Posted on

Kereta Api Lodaya: Awalnya Full Kelas Bisnis dan Sekarang Masih Ada

Satu diantara rangkaian kereta api yang masih ada kelas bisnis ialah Kereta Api Lodaya saat gerbong legendaris itu pelan tapi pasti mulai menghilang dari peredaran. Rata-rata diganti gerbong ekonomi plus. Keberadaan K3 2017 makin membuatnya terancam.

Tahun lalu kita digegerkan keberadaan gerbong K3 2016 yang digadang-gadang kelas ekonomi rasa eksekutif, malah disebut kenyamanannya melebihi kereta api bisnis yang rata-rata memang udah berumur 30-an. Pernah dicoba di salah satu rangkaian kereta api bisnis, ternyata banyak pelanggannya pada kompalin.

Jarak antar kursi terlalu sempit sampai pada akhirnya dibalikin jadi Full K2 dan sekarang rangkaian itupun berubah jadi eksis (eksekutif-bisnis) layaknya Kereta Api Lodaya.

Awalnya Full Kelas Bisnis

Keberadaan kelas bisnis di Kereta Api Lodaya memang udah berlangsung lama sejak pertama kali dinas 11 Maret 1992 waktu namanya masih Fajar Padjajaran (pagi) dan Senja Mataram (sore), serta rutenya masih cuma sampai Jogja.

Waktu masih dinas sebagai Kereta Api Fajar Padjajaran / Senja Mataram awalnya merupakan rangkaian kereta api bisnis (full kelas bisnis / K2). Beroperasi seperti dulurnya Kereta Api Senja Utama Jogja / Fajar Utama Jogja yang ke Jakarta. Seiring berjalan waktu, gerbong eksekutif ditambahkan, terutama di tahun 2000-an ketika namanya berubah jadi Kereta Api Lodaya dan rutenya diperpanjang sampai Solo.

Kelas bisnis di Kereta Api Lodaya peminatnya cukup besar dimana harga tiket kereta api Lodaya kelas bisnis masih terjangkau di kalangan budget traveler, yakni batas bawah Rp 140.000,00 ,batas atas Rp 215.000,00 dan tarif tengahnya di Rp 165.000,00 dan Rp 190.000,00. Dibanding kelas bisnis di kereta api lainnya yang juga ke Jogja / Solo, Kereta Api Lodaya bisnis paling murah.

Terancam K3 2017

Masuk bulan Juni 2017, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lagi-lagi meluncurkan gerbong ekonomi baru K3 2017 yang merupakan penyempurnaan dari seri sebelumnya K3 2016. Bedanya K3 2017 ini jarak antar kursinya sedikit lebih luas dan kursinya reclining seat, bisa distel sandarannya. Beda sama versi sebelumnya yang benar-benar paten.

Rangkaian Gerbong K3 2017 ini malah udah dites di Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan dan bakal dijalanin sebagai kereta api ekstra lebaran untuk rute ke Jakarta Pasar Senen mengingat peminat kereta api dari Jakarta yang sangat tinggi dan banyak dari mereka belum kebagian tiket.

Nah, yang jadi pertanyaan besar sekarang, misalnya masa arus mudik dan balik Lebaran 2017 udah kelar, mau dikemanain gerbong-gerbong baru itu? Perkiraannya sih bakalan kaya K3 2016 dulu, dipulangin dulu ke PT. INKA untuk pengecekan apa ada yang bermasalah selepas diuji coba, baru setelah semuanya oke dijalanin secara reguler.

Kalo gitu memang keberadaan K3 2017 ini bakal semakin mengancam kelangsungan hidup kereta api bisnis yang legendaris. Secara kelas bisnis sendiri udah hilang di beberapa rangkaian dan udah nggak lagi diproduksi, ditambah umur yang semakin tua.

Banyak gerbong kelas bisnis yang diretrofit jadi kelas eksekutif (K1) bahkan jadi gerbong bagasi / kereta barang. Boleh jadi di masa depan gerbong K3 2017 ini bakal gantiin kelas bisnis di Kereta Api Lodaya. Kalo benar terjadi siap-siaplah kita kehilangan lagi kelas bisnis.

Selagi Kereta Api Lodaya Bisnis Masih Ada

Sebelum benar-benar hilang dan digantikan gerbong ekonomi terbaru, seperti saudara tuanya sang legenda Kereta Api Argo Parahyangan, ada baiknya kita nikmati sisa-sisa umur kereta api Lodaya Bisnis. Nikmati selagi Kereta Api Lodaya Bisnis masih ada. Karena kalo benar nanti diganti K3 2017 jangan sampai kita menyesal karena nggak sempat mengabadikan saat-saat terakhir Sang Macan masih menarik gerbong kelas bisnis.

Gerbong kelas bisnis memang boleh dibilang udah tua, dan semakin lama semakin tua renta. Nggak pernah ada lagi produksi gerbong kelas bisnis, yang ada malah gerbong ekonomi baru yang terus digenjot produksinya bersama kelas eksekutif. Sementara kelas bisnis perlahan mulai dimatikan, dirubah jadi gerbong eksekutif retrofit dan gerbong bagasi (barang).

One thought on “Kereta Api Lodaya: Awalnya Full Kelas Bisnis dan Sekarang Masih Ada

  1. […] Kereta Api Lodaya awalnya sempat beroperasi full K2 lho, waktu masih bernama Kereta Api Senja Mataram/Fajar Pajajaran. Nama Lodaya sendiri mulai dikenal di pertengahan tahun 1990-an dan kelas eksekutif juga mulai ditambahin. Kereta Api ini jadi favorite buat ke Kebumen, Kutoarjo, Jogja, Klaten dan Solo alias Bumi Mataram. […]

Leave a Reply