Posted on

Kereta Api Jayabaya, Legenda yang Terlahir Kembali

Setelah ngebahas Trip Report Kereta Api Jayabaya dari Jakarta Pasar Senen (PSE) ke Cepu (CU) dan tulisan tentang Tiket Kereta Api Jayabaya, rasanya masih ada yang kurang kalo kita belum kenalan sama sosok Legenda yang Terlahir Kembali ini dan jadi pelopor livery selendang pecut. 

Panjang lebar ngomongin trip report atau bantu jualin tiket Kereta Api Jayabaya memang nggak afdhol kalo nggak sekalian kita bahas sejarahnya, meski hanya sejarah singkat. Kereta Api Jayabaya yang ada sekarang melayani rute Jakarta Pasar Senen (PSE)-Malang (ML) via Jalur Utara, dengan layanan kelas ekonomi (K3) plus.

Di trip report Kereta Api Jayabaya yang dibikin sampe 3 postingan itu memang nggak nyampe stasiun tujuan akhir, melainkan cuma nyampe Stasiun Cepu (CU). Cuma pas coba bantu tawarin tiketnya, biar kamu sekedar ngerasain sensasi baru, itu sampe tujuan akhir Malang (ML). Baik dari Jakarta, Jatibarang, atau sekedar nyobain rute pendek dengan tarif khusus, Surabaya Gubeng (SGU)-Malang (ML).

Nah karena udah begitu panjang lebar plus bantu jualin tiketnya via salah satu OTA ternama, sekarang waktunya kita bahas sedikit tentang sejarah Kereta Api Jayabaya, kereta legendaris yang terlahir kembali.

27 TRIP REPORT KERETA API JAYABAYA 1 (JAKARTA-CIREBON) -- STASIUN CIREBON PRUJAKAN 1

Mulai 1961, Awalnya Kelas Bisnis (K2), Jayabaya Utara dan Jayabaya Selatan

Kereta Api Jayabaya mulai dinas tahun 1961. Waktu itu punya 2 layanan, Jayabaya Utara dan Jayabaya Selatan. Keduanya sama-sama melayani rute Jakarta-Surabaya. Bedanya Jayabaya Utara via Semarang dan Jayabaya Selatan via Jogjakarta. Sama-sama melayani kelas bisnis (K2). Sayang sang legenda harus berhenti dinas tahun 2006 gara-gara okupasinya minim.

Kereta Api Jayabaya Utara diambil alih sama Kereta Api Gumarang (waktu itu masih K1-K2). Sementara untuk Jayabaya Selatan yang lewat Jogja sama sekali nggak ada ganti, jadi memaksimalkan 2 rangkaian yang ada: Kereta Api Bima (K1) — diperpanjang ke Malang dan Kereta Api Gaya Baru Malam Selatan (K3 reguler), kelak ditambah Kereta Api Bangunkarta (K1) yang rutenya diperpanjang sampe Surabaya Gubeng (SGU) via Kedungjati (KDJ).

Kembali 18 Oktober 2014, Layanan K3 Plus dan Bablas ke Malang (ML).

Lama menghilang akhirnya sang legenda kembali pada tanggal 18 Oktober 2014. Kereta Api Jayabaya yang terlahir kembali bermain di rute yang sama kaya waktu jadi Kereta Api Jayabaya Utara. Jakarta Pasar Senen (PSE)-Surabaya Pasar Turi (SBI). Nggak cukup sampe di situ, ternyata bablas ke Surabaya Gubeng (SGU) hingga Malang (ML). Ini sekaligus mengambil alih peran Jayabaya Selatan meski nggak lewat Jogja.

Kok bisa ya dari Surabaya Pasar Turi (SBI) ke Malang (ML) via Surabaya Gubeng (SGU) ? Nah karena sebelum sang legenda balik lagi, udah disiapin shortcut antara Surabaya Pasar Turi dan Surabaya Gubeng. Tujuannya untuk mendukung double track yang belum lama kelar dan angkutan barang ke arah Banyuwangi. Dulu sebelum ada shortcut, kereta utara yang mau ke Banyuwangi harus putar lokomotif dulu di Surabaya Kota.

Kereta Api Jayabaya jadi kereta penumpang pertama yang mengisi shortcut itu. Bahkan penumpang di koridor Surabaya Pasar Turi (SBI)-Malang (ML) dikasih tarif khusus Rp 35.000,00. Jadi nggak harus merogoh kocek dalam-dalam sekedar merasakan kembali layanan sang legenda yang sempat menghilang.

Jika sebelumnya Kereta Api Jayabaya melayani kelas bisnis (K2), setelah reborn layanannya pun ikut berubah jadi ekonomi plus (K3), pake rangkaian K3 14 kapasitas 80 penumpang (dan 64 penumpang untuk kereta difabel).

Pelopor Livery Selendang Pecut

Ada yang unik dibalik kelahiran kembali sang legenda, Kereta Api Jayabaya, yakni livery yang dipakenya waktu pertama kali dinas. Kereta Api Jayabaya jadi pelopor livery selendang pecut. Ternyata kereta ini bukan satu-satunya yang kebagian livery yang mulai diperkenalkan tahun 2014 dan dinamain “kesepakatan” ini. Setelah Kereta Api Jayabaya, virus livery selendang pecut pun menjangkiti kereta lainnya.

Hingga akhirnya semua kereta kebagian. Jadi susah ngebedain kelas masing-masing kereta karena semua pake livery selendang pecut. Yang jadi pembeda cuma warna pintunya aja. K1 warna biru, K2 warna abu-abu dan K3 warna orange. Cuma di Kereta Api Jayabaya pertama kali dinas malah pintunya dicat biru, meski belakangan mulai diseragamin pake warna orange.

Jadwal Kereta Api Jayabaya dan Harga Tiket Kereta Api Jayabaya

Kereta Api Jayabaya punya dua rangkaian, yakni KA 143 dari Malang dan KA 144 dari Jakarta Pasar Senen. KA 143 berangkat dari Stasiun Malang jam 11.45 WIB, nyampe Stasiun Jakarta Pasar Senen (PSE) jam 01.34 WIB. Sedangkan KA 144 diberangkatin dari Stasiun Jakarta Pasar Senen (PSE) 13.00 WIB tiba di Stasiun Malang jam 02.42 WIB. Perjalanan seluruhnya lewat jalur utara. Untuk jadwal selengkapnya bisa diliat di sini:

jadwal ka Jayabaya 2017
Harga tiket Kereta Api Jayabaya mulai Rp 220.000,00 s.d. Rp 260.000,00. Ada tarif khusus di koridor Surabaya Pasar Turi (SBI) – Malang (ML) cuma Rp 35.000,00. Harga yang sama juga berlaku untuk keberangkatan atau tujuan ke Stasiun Surabaya Gubeng (SGU), Stasiun Sidoarjo (SDA) dan Stasiun Bangil (BG).

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.