Posted on

Ketika KA Eksekutif Argo dan KA Eksekutif Satwa Tak Lagi Beda

Nggak gampang ngebedain mana KA Eksekutif Argo dan KA Eksekutif Satwa sekarang. Mulai dari eksterior dan interior semuanya nyaris sama dan tak lagi beda.

Dulu memang gampang banget bedain mana KA Eksekutif Argo dan mana KA Eksekutif Satwa, terutama di era Perumka. Sedikit info, KA Eksekutif Argo pertama kali diperkenalkan ke publik di tahun 1995 saat peluncuran Kereta Api Argo Bromo rute Jakarta Gambir-Surabaya dan Kereta Api Argo Gede (Jakarta Gambir-Bandung).

Peluncuran 2 KA Eksekutif Argo tadi juga bersamaan sama diperkenalkannya lokomotif CC 203 untuk pertama kalinya, lokomotif buatan General Electric yang dirakit di Indonesia. Lokomotif yang justru sekarang lebih banyak narik Kereta Api Ekonomi bahkan Kereta Api Lokalan.

KA Eksekutif Argo idetik sama kemewahan dan kenyamanan yang lebih dibanding KA Eksekutif Satwa yang ada pada umumnya. Dari sisi interiornya aja beda banget. Udah itu pintu gesernya juga semi-otomatis, beda sama KA Eksekutif Satwa yang masih manual. Sama keberadaan kursi tunggal atau single seat ekslusif di KA Eksekutif Argo.

TV Ditiadakan di KA Eksekutif Satwa

Masuk era PT.KAI di tahun 2002, beberapa rangkaian kereta api eksekutif satwa mulai meniadakan fasilitas TV, kaya di Kereta Api Parahyangan. Jadi gerbongnya balik lagi kaya di tahun 1980-an yang nggak ada fasilitas TV, jadi cuma kursi 1-1 (rotate reclining seat), toilet dan AC aja fasilitasnya.

Sementara itu KA Eksekutif Argo masih tetap mempertahankan fasilitas yang ada waktu itu, sehingga tetap diminati penumpang. Penurunan jumlah penumpang Kereta Api Parahyangan saat jalan tol Cipularang mulai dibuka tahun 2004 boleh jadi karena di kelas eksekutifnya udah nggak ada lagi TV.

Karena nggak ada TV, sebagian penumpang merasa perjalanan jadi agak membosankan. Dianggap nggak ada beda sama kelas bisnis yang waktu itu belum ber-AC, cuma bedanya eksekutif pake AC dan kursi sedikit lebih nyaman aja.

Walaupun tol ada dan banyak penumpang kereta api pindah ke travel, Kereta Api Argo Gede malah tetap diminati. Itu karena fasilitasnya nggak ada yang berkurang sedikitpun. Malah di tahun 2002 pake gerbong terbaru keluaran tahun itu.

Mulai Susah Bedain

Sampe tahun 2013 paling nggak kita tau dimana letak perbedaan KA Eksekutif Argo dan KA Eksekutif Satwa. Dari sisi eksterior bisa dibedain, mana argo dan mana satwa. Asal eksteriornya didominasi abu-abu bergelombang berarti itu KA Eksekutif Argo. Tapi kalo warnanya biru kaya kelas bisnis, itu KA Eksekutif Satwa.

Pada saat livery kesepakatan alias livery selendang pecut mulai diperkenalkan tahun 2014 di Kereta Api Jayabaya rute Jakarta Pasar Senen – Malang via Surabaya Pasar Turi, mulailah kita susah bedain mana KA Eksekutif Argo atau KA Eksekutif Satwa. Semua livery kelas eksekutif diseragamkan pake selendang pecut warna pintu biru.

Bagitu juga dari sisi interior, fasilitas TV mulai dibalikin lagi di beberapa gerbong KA Eksekutif Satwa, misalnya di Kereta Api Lodaya yang sebelumnya nggak ada TV sekarang jadi ada lagi.

Kursinya juga sama, rangkaian KA Eksekutif Satwa juga mulai ada yang punya kursi tunggal alias single seat layaknya kereta api argo di zaman dulu. Bahkan yang lebih ekstrem lagi, rangkaian gerbong sering ditukar-tukar, ada kalanya KA Eksekutif Satwa tapi malah pake gerbong KA Eksekutif Argo. Begitupun sebaliknya.

Contoh di tetangga kita, Daop 1 Jakarta, antara Kereta Api Argo Dwipangga dan Kereta Api Argo Lawu yang notabene KA Eksekutif Argo rangkaiannya malah sama kaya Kereta Api Sembrani dan Kereta Api Gajayana sebagai KA Eksekutif Satwa. Sama-sama pake K1 2016.

Makanya jangan heran kalo sekarang Kereta Api Argo jadi cuma nama doang, karena rangkaian gerbongnya nggak jauh beda sama yang lain. Malah ada yang kelasnya full Ekonomi Premium  dan full kelas bisnis, sebut aja Kereta Api Argo Parahyangan Premium dan Argo Parahyangan Tambahan Fakultatif.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *