Posted on

Kereta Api Argo Kok Ekonomi: Akhirnya Jadi Kenyataan!

Masa dinas Gopar Full Ekonomi akhirnya lanjut setelah masa angkutan Lebaran 2017 dalam wujud Kereta Api Argo Parahyangan Premium. Bahkan rangkaiannya udah punya Dipo Bandung (BD). Kereta Api Argo Kok Ekonomi akhirnya jadi kenyataan dan mulai dinas secara reguler. 

Kereta Api Argo Kok Ekonomi: Akhirnya Jadi Kenyataan (1/3)Abis Lebaran 2017 lalu kita dihebohin sama Kereta Api Argo Parahyangan yang rangkaiannya full ekonomi (K3). Beda sih sama ekonomi biasa dan ekonomi plus, Premium, tapi kaya ada sedikit kejanggalan karena selama ini kita tau yang namanya kereta api argo pasti identik sama eksekutif malah punya kelas tersendiri yang lebih tinggi daripada eksekutif biasa (satwa).

Sayang semua mulai sirna di tanggal 27 April 2010 bersamaan pensiunnya sang legenda, Kereta Api Parahyangan. Okupasi minim dampak dari dibukanya Tol Cipularang jelas ngerugiin perusahaan, PT. KAI. Pensiun jadi satu-satunya pilihan daripada terus-terusan rugi dan bisa mengganggu kinerja perusahaan secara umum.

Di jalur Bandung-Jakarta sendiri waktu itu ada 2 kereta yang rutin dinas, Kereta Api Parahyangan dan Kereta Api Argo Gede. Dua-duanya saling mengisi salah satu koridor favorit itu. Cuma sayang keberadaan Tol Cipularang bikin sebagian besar penumpangnya beralih ke transportasi jalan raya kaya travel. Kereta Api Parahyangan paling terdampak dari pembukaan tol tersebut.

Sempat bangkit lagi setelah PT. KAI ngobral besar-besaran tiketnya, tapi itu nggak berlangsung lama, karena travel juga melakukan hal yang sama. Hingga akhirnya sang legenda harus pensiun daripada makin merugikan perusahaan. Dipensiuninnya Kereta Api Parahyangan otomatis jadiin Kereta Api Argo Gede satu-satunya yang masih dinas di sini.

Kelahiran Kereta Api Argo Parahyangan.

Sebelum lebih lanjut bahas tentang Kereta Api Argo Parahyangan Premium, rangkaian full K3 Premium, kita harus lebih dulu bahas tentang kelahiran Kereta Api Argo Parahyangan, karena semuanya berawal dari sini. Jadi Kereta Api Argo Gede satu-satunya yang tersisa di koridor Bandung-Jakarta pasca Kereta Api Parahyangan dipensiunin. Ternyata penutupan itu ditanggapi negatif sama penumpang setianya.

Okupasi boleh turun, tapi Kereta Api Parahyangan ternyata masih punya penumpang setia, terutama yang biasa naik kelas bisnis (waktu itu belum ber-AC). Pertimbangan mereka karena tarifnya murah dan bebas macet, meski ada travel yang bisa lebih nyaman dan ber-AC dengan harga yang bersaing. Nah, penumpang setia ini nggak mau kehilangan layanan kelas bisnis yang murah.

Dijadiinnya Kereta Api Argo Gede sebagai satu-satunya yang dinas di jalur Bandung-Jakarta jelas bakal menghilangkan kelas bisnis di jalur itu. Padahal di sisi lain masih punya pelanggan setia. PT. KAI sempat mau mengakomodir para pelanggan setia ini, dengan cara tambahin 1-2 rangkaian kelas bisnis di kereta api Argo Gede, di jam-jam tertentu. Jadwalnya juga ngambil slot yang sebelumnya dipake sama Parahyangan.

Tapi ternyata nggak cuma itu, para pelanggan setia itu juga seolah nggak mau kehilangan nama “Parahyangan” yang udah jadi legenda bahkan sejak zaman kemerdekaan dulu. Setelah lewat audiensi akhirnya PT. KAI ganti nama Kereta Api Argo Gede jadi Kereta Api Argo Parahyangan. Rangkaiannya gabungan kelas eksekutif ex-Argo Gede dan kelas bisnis ex-Parahyangan.

Intinya Kereta Api Argo Parahyangan ini gabungan (merger/hasil perkawinan) dua kereta api yang beda kelas, yakni Kereta Api Argo Gede yang punya kelas dan prestise tersendiri sebagai kereta api eksekutif argo unggulan sama Kereta Api Parahyangan, kereta api reguler tapi udah sangat melegenda. Ini sekaligus jadiin titisan sang legenda sebagai pelopornya Kereta Api Argo yang kelasnya campuran.

Campur sama Kereta Satwa.

Rangkaian kereta api Argo Parahyangan awalnya masih mempertahankan prestisenya sebagai kereta api eksekutif argo, meski di jam-jam tertentu harus gandengan sama kelas bisnis bekas Parahyangan. Sayang pelan-pelan prestise itu mulai luntur karena Kereta Api Argo Parahyangan nggak jarang pake rangkaian kereta satwa, atau campur sama kereta satwa.

Jalan Tol Cipularang makin hari makin padat, kereta api kembali diminati, demi melengkapi perjalanan reguler maka dijalaninlah beberapa rangkaian Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan manfaatin idle “kereta jawa” yang rata-rata baru dinas bada maghrib. Mula-mula dipakelah rangkaian Kereta Api Harina, waktu itu masih sampe Semarang, dinas sebagai Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan saban weekend.

Nggak cukup hanya itu, lagi-lagi “kereta jawa” idle dipake buat perjalanan Kereta Api Argo Parahyangan, kali ini gilirannya Kereta Api Turangga. Rangkaiannya sih full eksekutif, tapi sayang Kereta Api Turangga itu eksekutif satwa bukan argo.

Jati diri sebagai kereta api argo pun pelan-pelan mulai luntur terutama menjelang Lebaran 2016, dimana layanan kelas bisnis mulai ada di semua perjalanan Kereta Api Argo Parahyangan, kecuali KA 33 dan 34 yang manfaatin idle Turangga. Gerbong kelas bisnis yang tadinya difungsiin sebagai kereta aling-aling akhirnya diisi juga sama penumpang.

Mulai Jadi Eksekutif-Ekonomi Plus

21 Oktober 2016 jadi sejarah baru buat Kereta Api Argo Parahyangan, karena untuk pertama kalinya punya layanan kelas ekonomi, meski ekonomi plus. Manfaatin rangkaian gerbong ekonomi plus terbaru waktu itu, K3 2016, sebelumnya dipake Kereta Api Mutiara Selatan. Gerbong ini jadi kontroversi karena jarak antar kursi terlalu sempit dan sandaran nggak bisa diatur. Dianggap nggak cocok buat jarak jauh.

Kereta Api Argo Kok Ekonomi: Akhirnya Jadi Kenyataan (2/3)Apalagi di Kereta Api Mutiara Selatan yang waktu itu baru aja perpanjang rute sampe ke Stasiun Malang (via Sidoarjo). Banyak protes bermunculan sampe dibikinin petisi di Change.Org. Akhirnya PT. KAI balikin lagi gerbong kelas bisnis di situ, sayang Kereta Api Argo Parahyangan jadi korban harus merelakan kereta bisnisnya dioper ke Mutiara Selatan.

Sebagai gantinya, titisan sang legenda dapat gerbong K3 2016 bekas Mutiara Selatan. Mulai 21 Oktober 2016 inilah Kereta Api Argo Parahyangan jadi campuran eksekutif-ekonomi plus. Agak mirip sih sama Malioboro Ekspres di rute Jogja-Malang. Bedanya gerbong ekonomi yang dipake.

Disini belum muncul meme “Argo Kok Ekonomi” karena masih ketolong sama kelas eksekutif-nya dan orang pun masih bisa menerima, karena soon or later semua kelas bisnis bakal berganti jadi ekonomi plus. Jadi masih dianggap hasil kawin Argo Gede-Parahyangan, meski kelas bisnis-nya diganti jadi ekonomi plus.

Full Ekonomi Premium dan “Argo Kok Ekonomi” Dimulai

Menjelang masa angkutan Lebaran 2017, PT.KAI luncurin gerbong ekonomi terbaru K3 2017 Premium buatan PT.INKA Madiun. Gerbong ini penyempurnaan dari K3 2016 dimana kursi nggak lagi 100% paten dan sandaran bisa diatur. Udah gitu TV-nya juga ditambah dari sebelumnya 1 jadi 3 unit di tengah-tengah koridor. Nggak hanya itu, K3 2017 punya gerbong difabel kapasitas 64 penumpang.

Kereta Api Argo Kok Ekonomi: Akhirnya Jadi Kenyataan (3/3)

Masuk masa angkutan Lebaran, gerbong ini pun dipake buat rangkaian kereta api tambahan. Salah satu yang kebagian tentu Kereta Api Argo Parahyangan, manfaatin idle Mantab Lebaran (Pasar Senen-Madiun). Nah dimulailah meme “Argo Kok Ekonomi”. Karena untuk pertama kalinya ada kereta api argo tapi kelasnya ekonomi semua. Iya sih ekonomi Premium tapi tetep aja dianggap aneh.

Kaya nggak lazim, umumnya kereta api argo itu full eksekutif, terlepas dari mulai kecampur sama satwa punya atau masih real argo. Tapi kereta api argo full ekonomi ? Jelas bikin orang terheran-heran. Ternyata operasional kereta api argo ekonomi ini terus berlanjut sampe sekarang. Dengan brand baru Kereta Api Argo Parahyangan Premium.

Nah, nama Kereta Api Argo Parahyangan Premium lebih-lebih janggal lagi, kenapa? Secara bahasa, Premium itu bisa diartiin high class, artinya kelas Kereta Api Argo Parahyangan Premium lebih tinggi daripada reguler yang masih punya layanan kelas eksekutif argo. Oke kalo gerbong yang dipake mirip Argo Bromo Anggrek. Tapi ini malah gerbong K3 2017 Premium.

Tapi ya sudahlah mau diapain lagi. Mungkin karena rangkaiannya full K3 2017 Premium jadilah Kereta Api Argo Parahyangan Premium. Dinasnya juga mulai reguler, meski biasanya pemesanan tiket baru dibuka sekitar sebulan sebelum keberangkatan, kaya Kereta Api Argo Parahyangan 31 dan 32 yang pake idle Harina. Secara gerbong K3 2017 Premium yang dipakenya udah punya Dipo Bandung (BD).

Tambahan info, K3 2017 Premium punya Kereta Api Argo Parahyangan Premium sampe tulisan ini dibikin masih jadi penghuni Dipo Bandung termuda, atau istilah lainnya kereta yang paling baru di Dipo Bandung, ditengah masih dominannya angkatan-angkatan jadul di sini. Masih ada gerbong keluaran 60-an, 80-an, 90-an dan rata-rata eksekutif argo yang dipake Argo Parahyangan reguler didominasi angkatan 2000-an.

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.