Posted on

Kereta Api Feeder Purworejo Stop, Stasiun pun Merana

November 2010 jadi akhir tragis buat commuters Purworejo yang biasa manfaatin Kereta Api Feeder Purworejo jurusan Kutoarjo. Terhentinya feeder tersebut bahkan sampai bikin jalur rel dari Stasiun Kutoarjo mati (lagi) dan Stasiun Purworejo merana tak disinggahi kereta api.

Nasib kereta api feeder Purworejo mungkin lebih tragis daripada Kereta Api Feeder Logawa. Bukan apa-apa, sejak nggak ada lagi layanan feeder itu para commuters yang biasa manfaatin jasanya pun jadi kesusahan, jalur rel kereta api yang membentang sejauh 12 km dari Stasiun Kutoarjo lagi-lagi harus mengalami mati suri, dan lebih tragisnya lagi Stasiun Purworejo jadi merana kesepian tak disinggahi satupun kereta api. Ini jelas kontras sama Stasiun Cilacap di ujung selatan Daop 6 Purwokerto yang masih ada Kereta Api Purwojaya.

Buka Tutup Jalur Kereta Api Kutoarjo-Purworejo

Matinya jalur kereta api Kutoarjo-Purworejo memang bukan kali ini aja. Waktu zaman penjajahan Jepang jalur yang dibangun Belanda tahun 1901 itu pernah ditutup, padahal Belanda membangun jalur kereta api itu, meskipun terbilang pendek, tujuannya supaya perekonomian Purworejo tumbuh.

Penutupan lagi-lagi harus terjadi di tahun 1952 dan pada tahun 1955 sampai 1977 jalur kereta api Kutoarjo Purworejo dibuka lagi kemudian ditutup lagi sampai tahun 1992. Kementerian Perhubungan lewat menterinya, Haryanto Danutirto kembali membuka jalur bersejarah ini tahun 1993 bersamaan dengan itu Kereta Api Feeder Purworejo diioperasikan.

Awalnya jalur 12 km itu punya 3 halte yakni Halte Batoh, Grantung dan Kenteng. Tapi keberadaan 3 halte itupun nggak berlangsung lama. Bahkan waktu diaktifkan lagi tahun 1993 halte-halte tersebut udah menghilang dan cuma nyisakan satu stasiun ujung (terminus) aja, Stasiun Purworejo. Makanya stasiun ini cuma ada satu sinyal keluar dan masih mekanik.

Selama beroperasi, Kereta Api Feeder Purworejo kerap membawa 1 gerbong ekonomi (K3) kadang-kadang narik 1 gerbong bisnis (K2) atau 2 gerbong terdiri dari 1 gerbong bisnis (K2) dan 1 gerbong ekonomi (K3). Lokomotif BB 300 (Krupp-M700BB), D 300 (Krupp-M300D) dan D 301 dipake buat narik rangkaian pendek tersebut.

Sedikit info, Lokomotif D 300 dan D 301 sekarang udah jadi penghuni museum Kereta Api Ambarawa dan narik kereta wisata reguler rute Ambarawa-Tuntang. Kedua lokomotif ini jadi penarik Kereta Api Feeder Purworejo di tahun 1990-an saat re-launching dan sebelum ditutup lagi November 2010 lokomotif BB 300 ganti yang rutin jadi penarik.

Sayang karena sarana dan prasarana udah nggak lagi layak operasi dan pendapatan yang nggak sebanding sama biaya operasional bikin jalur berserajah ini ditutup lagi mulai November 2010. Sampai sekarang belum ada tanda-tanda reaktivasi meski jalur Kereta Api Kutoarjo-Purworejo sempat diwacanakan jadi jalur wisata.

Kalo ditotal udah 4 kali jalur Kereta Api Kutoarjo Purworejo mengalami buka tutup. Dari awalnya jalur ini memang nanggung banget, padahal andai dilanjutin sampai ke Stasiun Secang di Kabupaten Magelang bakal bagus banget.

Stasiun Secang mungkin bakal serame Stasiun Manggarai di Jakarta sebagai titik sentral, karena di stasiun ini ada pertemuan antara jalur dari Jogja ke Semarang via Ambarawa dan jalur Secang ke Parakan di Kabupaten Temanggung.

Stasiun Purworejo Jadi Cagar Budaya dan Lebih Terkenal Sotonya.

Dihentikannya operasional Kereta Api Feeder Purworejo tentu berimbas pada Stasiun Purworejo itu sendiri. Stasiun terbesar kedua di Kabupaten Purworejo ini jadi merana, kesepian tanpa disinggahi satupun kereta api. Setelah penutupan, Stasiun ini malah lebih terkenal kuliner sotonya.

Namun Stasiun Purworejo akhirnya nggak harus berlama-lama mengalami nasib tragis dan kesepian. Pemerintah Kabupaten Purworejo menetapkannya sebagai Bangunan Cagar Budaya sehingga nggak akan mungkin diganggu oleh siapapun. Untuk ukuran stasiun di jalur mati, Stasiun Purworejo memang bisa dibilang megah.

Note: Belum pernah naik tapi penasaran sama Kereta Api Feeder Purworejo? Tenang, admin lampirkan video-nya berjudul Joyride KA Feeder Kutoarjo – Purworejo dari Channel Youtube Sendi Prasetya. Thanks bro Sendi for your video and joyride. Jujur aja admin sendiri belum pernah ngerasain sensasi feeder di jalur bersejarah ini.

Ini videonya, bagus banget gan, kita seakan-akan beneran naik kereta tersebut, selamat menyaksikan:

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.