Posted on

Kereta Api Cepu: Jembatan Bengawan Solo, Batas Daop 4 dan Daop 8

Nggak jauh dari Stasiun Cepu (CU) ada jembatan Bengawan Solo yang membentang di atas Sungai Bengawan Solo. Jembatan ini jadi batas wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 8 Surabaya, sekaligus batas wilayah provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. 

Boleh dibilang nggak ada yang terlalu istimewa di Kota Cepu, sebuah kota kecil di ujung timur Jawa Tengah. Keliatannya ada benarnya juga dulu perusahaan kereta api swasta Hindia Belanda, NIS/NISM (Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij) sempat nggak mau bikin jalur kereta api ke Surabaya lewatin kota ini. Penduduk yang jarang ditambah sebagian besar wilayah masih hutan dan rawa jelas nggak terlalu prospek dimata NIS.

Hingga akhirnya ditemukan cadangan minyak tahun 1893, NIS pun melunak. Pembangunan jalur kereta api Semarang-Surabaya via Cepu terealisasi. Nggak cuma itu, perusahaan swasta lainnya yakni SJS/SJSM (Samarang Joana Stroomtram Maatschappij) juga ikutan bangun jaringan kereta api dari Semarang ke Rembang lanjut sampe ke Cepu Kota (CEK).

03 KERETA API CEPU - JEMBATAN BENGAWAN SOLO BATAS DAOP 4 DAN DAOP 8

Jembatan Bengawan Solo.

Salah satu bagian dari jalur kereta api Surabaya-Semarang yang dibangun NIS ialah Jembatan Bengawan Solo. Jembatan ini membentang di atas Sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa. Konstruksi jembatan awalnya cuma mendukung rel tunggal atau single track. Jadi dari arah Stasiun Cepu (CU) kereta akan belok dulu sebelum lewatin jembatan.

Sementara untuk jalur yang dibikin sama SJS dari Stasiun Cepu Kota (CEK) nggak ngelewatin Sungai Bengawan Solo, tapi langsung bablas ke arah Stasiun Cepu NIS —Stasiun Cepu (CU) saat ini. Tahun 1915 seiring dibukanya jalur kereta api di Hutan Jati sepanjang 300 km, dibikin juga percabangan ke hutan jati, buat memperancar angkutan kayu jati.

KAARTEN_SGD_-_Overzichtskaart_van_het_bestaande_spoor-_en_tramwegnet_te_Batavia_en_omstreken

Adapun yang lewat Sungai Bengawan Solo itu jalur Kereta Api Rembang-Bojonegoro via Jatirogo. Itu juga untuk ruas Jatirogo-Bojonegoro dibangun NIS buat angkutan pasir. (Berdasarkan Peta Belanda). Sebagian besar jalurnya sendiri ada di provinsi Jawa Timur dan sekarang masuk wilayah Daop 8 Surabaya. Jalur ini non aktif sejak 2001.

Seiring pembangunan double track dari Jakarta ke Surabaya, jembatan Bengawan Solo yang lama pun nggak lagi dipake. Aktivitas lalu lintas kereta api di jalur utara pindah ke jembatan yang baru, udah mendukung double track, kira-kira 300 meter dari jembatan lama.

Bedanya sama jembatan lama, jembatan bengawan solo baru ini lurus nggak belok. Jadi kecepatan kereta api bisa lebih meningkat dibanding waktu masih lewatin jembatan lama.

Batas Wilayah dan Daya Tarik.

Jembatan Bengawan Solo inilah batas wilayah Daop 4 Semarang dan Daop 8 Surabaya, sekaligus batas provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Setelah kita nyeberang kita udah di wilayah kerja Daop 8 dan Kabupaten Bojonegoro. Di tengah keterbatasan spot menarik di Kota Cepu, jembatan ini boleh jadi daya tarik, misalnya dijadiin spot fotografi. Tapi tentu harus utamain kaidah-kaidah safety hunting.

Diantaranya, harus ambil jarak aman supaya nggak keserempet kendaraan atau jatuh ke sungai. Karena satu-satunya spot ya dari jembatan bengawan solo yang buat jalan raya. Tapi traffic di situ juga lumayan rame lho. Nyepot dari jembatan lama juga kudu hati-hati, karena bisa jadi bantalan kayu udah pada lapuk sehingga bikin kamu jeblos dan berisiko jatuh ke sungai.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.