Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series

Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini boleh jadi legendanya KRL AC di Jabodetabek. Status hibah ketika didatengin dan langsung dioperasiin sebagai ekspres, KRL Toei 6000 series kini telah pensiun semuanya. 

KRL Toei 6000 Series sejatinya bukan barang baru, tapi lebih pas disebut bekas, karena sebelum dinas di Jabodetabek udah pernah dinas di Jepang dari tahun 1968 di jalur Toei Mita Line. Awalnya KRL ini nggak ber-AC dan baru dipasang di tahun 1989. Seiring berjalan waktu, KRL Toei 6000 Series dianggap nggak lagi relevan sama perkembangan zaman, hingga akhirnya berhenti dinas tahun 1999.

KRL Toei 6000 series dijual ke operator lain di Jepang dan dihibahin ke PT. Kereta Api Indonesia. Inilah yang paling fenomenal, datang dan dinas di Indonesia berstatus KRL hibah. Sedikit cerita, ternyata dibalik hibah ini ada peran Kaisar Jepang, Akihito, yang prihatin sama kondisi transportasi kereta api perkotaan di Indonesia, khususnya Jabodetabek di era 1990-an, dimana terjadi penurunan kualitas.

Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series

Itu bisa dibuktiin dari seringnya KRL jalan dalam kondisi pintu terbuka lebar karena udah mulai longgar dan susah ditutup. Kemungkinan terlalu sering diganjal sama penumpang. Ditambah lagi keberadaan penumpang di atas atap alias atapers. KRL pun jadi overload. Bisa berdiri aja udah bagus. Jelas sangat berbahaya buat keselamatan penumpang.

Maka jadilah KRL Toei 6000 Series yang udah pensiun itu dihibahin ke Indonesia. Minimal sedikit memperbaiki kualitas layanan dengan adanya AC jadi bikin penumpang lebih nyaman. KRL Toei 6000 Series didategin sebanyak 72 unit, mulai dinas tahun 2000-2001. Inilah kereta Jepang di Indonesia pertama yang statusnya bekas pakai, selain hibah.

Pakuan Ekspres dan Bekasi Ekspres.

Awalnya KRL Toei 6000 series banyak didinasin sebagai KRL Pakuan Ekspres (Jakarta Kota/Tanah Abang-Bogor) dan Bekasi Ekspres (Jakarta Kota/Tanah Abang-Bekasi). Karena jalur Bogor dan Bekasi memang padat penumpang. Otomatis peran KRL Rheostatik Bisnis yang sebelumnya dinas sebagai Pakuan Ekspres dan Bekasi Ekspres tergantikan.

Begitupun KRL Pakuan Utama yang juga pake armada KRL Rheostatik Stainless Steel, meski udah terinstalasi AC di dalamnya —sebelumnya KRL ini dipake buat inspeksi jalur layang Manggarai-Jakarta Kota yang juga mengangkut orang nomor 1 di negeri ini di masanya (you know who lah, yang jelas udah almarhum).

Sampe pada akhirnya cuma tersisa satu rangkaian ekspres non-AC (bisnis/setara bisnis), yakni KRL Ekspres Pantura rute Jakarta Kota-Bekasi via Pasar Senen, pake armada KRL INKA-Hitachi buatan 1997. Belakangan KRL ini ikut pensiun dan rangkaiannya dijadiin KRL Ekonomi. Sempat juga pake KRL Rheostatik Bisnis yang masih tersisa di akhir masa dinasnya (unit inipun akhirnya downgrade jadi ekonomi).

Akhirnya semua lintas Jabodetabek kebagian rangkaian Toei 6000 series. Jalur Serpong (kulon) biasa dilayani 6271F dan jalur Tangerang 6282F meski nggak selalu begitu. Rata-rata KRL Toei 6000 Series dinas sebagai KRL Ekspres karena punya akselerasi bagus.

Kabin Rakitan dan Djoko Lelono 2

Begitu didatang di Indonesia, ternyata ada kereta yang nggak punya kabin masinis sehingga harus dibikin kabin masinis di Balai Yasa Manggarai untuk rangkaian 6177F (espass), 6217F (rakitan), dan 6227F (lohan). Sama satu lagi ada yang cuma 4 kereta yakni gabungan 6151F-6881F yang selamat dari PLH Kebon Pedes (2009) sehingga lahirlah Djoko Lelono 2.

KRL Toei 6000 Series 4 kereta a.k.a. Djoko Lelono 2 sempat dinas di jalur KRL Pertama melayani rute Tanjung Priok-Bekasi sebagai KRL Ekonomi AC. Sampe di era KRL Commuter Line dinas sebagai Feeder Jakarta Kota-Kampung Bandan.

Ngomong-ngomong soal Ekonomi AC, KRL Toei 6000 series lainnya ada juga yang dinas sebagai KRL Ekonomi AC Ciujung (Tanah Abang-Serpong) yakni 6281F. Malah ini jadi pembuka KRL Ekonomi AC dinas di jalur lainnya.

Akhir Masa Dinas

Menjelang akhir masa dinasnya KRL Toei 6000 Series dapet image nggak bagus sebagai ‘sauna berjalan” karena AC yang udah panas dan nggak lagi berfungsi sempurna. Padahal awal kedatangan dan masa dinas di Indonesia, AC di KRL Toei 6000 Series dingin banget, berasa di kulkas gitu. Faktor penurunan kualitas AC memang banyak dipengaruhin usia KRL yang udah tua.

Maklum lah KRL ini sejatinya dinas dari tahun 1968 kalo dihitung sama masa tugasnya di Jepang. Dipasangin AC tahun 1989 berarti itu juga udah lumayan dari segi usia. Ditambah lagi suku cadang mulai susah dicari. akhirnya tinggal tersisa 1 KRL Toei 6000 Series yang masih dinas di 2015, itupun cadangan di Yellow Line/Loop Line (Jatinegara-Bogor via Kampung Bandan).

September 2016 semua KRL Toei 6000 series benar-benar pensiun. Kini bekas KRL Toei 6000 Series bisa ditemuin di Dipo KRL Depok (6121F, 6227F, 6271F, 6161F, 6171F, 6177F) dan Stasiun Cikaum (6201F, 6281F).

 

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.