Posted on

Ketika Kereta Api Argo Hanya Sekedar Nama

Kereta Api Argo Parahyangan Premium meluncur di bulan Agustus 2017 bawa rangkaian gerbong ekonomi premium K3 2017 full. Kelasnya ekonomi meski dikasih label premium. Makin jelaslah sekarang Kereta Api Argo hanya sekedar nama

“Eta terangkanlah ….?!” Kalimat singkat yang lagi nge-trend plesetan dari lagu religi-nya Mas Opick berjudul Husnul Khotimah. Eta terangkanlah boleh jadi cocok buat Kereta Api Argo yang sekarang makin kehilangan identitas aslinya. Padahal dulu identik sama kereta api kelas elite nan mewah melebihi eksekutif satwa (standard).

Kereta Api Argo mulai dikenalin ke publik di tahun 1995 saat 2 rangkaian: Kereta Api Argo Gede rute Bandung-Jakarta dan Kereta Api Argo Bromo Surabaya-Jakarta mulai dinas. Waktu itu keduanya jadi kereta elite bahkan mengalahkan kereta api eksekutif legendaris sekelas Bima yang udah beroperasi dari tahun 1960-an.

Layanannya benar-benar ekslusif dan beda sama kelas eksekutif standard. Minimal dapat snack atau makanan gratis di jarak jauh. Pokoknya harga yang terbilang mahal ketika itu sebanding sama layanan dan kenyamanannya.

Sukses Argo Bromo dan Argo Gede, kemudian nyusul meluncur Kereta Api Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Muria, Argo Wilis dan Argo Sindoro dengan layanan nggak jauh beda sama pendahulunya. Malah beberapa tahun kemudian Argo Bromo dikembangin lagi jadi Argo Bromo Anggrek.

Mulai Jadi Campuran

Sayang hak ekslusif itu mulai pudar di tahun 2010 saat Kereta Api Argo Parahyangan diluncurkan untuk meneruskan kiprah pendahulunya, sang legenda Parahyangan yang harus pensiun akibat okupasi minim.

Sejatinya Kereta Api Argo Parahyangan adalah Kereta Api Argo Gede, karena awalnya PT.KAI memang kepengen jalanin Argo Gede aja dan agar pengguna kereta api bisnis tetap terlayani pasca Kereta Api Parahyangan pensiun, beberapa perjalanan Argo Gede rencananya ditambahin 1-2 kelas bisnis.

Cuma karena pelanggan Parahyangan nggak mau kehilangan, akhirnya PT.KAI merubah nama Argo Gede jadi Argo Parahyangan, dimana dalam satu rangkaian terdiri dari 3-4 gerbong eksekutif argo ditambah 2-3 gerbong bisnis, dan restorasi. Jadilah Kereta Api Argo Parahyangan yang pertama jadi campuran eksekutif dan bisnis.

Bahkan satu perjalanan fakultatif benar-benar nggak pake rangkaian argo, tapi pake gerbong eksekutif standard (satwa) ex-Parahyangan. Mulailah Kereta Api Argo pelan-pelan hanya sekedar nama.

Dipake di Kereta Api Eksekutif Reguler.

Mulai 2010 sampai sekarang, gerbong-gerbong yang biasanya dipake sama kereta api Argo mulai dipake dan dibawa Kereta Api Eksekuif Reguler, contoh Kereta Api Turangga, sejatinya eksekutif reguler tapi dalam perkembangannya malah jadi sekelas argo. Begitu juga Kereta Api Bima yang akhirnya pake rangkaian eksekutif argo bukan lagi satwa.

Banyak gerbong eksekutif satwa keluaran tahun 1960-an sampai 1980-an juga dimodifikasi jadi mirip kereta api argo, misalnya jendelanya dibikin agak lebar dan ada single seat yang tadinya hanya milik kereta api argo.

Mulai Gandeng Kelas Ekonomi Hingga Full Ekonomi

Kejutan terjadi di 2016 saat gerbong ekonomi plus K3 2016 diperkenalkan. Rencana awal K3 2016 bakal gantiin kereta api bisnis, makanya dipake di Kereta Api Mutiara Selatan, Kereta Api Fajar Utama Jogja dan Kereta Api Senja Utama Jogja.

Ternyata itu nggak berlangsung lama. Interior K3 2016 boleh aja digadang-gadang rasa eksekutif tapi ternyata jarak antar kursinya sempit, jadi mirip bus bumel, dianggap nggak cocok buat perjalanan diatas 4 jam.

Akhirnya 3 rangkaian di atas dibalikin ke kelas bisnis, sementara K3 2016-nya dialokasi ke Kereta Api Argo Parahyangan, Kereta Api Cirebon Ekspres, Kereta Api Sancaka dan Kereta Api Tegal Bahari. Semuanya gantiin kelas bisnis. Maka dimulailah era baru Kereta Api Argo bawa gerbong ekonomi, lagi-lagi Kereta Api Argo Parahyangan.

Jelang Lebaran 2017, gerbong ekonomi premium K3 2017 diperkenalkan ke publik. Penyempurnaan dari versi sebelumnya K3 2016, dimana jarak antar kursi nggak lagi sempit malah sandaran bisa diatur meski masih paten (nggak bisa dibolak-balik kaya bisnis atau eksekutif).

K3 2017 mulai memainkan debutnya sebagai kereta api tambahan kloter-2 yang semuanya berangkat dari Jakarta. Di saat yang sama, karena musim lebaran yang barengan sama libur panjang sekolah, PT. KAI meluncurkan kereta api Argo Parahyangan Tambahan yang rangkaiannya pake idle Mantab Premium.

Itulah pertama kalinya Kereta Api Argo bawa rangkaian Full ekonomi, meski kelas premium setara bisnis. Bahkan di bulan Agustus 2017 kelihatannya K3 2017 mulai dioperasikan secara reguler sebagai Kereta Api Argo Parahyangan Premium meski nomornya masih Fakultatif.

Bedanya sama waktu masih tambahan lebaran, Kereta Api Argo Parahyangan Premium berangkat dari Stasiun Gambir, sebelumnya dari Stasiun Pasar Senen karena pake idle Mantab Premium.

Kini makin jelaslah kereta api argo hanya sekedar nama atau mungkin tinggal nama. Secara Kereta Api Argo Parahyangan Premium kemungkinan bisa beroperasi secara reguler. Okupasinya juga bagus, malah di weekend 9 gerbong yang ada full semua.

“Eta Terangkanlah ….???” Kayanya nggak perlu lagi dah ….lebih-lebih buat kereta api argo …bukan cerita baru …..sebelumya pernah ada Argo Peuyeum yang kelasnya bahkan lebih rendah (sekelas bumel) sekalipun bukan nama resmi. Terus masih ada Argo Puro julukan lain dari Kereta Api Sri Tanjung Lempuyangan-Banyuwangi kelas ekonomi reguler.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.