Posted on

Kereta Api Argo Parahyangan antara Blue Train dan Twilight Express

Sama kaya Kereta Api Argo Parahyangan, Blue Train dan Twilight Express juga sangat melegenda di negara asalnya, Jepang.

Nggak ada yang nggak kenal Kereta Api Parahyangan, mulai dinas 31 Juli 1971 melayani rute Bandung-Jakarta PP. Rangkaian kereta api komersial ini sangat melegenda terutama di kalangan penglaju dua kota bertetangga itu.


Awal mula dinas layanannya full K2 (kereta api bisnis) ditarik lokomotif Diesel Hydraulic BB 301 dari Bandung ke Jakarta, dimana waktu itu Stasiun Gambir bukan tujuan akhir sang legenda tapi bablas sampe ke Stasiun Jakarta Kota. Gerbong kelas eksekutif mulai ada di periode 1980-an, itu juga statusnya masih charter atau kalo ada permintaan aja.

Baru sekitar tahun 1989 Kereta Api Parahyangan mulai punya layanan kelas eksekutif (K1) sebanyak 2 gerbong. Rangkaian kereta api ini jadi primadona di tahun 1980-an hingga 1990-an sampe di 1996 Perumka meluncurkan Kereta Api Argo Gede, pamor sang legenda perlahan mulai menyusut.

Puncaknya di 2004, bersamaan dibukanya Tol Cipularang yang digadang-gadang bisa mempersingkat waktu tempuh Bandung-Jakarta dan booming layanan travel door to door, jumlah penumpang Kereta Api Parahyangan terus mengalami penyusutan. Walaupun sempet turunin tiket Rp 30.000,00 ternyata nggak banyak menolong.

Akhirnya sang legenda harus menyudahi petualangannya tepat 27 April 2010 karena terus-terusan merugi. Meski sehari kemudian terlahir kembali dengan nama dan layanan baru, Kereta Api Argo Parahyangan. Gabunga rangkaian kereta api eksekutif argo ex-Argo Gede dan kereta api bisnis ex-Parahyangan.

Blue Train dan Twilight Express

Sama kaya Kereta Api Parahyangan di Indonesia, di Jepang ada dua rangkaian kereta api yang sama-sama legendaris yakni Blue Train dan Twilight Express. Dua-duanya dioperasiin sama Japan Railway (JR). Bedanya Blue Train sama JR East sementara Twilight Express dioperasiin JR West (disana JR dibagi 2 wilayah operasi: JR East dan JR West).

Blue Train mulai dinas di tahun 1950 sebagai kereta api ekspres dan di 1975 re-launched sebagai Limited Express. Melayani rute Tokyo (Ueno Station) – Kanazawa lewat Shinetsu Main Line dan Hokuriku Main Line.

Tahun 1950, Blue Train melayai rute Tokyo (Ueno) – Osaka, waktu tempuhnya 18 jam 45 menit. Lebih lama daripada Kereta Api Malabar yang punya rute terjauh di Daop 2 Bandung, ditempuh dalam waktu 17 jam. Cuma kelebihannya Blue Train punya kereta tidur (sleeper car), ini nggak ada di Kereta Api Malabar, malah semua kereta api Indonesia sekarang belum punya.

Sempat beberapa kali ganti rute dan akhirnya 10 Maret 1975 jadi Limited Express melayani rute Tokyo (Ueno) – Kanazawa, ditempuh dalam waktu 8 jam 47 menit atau setara Bandung-Jogja. Lagi-lagi bedanya di sleeper car yang juga nggak ada di Kereta Api Lodaya. Blue Train punya nama lain Hokuriku Train mengacu ke jalur yang dilewatin Hokuriku Main Line.

12 Maret 2010 jadi perjalanan terakhir sang Legenda dan keesokan harinya pensiun, setelah pamornya mulai tergeser sama Shinkansen.

Nasib hampir serupa juga dialami sama saudara mudanya, Twilight Express, mulai dinas Juli 1989 di rute Osaka-Sapporo. Twilight Express juga punya layanan kereta tidur (sleeper car). Sekali jalan narik 11 rangkaian terdiri dari 9 gerbong penumpang (termasuk cafetaria dan restorasi), 1 gerbong pembangkit dan 1 lokomotif. Twilight Express pensiun di bulan Maret 2015.

17 Juni 2017 kereta elite ini terlahir kembali pake nama baru Twilight Express Mizukaze. Konsepnya berubah jadi jelajahi wilayah barat Jepang. Meski masih sama-sama punya sleeper car, tapi yang ini di re-branding jadi hotel berjalan di atas rel.

Rangkaiannya pake Hybrid DMU (KRD teknologi Hybrid), 1 set terdiri dari 10 kereta. Beda sama pendahulunya yang cuma kereta biasa ditarik lokomotif, baik lokomotif listrik maupun diesel). Rute Twilight Express Mizukaze dari Kyoto Station ke Shimonoseki Station. Dua stasiun itu bisa ditempuh lewat jalur berbeda yakni Sanyo Line (pesisir) dan Sanin Line.

Kereta Api Argo Parahyangan: Gabungan Keduanya

Nah hubungannya sama Kereta Api Parahyangan, ketiganya punya kesamaan yakni sama-sama legend di negara dan jalurnya masing-masing. Cuma Blue Train Hokuriku yang benar-benar pensiun setelah lama dinas. Twilight Express reborn jadi Twilight Express Mizukaze yang usung konsep baru.

Twilight Express Mizukaze ibaratnya Kereta Api Argo Parahyangan, sama-sama reinkarnasi sang legenda yang telah mendahului mereka, Jadi soal reinkarnasi, Kereta Api Argo Parahyangan sama kaya Twilight Express Mizukaze. Tapi soal dinas yang udah lama bisa sejajar sama Blue Train Hokuriku.

REFERENCES

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.