Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (5): KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC

Sempat disinggung di postingan tentang Timbul Tenggelam Kereta Api Cisadane (dan KRL Cisadane Ekspres), rasanya kurang afdhol kalo nggak sekalian dibahas khusus KRL JR East 103, KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC yang notabene jadi salah satu Kereta Jepang di Indonesia. KRL ini sekarang udah nggak lagi dinas dan dirucat di Stasiun Cikaum. 

KRL JR East 103 awalnya dikira dinas KRL Cisadane Express rute Manggarai-Tangerang di zamannya Divisi Jabotabek. Cuma setelah dikaji literatur lebih dalam ternyata lebih sering dinas KRL Benteng Ekspres di Jakarta Kota (JAKK)-Tangerang (TNG). KRL Cisadane Express sendiri pake Toei 6000 Series, termasuk yang kabin rakitan kaya 6227F “Lohan”. Kalopun (mungkin) pernah pake KRL JR East 103 itu sangat jarang.

KRL JR East 103 KRL Rheostatik Mild Steel Ber AC

KRL Rheostatik Mild Steel Ber-AC.

Secara fisik, tampilan KRL JR East 103 ini mirip sama KRL Rheostatik Mild Steel yang datang tahun 1976 hingga 1984, terutama di bagian mukanya. KRL ini diproduksi bersama Kawasaki, Nippon Sharyo, Tokyu Car, dan Teikoku tahun 1976-1980. Diliat dari tahun produksinya memang sama kaya KRL Rheostatik Mild Steel jadi bisa dibilang masih sodaraan.

Cuma bedanya yang Rheos lama dibikin khusus buat dinas di Indonesia dan nggak pernah dinas di Jepang. Adapun yang ber-AC sempat didinasin di Musashino Line. KRL JR East 103 jadi satu di antara beberapa kereta Jepang di Indonesia.

Datang tahun 2004 dari Semi Ekspres, Ekonomi AC, hingga KRL Commuter Line

KRL JR East 103 datang di Indonesia tahun 2004 sebanyak 16 unit atau 4 set, dimana 1 set terdiri dari 4 kereta. KRL ini jelas bukan barang baru, tapi bekas dari Jepang. Sebelumnya dinas di Musashino Line. Nggak lama setelah nyampe di Indonesia, KRL JR East 103 langsung dinas KRL Semi Ekspres di jalur Bogor dan Bekasi (masih via PSE). Ada juga yang dinas Depok Ekspres dan Bojonggede Ekspres.

Seiring berjalan waktu, KRL JR East 103 pindah dinas ke jalur Tangerang yang penumpangnya nggak serame Bogor atau Bekasi, dinas KRL Benteng Ekspres rute Jakarta Kota (JAKK)-Tangerang (TNG). KRL JR East 103 pertama dinas masih pake livery orange bawaan Musashino Line. Di 2006, warnanya dirubah jadi kombinasi Kuning-Coklat dan 2008 jadi warna biru-biru muda, dimana tahun 2008 KRL Ekonomi AC mulai diperkenalkan.

Di era KRL Ekonomi AC, armada JR East 103 turut memperkuat armada ini, salah satunya sebagai KRL Ekonomi AC “South Line” rute Depok-Manggarai. Selain itu juga melayani rute Jakarta Kota (JAKK)-Bekasi (BKS) via Pasar Senen (PSE).

Masuk 2009, operasional KRL Jabodetabek beralih dari PT.KAI Divisi Jabotabek ke PT. KRL Commuter Jabodetabek (KCJ). Waktu itu dikenal 3 jenis layanan: KRL Ekspres, KRL Ekonomi AC dan KRL Ekonomi Non-AC. Pola perjalanan masih pake sistem yang lama. Baru di 2011 operasional KRL Ekspres dihapus, semua armadanya dialihkan ke KRL Ekonomi AC yang berubah jadi Commuter Line, dimana KRL JR East 103 masuk di sini.

Nggak lama berselang giliran rute perjalanan KRL disederhanakan jadi 5 rute utama plus 1 rute feeder Jakarta Kota-Kampung Bandan-Tanjung Priok (Pink Line). Disini KRL JR East 103 lagi-lagi mengalami perubahan livery jadi putih dan sering dinas sebagai KRL Feeder Jakarta Kota-Kampung Bandan, juga KRL Commuter Line di lintas Tangerang.

Di saat banyak pelanggan ngeluh soal AC di KRL Commuter Line yang nggak dingin, KRL JR East 103 justru jadi KRL paling adem waktu itu. Memang sempat juga AC-nya mengalami kerusakan dan menjadikannya sauna berjalan. Meski sempat normal lagi beberapa bulan sebelum akhirnya pensiun di tahun 2015.

Pasca pensiun, KRL JR East 103 disimpan di Dipo KRL Depok dan Balai Yasa Manggarai, sebelum akhirnya dikirim ke Stasiun Cikaum dan dirucat di sana, bersama kereta-kereta afkir lainnya.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.