Posted on

Kereta Api Lokal Cibatuan, Lokalan Rasa KAJJ

Kereta Api Lokal Cibatuan, Lokalan dengan rute Terjauh dan Waktu Tempuh Terlama

Kereta Api Lokal Cibatuan boleh jadi lokalan dengan rute terjauh dan terlama di Indonesia. Rangkaian lokalan yang pernah punya julukan Simandra ini menempuh 6 jam perjalanan dari Purwakarta ke Cibatu. Tapi itu semua terbayar lunas lewat suguhan pemandangan khas Tanah Priangan meski nggak lengkap

Nggak begitu jelas juga kapan lokalan ini mulai dinas. Yang jelas Kereta Api Lokal Cibatuan punya peran lumayan penting karena nggak jarang dijadiin alternatif Baraya Commuters yang biasa beraktivitas di wilayah Kota Bandung tapi tinggal di pinggiran kaya Padalarang dan Cicalengka.

Di koridor Bandung Raya, Kereta Api Lokal Cibatuan memang membantu peran Kereta Api Lokal Bandung Raya. Cuma bedanya kalo yang satunya cuma sebatas di koridor Padalarang-Cicalengka, yang ini bablas sampai ke Cibatu dan Purwakarta.

Dari Cicalengka sendiri memang ada 6 stasiun lagi sebelum nyampe Stasiun Cibatu sebagai tujuan akhir. Antaralain Stasiun Nagreg, Stasiun Lebakjero, Stasiun Leles, Stasiun Karangsari, dan Stasiun Leuwigong. Kecuali Stasiun Lebakjero, Kereta Api Lokal Cibatuan berhenti di stasiun-stasiun tadi.

Lokalan Rasa KAJJ

Jauhnya jarak yang ditempuh dan lamanya waktu perjalanan sampe 6 jam, Kereta Api Lokal Cibatu bisa dibilang Lokalan rasa KAJJ (Kereta Api Jarak Jauh). Itu karena jarak dari Purwakarta ke Cibatu sendiri jauh. Beda sama Purwakarta Bandung, kalo ini okelah bisa disebut lokalan karena nggak begitu jauh.

Secara letak Purwakarta sendiri di tengah-tengah antara Bandung dan Jakarta. Dari waktu tempuhnya aja, Bandung ke Purwakarta 1,5 jam dan Purwakarta ke Jakarta juga 1,5 jam. Kalo ditotal semuanya Bandung Jakarta jadi 3 jam.  Jadi kalo dari Bandung mau ke Jakarta atau sebaliknya udah nyampe Purwakarta, itu artinya udah menempuh setengah jalan.

Adapun di kereta api, coba bandingin sama Kereta Api Serayu yang juga berhenti di Stasiun Cibatu dan Stasiun Purwakarta. Contoh Kereta Api Serayu 216 berangkat dari Stasiun Purwakarta jam 11.00 WIB nyampe di Stasiun Cibatu jam 14.20 WIB.

Lama perjalanan Kereta Api Serayu dari Purwakarta ke Cibatu 3 jam 20 menit, nyaris sama kaya Bandung ke Jakarta naik Kereta Api Argo Parahyangan. Itu juga udah ditambah berhenti di Plered, Sasaksaat, Cimahi dan Kiaracondong.

Memang sih Kereta Api Serayu kan semi ekspres nggak bisa dibandingin sama lokalan atau bumel kaya Kereta Api Lokal Cibatuan yang berhenti di hampir semua stasiun yang dilewatin. Makanya jadi lama, nyaris 6 jam. Dari tiketnya aja udah beda. Kereta Api Serayu Rp 67.000,00 sementara Kereta Api Lokal Cibatuan Rp 8.000,00. Kira-kira 8 kali lipat bedanya.

Ya, bener juga sih, harga mestinya sebanding sama kualitas. Meski sama-sama adem dan ber-AC, tapi Kereta Api Lokal Cibatuan memang lebih lama daripada Kereta Api Serayu. Tinggal balik ke kamunya aja, pengen nyantai dan ngirit atau pengen cepet nyampe tapi bayar jauh lebih mahal.

Cibatuan, Simandra dan Cimandra.

Kereta Api Lokal Cibatuan sejatinya nggak punya nama resmi lho, kalopun ada yang bilang Cibatuan itu cuma kata orang aja, resminya sih KA Lokal. Malah di zaman Perumka punya nama yang lebih unik lagi, Simandra atau Cimandra. Nggak jelas gimana asal usul sampe dinamain kaya gitu.

Apakah nama Simandra atau Cimandra di zaman itu identik sama si Mandra salah satu artis komedi terkenal. Secara di era 90-an bersamaan zamannya Perumka, sosok ini memang lagi naik daun. Keliatannya sih nggak ada kaitannya. Karena si Mandra sendiri asli Betawi sementara Kereta Api Lokal Cibatuan beroperasi di tanah Pasundan.

Memang sih banyak nama-nama nggak resmi di tahun itu. Contoh aja Kereta Api Cianjuran (Lokalan Cianjur) punya nama lain Argo Peuyeum dan Kereta Api Sri Tanjung rute Lempuyangan-Banyuwangi dijulukin Argo Puro.

Balik lagi ke Kereta Api Lokal CIbatuan, sampe sekarang pun meski udah jarang masih ada yang ngasih nama Simandra. Di Wikipedia sendiri nama itu masih dipake. Tapi mesti diingat ya, kalo masih mau pake nama itu tulis Simandra (nyambung) bukan Si Mandra —yang ini mah artis atuh.

Kereta Api Lokal Cibatuan, Cocok Buat yang Suka Berpetualang

Harus diakui, kereta api lokal CIbatuan memang nggak cocok buat mereka yang nyaris selalu dikejar deadline atau buru-buru. Ini lebih cocok buat yang lagi pengiritan sama satu lagi yang suka berpetualang.

Ya, Kereta Api Lokal Cibatuan berangkat dari Stasiun Purwakarta di Kabupaten Purwakarta dengan tujuan akhir Stasiun Cibatu di Kabupaten Garut. Dalam perjalanannya melewati 24 stasiun dan nyaris berhenti di setiap stasiun yang dilewatinya itu. Kecuali beberapa stasiun yang memang nggak melayani penumpang seperti Cisomang dan Lebakjero.

Sepanjang perjalanan kita disuguhin pemandangan indah dan eksotis khas Bumi Parahyangan. Mulai dari Priangan Barat kita akan melewati jembatan Cisomang yang jadi jembatan kereta api tertinggi di Asia Tenggara dan terowongan Sasaksaat yang sampai sekarang masih jadi terowongan kereta api aktif terpanjang di Indonesia.

Lepas dari Stasiun Rancaekek, pemandangan yang dilewatin mulai berubah jadi hamparan sawah. Malah satu stasiun yakni Haurpugur itu posisinya kaya ditengah sawah. Dah nyampe Cicalengka, abis ini mulailah kita menikmati lintasan ekstrem yang jadi salah satu ciri khas Daop 2 Bandung.

Dari Cicalengka ke Nagreg jalur mulai menanjak karena beda ketinggian antara kedua stasiun meski masih sama-sama di wilayah Kabupaten Bandung. Stasiun Cicalengka terletak di ketinggian 689 mdpl sementara itu Stasiun Nagreg di ketinggian 818 mdpl dan sekarang jadi stasiun aktif tertinggi di Indonesia.

Di antara kedua stasiun kita akan melewati Jembatan Citiis yang nggak kalah ekstrem. Disini kita akan melintas jurang yang dalam dan jalan raya lingkar Nagreg di sebelahnya. Seolah-olah kita dibuat melayang. Jembatan ini terletak antara Stasiun Nagreg dan Stasiun Lebakjero, di antara dua bukit, dan setelahnya ada tikungan.

Lanjut kita akan melewati perbukitan Kadungora di sekitar Stasiun Leles, disini lintasan mulai menurun sampai ke Stasiun Cibatu sebagai tujuan akhir. Walaupun nggak begitu lengkap, selengkap kita naik Kereta Api Serayu yang bisa menjelajahi semua Tanah Priangan, suguhan sepanjang perjalanan udah cukup memuaskan mata. 6 jam di jalan jadi nggak berarti.

Note: InSyaaAlloh bersambung ke bagian-2: Kereta Api Lokal Cibatuan alternatif lain Jakarta Bandung (berikut jadwal perjalanan Kereta Api Lokal Cibatuan.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *