Posted on

Kereta Api Bisnis (K2) vs Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17)

Udah lama diwacanakan, tapi begitu Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) muncul pertama kali di tahun 2017 ketakutan akan kehilangan kereta api bisnis (K2) mencuat lagi. Karena keluaran baru tersebut seolah nyempurnain apa yang kurang di versi sebelumnya (K3 16) terutama kursi reclining dan jarak nggak terlalu sempit.

Kereta Api Bisnis (K2) vs Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) (1/2)

Ngomongin Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) tentu nggak bisa dilepas dari kereta ekonomi versi sebelumnya yakni K3 16 yang sempet bikin heboh jagad maya, dipetisi gara-gara kursi terlalu tegak dan jaraknya terlalu sempit, meski di awal kemunculan nyempat digadang-gadang sebagai ekonomi mewah rasa eksekutif dan layak gantiin kereta api bisnis (K2) yang kian uzur dimakan usia.

K3 16 pertama kali didinasin waktu angkutan Lebaran 2016, di Kereta Api Kutojaya Utara Ekstra Lebaran rute Jakarta Pasar Senen (PSE)-Kutoarjo (KTA). Waktu itu sih belum ada keluhan, boleh jadi karena waktu tempuh nggak begitu lama dan lagi masa-masanya angkutan lebaran, dimana orang rata-rata punya prinsip yang penting bisa mudik naik kereta dulu dan mengesampingkan faktor kenyamanan.

Usai masa angkutan Lebaran 2016, K3 16 mulai didinasin secara reguler. Mula-mula gantiin 3 kereta api bisnis (K2): Kereta Api Fajar Utama Jogja, Kereta Api Senja Utama Jogja, Kereta Api Mutiara Selatan yang satu kereta full K2. Disinilah wacana penghapusan K2 yang udah dimunculin tahun 2009 mulai jadi kenyataan. Apalagi K3 16 waktu itu dianggap wah meski kelas ekonomi.

Sayang kenyataan tak seindah angan-angan. K3 16 dianggap bobrok dan cacat. Jarak antar kursi kelewat sempit, udah gitu kursinya tegak nggak bisa dimaju muncur alias full paten, mirip sama bus bumel atau elf jurusan Majalaya/Malangbong. Kondisi kaya gitu dianggap nyiksa penumpang, terutama di Kereta Api Mutiara Selatan yang menempuh perjalanan lebih dari 15 jam dari Bandung ke Malang via Surabaya Gubeng.

Petisi pun muncul, warganet dan pelanggan bergabung minta supaya PT.KAI balikin lagi Kereta Api Bisnis (K2) di Kereta Api Fajar Utama Jogja, Kereta Api Senja Utama Jogja, dan Kereta Api Mutiara Selatan. Akhirnya PT.KAI dengerin juga keluhan pelanggannya. Kereta Api Bisnis (K2) dibalikin lagi ke 3 rangkaian itu. Meski di sisi lain harus ngorbanin beberapa rangkaian kereta api jarak pendek, kaya Kereta Api Argo Parahyangan.

Titisan sang Legenda itu harus merelakan kereta api bisnis (K2)-nya dipake sama Kereta Api Mutiara Selatan, dan mulai pake K3 16 untuk perjalanan reguler. Formasinya berubah jadi 4 K1+1MP3 16+4 K3 16. Ada pihak yang harus dikorbanin, tapi paling nggak penumpang jarak jauh nggak harus kesiksa lagi sama kursi paten dan sempit.

Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) mulai mengancam K2

Tahun 2017, Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) hadir sebagai wujud penyempurnaan dari versi sebelumnya K3 16. Jarak antar kursi nggak lagi sempit. Kursi bisa dimaju mundurin (reclining), sekalipun masih 1/2 maju dan 1/2 mundur sama kaya K3 16. Tapi minimal penumpang udah lebih nyaman daripada naik K3 16.

Kereta Api Bisnis (K2) vs Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) (2/2)

Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) dianggap layak menggantikan kereta api bisnis (K2), karena syarat minimal udah terpenuhi, yakni jarak yang sedikit lebih lega dan reclining seat. Adanya K3 17 jelas menjadikan ketakutan akan kehilangan Kereta Api Bisnis (K2) semakin nyata.

Kelebihan dan Kekurangan Masing-Masing

Sebetulnya Kereta Api Bisnis (K2) sama Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17) masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Berikut rinciannya:

A. Kereta Api Bisnis (K2)

Kelebihan Kereta Api Bisnis (K2):

  • Kapasitas kereta cuma 64 penumpang. Efeknya ke jarak antar kursi yang lega. Malah kadang masih bisa taruh tas di situ.
  • Kursi bisa diatur, searah dengan kereta atau berlawanan arah alias mundur. Bisa juga dibikin berhadapan.
  • Semua penumpang kebagian jendela, termasuk yang duduk di dekat bordes, meski boleh dibilang agak sempit.

Kekurangan Kereta Api Bisnis (K2):

  • Usia tua, rata-rata kereta api bisnis angkatan 1960-1980an (buatan Nippon Sharyo Jepang).
  • Pake AC Split, meski lumayan dingin, kadang-kadang suka bocor atau malah nggak kerasa sama sekali.
  • Nggak ada TV, cuma ada speaker aja. Untuk kereta api bisnis (K2) yang campur sama eksekutif (K1), kedengeran suara TV dari K1 lewat speaker itu.
  • Nggak ada lampu baca
  • Sebagian malah nggak ada gorden, makanya kalo pas lagi kena matahari bisa bikin penumpang silau.

B. Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17)

Kelebihan Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17):

  • Jarak antar kursi lega dan bisa maju-mundur (reclining)
  • Ada 3 unit TV LCD di tengah
  • Ada lampu baca
  • Ada tirai penutup kaca, jadi kalo kena matahari penumpang nggak kepanasan
  • Ada kantong di belakang kursi.

Kekurangan Kereta Api Ekonomi Premium (K3 17):

  • Kursi masih paten, meski jaraknya lebih lebar dari K3 16 dan bisa dimaju-mundur, ada 1/2 baris ikut arah kereta dan 1/2 nya lagi berlawanan arah alias mundur
  • Kursi dekat bordes lebih sempit dan nggak kebagian jendela (zonk area)

Jadi sebenarnya nggak ada yang lebih unggul karena masing-masing punya kelebihan dan kekurangan. Saat ini PT.INKA udah keluarin Kereta Api Ekonomi Premium terbaru (K3 18) berbody stainless steel. Bahkan udah didinasin sebagai Kereta Api Jayakarta Premium, menggantikan K3 17 sebelumnya yang akhirnya dikirim ke Sumatra. Nah keberadaan kereta baru tersebut lagi-lagi mengancam kelangsungan hidup Kereta Api Bisnis (K2).

Ya, kode-kodenya sih Kereta Api Bisnis (K2) memang beneran mau dihapus, bertahap tentunya. Kalo nantinya Kereta Api Ekonomi Premium udah banyak diproduksi di PT.INKA Madiun, bersiaplah kita harus melepas kepergian sang legenda. Jadi ada baiknya sekarang kita banyak-banyakin ngumpulin foto atau video kereta api bisnis, bahkan bila perlu banyakin ngetrip naik K2.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.