Posted on

Kereta Api Cepu: Loko Tour Cepu, Perhutani KPH Cepu

Dibangun di masa pemerintahan kolonial Belanda 1915, Perhutani KPH Cepu kini jadi satu-satunya objek wisata andalan di Kota Cepu. Disini ada rel kereta api sepanjang 300 km dan dilewatin Kereta Wisata (Loko Tour Cepu), meski belum sampe penuh 300 km. 

Keberadaan rel kereta api di kawasan Perhutani KPH Cepu memang nggak bisa dilepasin dari sejarah kereta api di kota kecil penghasil minyak itu. Meski awalnya sempat ada penolakan, Kota di ujung Jawa Tengah itu juga akhirnya dilewatin si ular besi. Nggak cuma itu bahkan boleh dibilang Kota Cepu dulu pernah punya jaringan rel kereta api yang nyambung satu sama lain.

Jalur kereta api Semarang-Surabaya via Stasiun Cepu (CU) punya NIS, jalur kereta api punya SJS dari Rembang lanjut Blora dan ke Stasiun Cepu Kota (CEK), dan satu lagi jalur khusus buat angkutan kayu jati yang sekarang jadi bagian dari kawasan Perhutani KPH Cepu.

Dibangun 1911 dan 1915.

Kawasan Perhutani KPH Cepu mulai dibangun di masa pemerintahan Kolonial Belanda tahun 1911. Sementara jalur rel kereta api, termasuk dipo loko, mulai dibangun 1915 sejauh 300 km. Jalur kereta api ini dipake buat angkutan hasil hutan, terutama kayu jati. Lebar spoor yang dipake waktu itu 1.067 mm, mengingat jalur ini nyambung sama jalur utama Semarang-Surabaya via Stasiun Cepu Kota (CEK) punya SJS (Samarang Joana Stroomtram Maatchappij).

Awalnya Dipo Loko Perhutani KPH Cepu punya 10 armada lokomotif, antaralain:

  • 4 unit loko uap BMAG Jerman: Tujuh Belas, Agustus, Bahagia, Madjoe
  • 2 unit loko uap Du Coo & Braun
  • 1 unit loko uap Hanomag C2902 ex-PJKA (1922)
  • 1 unit Drensin Colt T-120 (Jepang)
  • 1 unit Drensin Honda (Jepang)
  • Lori Onthel.

Semua armada tersebut disimpan di Dipo Loko KPH Cepu atau Bengkel Traksi Perum Perhutani KPH Cepu. Kecuali lokomotif “Madjoe” udah dipindah ke Kantor Pusat Perhutani di Jakarta.

Re-Launching Januari 2018, Loko Tour Cepu Ruston dan Loko Uap.

Loko Tour Cepu mulai dilaunching tahun 1978, atau 4 tahun setelah semua jaringan kereta api cepu peninggalan SJS (Samarang Joana Stroomtram Maatchappij) ditutup karena sarana dan prasarana udah tua, ditambah lagi okupasi yang makin minim gara-gara perubahan pola angkutan barang dan penumpang yang mulai beralih ke jalan raya.

Sayang Loko Tour Cepu ini kaya kembang kempis. Cuma ngandalin satu-satunya lokomotif uap yang waktu itu masih dinas, jenis BMAG yang dikasih nama “Bahagia” buatan 1928. Udah itu juga cuma ngandalin charteran aja. Kondisi sarana dan pra-sarana pun makin uzur.

Sampe akhirnya di awal tahun 2018 ada sedikit titik cerah buat nyelamatin satu-satunya asset wisata di Kota Cepu ini, re-launching Loko Tour Cepu, cuma kali ini armadanya ditambah lagi pake loko diesel jenis Ruston buatan Belanda tahun 1970-an. Lebih baru tapi nggak bisa dibilang baru banget.

Di Januari 2018 ada 3 armada yang siap operasi (SO) di Dipo Loko KPH Cepu: 1 unit loko uap BMAG Jerman “Bahagia” (1928), 1 unit loko diesel Ruston, dan 1 unit Drensine Jepang. Tarif sewanya pun bervariasi. Untuk Loko Tour Cepu pake Drensine tarifnya Rp 50.000,00 dengan jumlah maksimum 6 penumpang. Loko Tour Cepu Ruston Rp 15.000,00/orang maksimum 25 penumpang atau bisa disewa Rp 750.000,00 / gerbong.

Nah buat kamu yang mau nyobain Loko Tour Cepu naik Loko Uap BMAG Jerman “Bahagia” (1928), dikenakan tarif sewa Rp 9.000.000.00. Itupun cuma nyampe Jembatan Batokan. Kalo mau ke Gubug Payung, tarif sewanya bisa sampe Rp 17.000.000,00. Kenapa mahal? Loko uap butuh perawatan lebih karena spesies dan spare path-nya langka. Belum lagi perlu bahan bakar kayu jati.

Dari panjang lintasan 300 km di Perhutani KPH Cepu, yang baru aktif lagi dipake Loko Tour Cepu baru 26 km. Untuk aktifkan semuanya jelas butuh dana besar, karena sebagian besar jalur udah uzur.

Advertisements

One thought on “Kereta Api Cepu: Loko Tour Cepu, Perhutani KPH Cepu

  1. […] jalur kereta api yang ada di Perhutani KPH Cepu sama jalur utama Jakarta-Surabaya itu nyambung. Keduanya bagian dari sejarah panjang si ular besi […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.