan nyebut masih lebih bagus livery lama.

Beda di Pintu

Kebayakan yang nggak begitu suka sama livery selendang pecut bilang susah ngebedain mana kelas eksekutif, bisnis dan ekonomi. Karena warna dan eksterior gerbongnya sama semua. Warna putih berselendang pecut.

Sebenarnya kita masih bisa ngebedain mana kelas eksekutif (K1), kelas bisnis (K2) dan kelas ekonomi (K3). Bedanya ada di pintu. Asal pintunya warna biru berarti itu kelas eksekutif. Warna abu-abu buat kelas bisnis (K2) dan kalo pintunya orange nggak salah lagi itu kelas ekonomi (K3).

Tapi ada pengecualian buat Kereta Api Jayabaya yang jadi pelopor livery selendang pecut. Meski kelasnya ekonomi, warna pintunya malah biru layaknya eksekutif, bukan warna orange yang lekat sama kelas ekonomi (K3) baik ekonomi reguler atau ekonomi plus, gerbong 80 atau 106 penumpang.

Telat di Kereta Api Lodaya

Livery Selendang Pecut mulai dipake tahun 2015 tapi memang belum semua kereta api kebagian. Salah satunya kereta api Lodaya rute Bandung-Solo Balapan. Rangkaian kereta api yang dulunya bernama Senja Mataram ini termasuk yang telat kebagian livery yang punya nama lain kesepakatan tersebut.

Kereta Api Lodaya baru pake livery selendang pecut di awal 2016, itupun baru sebagian kelas eksekutif, sementara kelas bisnisnya sebagian besar masih pake yang lama. Baru di pertengahan tahun 2016 semua gerbong Kereta Api Lodaya udah livery selendang pecut.

Tapi ada pengecualian untuk rangkaian Kereta Api Lodaya Tambahan Lebaran 2016 dimana liverynya masih pake yang lama dan belum kebagian selendang pecut. Keliatan juga sih bedanya sama yang reguler waktu itu. Rangkaian gerbong kereta api Lodaya yang reguler selain pake livery selendang pecut, gerbongnya juga udah disalonisasi jadi lebih kinclong.

Sementara yang dipake di Kereta Api Lodaya Tambahan Lebaran 2016 itu selain masih livery lama juga gerbongnya masih belum disalonisasi. Mungkin buat rangkaian cadangan kalo ada apa-apa sama rangkaian regulernya.

Tapi sekitar bulan November 2016, rangkaian yang dipake Kereta Api Lodaya Tambahan Lebaran 2016 udah dipakein livery selendang pecut, dan sempat dijalanin sebagai pengganti Kereta Api Argo Parahyangan 29 waktu rangkaian utamanya mengalami keterlambatan parah akibat gangguan sinyal di Stasiun Karawang.

Waktu itu Kereta Api Argo Parahyangan udah pake gerbong ekonomi K3 2016. Cuma karena cadangannya belum ada jadi aja balik lagi ke kelas bisnis pake rangkaian cadangan itu dengan segala kekurangan yang ada.

So, sekarang udah 2017, udah susah nemuin livery lama karena nyaris semua gerbong udah selendang pecut. Apalagi di Daop 2 Bandung bisa dibilang semuanya udah livery selendang pecut termasuk Kereta Api Lokal Bandung Raya. Yang belum cuma kereta barang sama pangangkut balast he…he…he…

Yang belum kena selendang pecut cuma K3 2012 dan K3 2014 livery ombak biru, termasuk ex-Krakatau. Tapi nampaknya itu juga tinggal tunggu waktu buat dipecutin.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *