Posted on

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya

Sadar atau nggak, salah satu gerbong di Kereta Api Lokal Bandung Raya yakni K306548BD adalah saksi bisu Tragedi Bintaro 1 tanggal 19 Oktober 1987. Kecelakaan Kereta Api terbesar di Indonesia makan korban kurang lebih 150 orang tewas. Meski pernah terlibat peristiwa besar, nggak ada yang aneh pas coba numpang kereta tersebut. 

Tahun 2017 Daop 2 Bandung kedatangan rangkaian kereta api mutasi dari Daop 1 Jakarta yang sebelumnya dinas di jalur kulon Tanah Abang-Merak sebagai rangkaian kereta api lokal jurusan Rangkasbitung ataupun Merak. Mutasi “bedol desa” ini seiring mulainya layanan KRL Commuter Line sampe Stasiun Rangkasbitung, 1 April 2017.

Boleh jadi PT.KAI belajar dari pengalaman di blue line atau jalur Bekasi yang nyampur antara KRL Commuter Line sama Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) dan Lokalan Cikampek/Purwakarta (sekarang Jatiluhur/Walahar Ekspres), jadi kepengen jalur kulon yang sampe Rangkasbitung dikhususin KRL Commuter Line layaknya jalur Depok/Bogor. Kalopun ada non-KRL paling Kereta Barang yang jumlahnya nggak sebanyak KAJJ atau Lokalan.

Selain mutasi bedol desa ke Daop 2 Bandung, Kereta Api Krakatau juga kena dampak perluasan operasional KRL Commuter Line ke Rangkasbitung. Rutenya dipotong jadi cuma Blitar-Pasar Senen. Namanya diganti jadi Kereta Api Singosari. Ini sekaligus jadi akhir dari rangkaian kereta api dengan rute terpanjang di Indonesia.

Bedol Desa ke Daop 2 tentu nguntungin banget Baraya Commuters yang hampir setiap hari ngandalin Kereta Api Lokal Bandung Raya buat beraktivitas. Apalagi di Gapeka 2017, Kereta Api Lokal Bandung Raya rutenya ada yang diperpanjang sampe Purwakarta (Kereta Api Lokal Purwakarta-Cicalengka) dan Cibatu (Padalarang-Cibatu). Sebelumnya Kereta Api Lokal Bandung Raya udah kedatangan armada bekas Penataran Ekspres dan Kaligung lawas.

Tapi bedol desa ini membawa konsekuensi lain. Selain “sterilisasi” jalur Tanah Abang-Rangkasbitung dari kereta non-KRL Commuter Line yang ngorbanin Kereta Api Krakatau, gerbong eks-KRD MCW 301 yang sebelumnya jadi andalan juga harus dikandangin hingga akhirnya dikonservasi di Stasiun Cimahi.

Jejak Tragedi Bintaro 1

Di antara rangkaian kereta api yang bedol desa dari Daop 1 Jakarta tersebut, ada yang jadi saksi bisu Tragedi Bintaro 1, yakni kereta dengan nomor K306548BD (foto 1). Kereta ini sebelumnya memang punya Dipo Rangkasbitung (foto 2) dan pernah dinas di jalur kulon. Bukti kereta ini jejak tragedi Bintaro 1 bisa diliat di sini >> Kronologis Tragedi Bintaro 1 versi PJKA.

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (1/7) Foto 1. K306548BD “ex-Tragedi Bintaro 1” di Kereta Api Lokal Bandung Raya (Stasiun Bandung). 

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (2/7) Foto 2. K306548BD dulunya punya Dipo Rangkasbitung (RK), Bogie K5 (sebelumnya K6, di Tragedi Bintaro 1)

Waktu kejadian, kereta ini bernomor K365648. Angka 6 ditengah itu artinya Bogie kereta ini K6. Posisi ada di nomor 2 dari belakang. Sementara yang hancur total itu kereta 1 percis dibelakang lokomotif. Dulu kereta ini bagian dari KA 225 Rangkasbitung-Jakarta Kota yang dibawa sama Mbah Slamet.

Kalo dilihat dari kronologis versi PJKA, KA 225 dianggap berangkat tanpa izin dari Stasiun Sudimara. Harusnya KA 225 dilangsir pindah ke jalur 1 karena di saat bersamaan KA 220 Patas Merak udah diberangkatin dari Stasiun Kebayoran.

Tapi beda sama versi Mbah Slamet dimana beliau mengacu ke surat PTP (Perubahan Tempat Persilangan) yang dikasih sama PPKA Sudimara. Menurut beliau selama PTP masih ditangannya, nggak boleh ada kereta lain lewat selama KA 225 belum nyampe di Stasiun Kebayoran. Menurut beliau kesalahan ada di Pihak Stasiun Kebayoran yang ngeberangkatin KA 220 ke Sudimara.

Dua kereta yang sama-sama sarat penumpang seolah dituntun menuju maut. Segala upaya berhentiin KA 225 dan KA 220 nggak berhasil. Termasuk upaya terakhir hubungin Penjaga JPL Pondok Betung via semboyan genta darurat (belakangan ketauan penjaga JPL nggak tau kalo itu bunyi genta darurat). Akhirnya dua kereta bertabrakan adu banteng di Tikungan Pondok Betung Bintaro. Menewaskan kurang lebih 150 orang, sebagiannya mengenaskan.

Balik lagi ke K306548BD yang jadi saksi atau jejak Tragedi Bintaro 1, pas coba naikin kereta ini suasananya nggak ada beda sama kereta lainnya. Gerbongnya kelihatan lumayan bersih. AC-nya berfungsi dengan sempurna. Memang sih udah malam juga, naik dari Stasiun Cimahi (CMI) ke Stasiun Bandung (BD). Hampir nggak ada kesan mistis atau nyeremin di sini.

Awalnya banyak yang menyangsikan kereta ini saksi bisu Tragedi Bintaro 1. Tapi setelah melihat sejumlah bukti kereta ini pernah dinas di Daop 1 Jakarta dan sebelumnya punya Dipo Rangkasbitung (RK), pelan-pelan mereka mulai yakin bahwa K306548BD memang pernah terlibat satu peristiwa besar di negeri ini. Nggak salah juga sih nyebut gerbong ini “keramat” karena jadi saksi tewasnya 150 jiwa di senin pagi 19 Oktober 1987.

Kalopun ada hal yang dianggap mistis mungkin karena pas lagi naik kereta ini toiletnya rusak. Entah memang rusak di hari itu atau udah dari kemarin nggak tau juga. Tapi secara umum biasa aja kok. Ya, nggak seseram kalo lagi di tikungan Pondok Betung yang jadi TKP Tragedi Bintaro 1, apalagi malam-malam.

IMG_20180401_094149 Foto 3. Kalo ada yang dianggap mistis, bisa jadi toilet rusak ini.

Secara K306548BD udah setahun menghuni Dipo Bandung (BD) dan jadi andalan Baraya Commuters. Kereta inipun mengambil alih peran K3076BD atau ex-KRD MCW 301 yang kini masuk konservasi (2 kereta di Stasiun Bandung dan 4 kereta di Stasiun Cimahi).

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (4/7) Foto 4. Kondisi K306548BD nyaris nggak ada yang aneh dan sama aja kaya kereta lainnya. Malah AC-nya adem banget. 

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (5/7) Foto 5. Bukti lain K306548BD pernah dinas di Daop 1 Jakarta (jalur kulon/green line). 

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (6/7) Foto 6. Tempat duduk dekat bordes K306548BD 

Jejak Tragedi Bintaro 1 di Kereta Api Lokal Bandung Raya (7/7) Foto 7. Peta Rute Kereta Api Lokal Bandung Raya di K306548BD

 

Baru K306548BD yang Teridentifikasi.

Adakah gerbong lain yang pernah jadi saksi bisu tragedi Bintaro 1? Sejauh ini memang baru K306548BD yang teridentifikasi. Lainnya belum, dan perlu ada penelusuran lebih detail  khususnya rangkaian “bedol desa” dari Daop 1 Jakarta. Ya, mungkin aja penelusuran bisa lewat acara hunting atau lainnya. Apakah kereta-nya dipake Kereta Api Lokal Bandung Raya, Kereta Api Lokal Purwakarta-Cicalengka, atau Kereta Api Lokal Cibatuan.

Apalagi selain “bedol desa” dari Green Line, masih ada kereta bekas Penataran Ekspres (Daop 8) dan Kaligung Lawas (Daop 4) yang kini didinasin sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya.

Advertisements

Leave a Reply