Posted on

Kereta Api Lodaya Eksekutif Angkatan 1960-an.

Kereta Api Lodaya memang udah dapat alokasi kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana. Tapi bukan berarti menghapus angkatan 60-an, karena ada kalanya sang macan membawa kereta api eksekutif tua tersebut. Tergantung mana yang siap operasi. 

Buat sebagian dari kamu keberadaan kereta api eksekutif angkatan tua di Kereta Api Lodaya boleh jadi sedikit bikin risih. Bukan apa-apa, pasalnya sang Macan udah dapat alokasi kereta api eksekutif K1 09 ex-Gajayana buatan PT.INKA Madiun yang disebut-sebut terbaik ke-2 setelah Argo Bromo Anggrek.

KERETA API LODAYA EKSEKUTIF ANGKATAN 60 AN -1

Hanya saja perlu digaris bawahi ternyata “pasukan tua” itu masih dibutuhkan. Paling nggak buat armada cadangan kalo-kalo K1 09 butuh perawatan. Karena kalo nggak punya cadangan sang macan udah pasti nggak bisa dinas dan nganterin kamu dari Bandung ke Solo ataupun sebaliknya. Secara Kereta Api Lodaya sendiri dapat alokasi K1 09-nya hanya satu trainset, itu juga dibagi 2 untuk TS genap dari Bandung dan ganjil dari Solo.

Sementara trainset K1 09 lainnya udah punya Kereta Api Purwojaya, Gambir-Cilacap. Itu juga kadang-kadang Kereta Api Purwojaya nyelip satu atau dua kereta api eksekutif selain K1 09, ada kalanya angkatan tua juga yang dibawa. Jadi keberadaan kereta api eksekutif angkatan 60-an sejatinya wajar-wajar aja, karena toh tetap harus ada armada cadangan.

Kereta Api Eksekutif Angkatan 60-an

Kebetulan pas ngetrip bulan Maret kemarin ke Tasikmalaya (TSM), Kereta Api Lodaya 80 bawa 2 kereta api eksekutif jadul angkatan 60-an yakni K1 0 67 15 JAKK dan K1 0 64 16 SLO. Dua kereta ini berasal dari Dipo berbeda, yang satu punya Dipo Jakarta Kota (JAKK) sementara satuya lagi punya Dipo Solo Balapan (SLO). Nggak heran sih kadang ada aja kereta dipo lain nyantol, meski Kereta Api Lodaya punya Dipo Solo Balapan (SLO) dan operator Daop 2 Bandung.

Sekilas K1 0 67 15 JAKK mirip sama K1 0 09 SLO ex-Gajayana yang sekarang jadi armada utama Kereta Api Lodaya Eksekutif. Bedanya K1 0 67 15 JAKK nggak punya single seat, ada rak bagasi, dan kursinya khas banget eksekutif jadul. Keunikan lain angkatan 67 ialah dulunya bekas SBGW-nya Kereta Api Bima.

KERETA API LODAYA EKSEKUTIF ANGKATAN 60 AN -2

Adapun K1 0 64 16 SLO sejatinya sih bukan barang baru di Kereta Api Lodaya, karena waktu keretanya masih punya Dipo Bandung (BD) aja udah sering dibawa. K1 0 64 16 SLO jendelanya mirip sama K3 (ekonomi reguler) malah sebetulnya sih ini upgrade-an dari K3. Untuk dalemannya sih udah jelas ya, khas banget eksekutif jadul.

Padahal di era 1990-an kursinya beludru lho. Cuma sekarang udah pake kulit semua. Mungkin karena cost perawatannya lebih murah.

Tetap Harus Ada Cadangan

Kereta api eksekutif K1 0 09 ex-Gajayana boleh jadi armada utama Kereta Api Lodaya eksekutif. Tapi tetap harus ada cadangan supaya tetap bisa melayani kamu. Karena kalo cuma ngandalin kereta api eksekutif mewah itu apa jadinya pas giliran harus di PA? Kan mau nggak mau harus ada penggantinya.

Terlebih Kereta Api Lodaya cuma kebagian satu trainset, satunya lagi udah punya Kereta Api Purwojaya. Satu trainset ini aja dialokasi ke KA 79, 81 dari Solo Balapan (SLO) dan KA 80.82 dari Bandung (BD). Karena kereta api Lodaya masih ada kelas bisnis (K2). Maka itu harus punya cadangan. Kebetulan yang ada ya tinggal angkatan 60-an, selama masih siap operasi (SO) kenapa nggak dipake aja sekalian.

Secara kereta api eksekutif bekas Senja Utama Solo aja sekarang idle, digantiin sama rangkaian baru berbody stainless steel. Gabungan K1 18 dan K3 18. Sementara K2-nya sebagian dialokasi ke Kereta Api Gumarang.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.