Posted on

Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong Karees Sulit Direaktivasi

Selain nggak masuk program reaktivasi Kemenhub, Jalur rel mati Bandung Kiaracondong Karees memang nggak begitu dikenal dan secara ekonomi hampir pasti nggak layak. Waktu masih aktif cuma ngandalin angkutan barang ke Kompleks Pergudangan Karees dan Depot Pertamina Samoja.

Banyak jalur rel mati di Indonesia yang masuk rencana pemerintah lewat Kemenhub buat direaktivasi. Tujuan reaktivasi tentu buat menggerakkan ekonomi sekaligus mengurangi kemacetan jalan raya. Padahal dulu lintas-lintas cabang ditutup alasannya selain uzur juga kalah saing sama angkutan jalan raya. Tapi pertumbuhan kendaraan ternyata nggak sebanding sama ruas jalan yang ada, sehingga lintas cabang diwacanakan untuk dihidupin lagi.

Foto Jalur Rel Mati Bandung (Kiaracondong Karees) 38 - Bekas jembatan rel kereta api Jalan Malabar 1

Salah satu yang masuk program reaktivasi ialah Jalur Rel Mati Bandung-Ciwidey. Memang sih sekarang udah ada Tol Soroja, tapi perlu diingat jalan tol cuma buat solusi jangka pendek, sekalipun berhasil ngurangin macet di Jalan Raya Kopo, Terusan Muhammad Toha dan Terusan Buah Batu yang jadi akses ke Ciwidey. Sehingga reaktivasi jalur rel mati Bandung-Ciwidey nggak boleh berhenti gara-gara jalan tol.

Nggak Menyentuh Jalur Rel Mati Kiaracondong-Karees

Sayang program reaktivasi ternyata nggak menyentuh jalur rel mati Kiaracondong-Karees. Jalur rel mati Bandung yang satu ini memang nggak begitu dikenal dan nggak banyak orang tau dibanding sama jalur rel mati Bandung-Ciwidey.

Jalur rel mati Bandung Kiaracondong-Karees yang panjangnya sekitar 7 km nggak punya layanan penumpang karena dulunya cuma jadi penghubung antara Stasiun Kiaracondong sama kawasan pergudangan Karees di sebelah selatan Stasiun Cikudapateuh, nggak jauh dari Pasar Kosambi. Jarak dari Cikudapateuh ke Karees sendiri ada sekitar 2-3 km.

Dimanakah Karees? Nah ini juga nggak banyak orang tau, even orang Bandung sendiri. Wilayah Karees mencakup daerah Katapang-Malabar-Samoja. Semuanya terletak di sebelah selatan Stasiun Cikudapateuh. Jadi selain jalur utama yang sekarang di Stasiun Cikudapateuh, sebenarnya masih ada jalur kereta api lagi 3 km sebelah selatan Stasiun Cikudapateuh. Inilah salah satu bagian dari jalur rel mati Bandung Kiaracondong-Karees.

Sayang sejak 1976 jalur ini ditutup karena keberadaan kompleks pergudangan Karees dianggap nggak lagi vital dan distribusi BBM yang biasanya pake kereta api ketel dari Depot Pertamina Samoja diganti jadi lewat jalur pipa. Pengangkutan pake kereta api ketel dianggap terlalu berisiko, apalagi mulai banyak pemukiman penduduk tumbuh di daerah Samoja dan sekitarnya.

Sisa-sisa jalur rel mati Bandung Kiaracondong-Karees memang masih bisa ditemuin di Jalan Malabar 1, Jalan Samoja Dalam dan Jalan Cinta Asih. Sebagian masih dalam kondisi utuh, meski ketimbun sama rumah warga. Jalan Malabar 1 sendiri termasuk bagian dari jalur rel mati itu. Diperkuat sama jembatan yang dibawahnya ada bantalan rel. Cuma buat reaktivasi kayanya sulit bahkan sama sekali nggak mungkin.

Kurang Layak Secara Ekonomi

Dilihat dari sisi ekonomi, reaktivasi Jalur Rel Mati Bandung Kiaracondong-Karees jelas kurang bahkan nggak layak sama sekali. Dulu jalur itu bukan untuk angkutan penumpang, melainkan angkutan barang karena wilayah Karees dulunya kompleks pergudangan tempat menyimpan hasil bumi yang diangkut kereta api dari daerah asalnya sebelum dijual di Pasar Kosambi.

Di tahun 1969 keberadaan Depot Pertamina Samoja turut menunjang jalur rel mati Bandung Kiaracondong-Karees, dipake buat distribusi BBM pake kereta api ketel. Sayang di dekade 1970-an, keberadaan pergudangan Karees dianggap nggak lagi penting. Di daerah sekitar mulai tumbuh pemukiman penduduk dan angkutan kereta api ketel BBM juga dianggap terlalu berisiko sehingga diganti pipa. Jadilah di tahun 1976 jalur ditutup total.

Kalopun mau “dipaksain” buat angkutan penumpang yang ada malah bakal kesaing sama Stasiun Cikudapateuh (CTH). Selama ini, terutama penumpang Kereta Api Lokal Bandung Raya dan Kereta Api Patas Bandung Raya yang ke daerah Kosambi, Malabar, Samoja dan sekitarnya diakomodasi sama Stasiun Cikudapateuh.

Meski posisinya berada di jantung kota Bandung, jalur rel Mati Bandung Kiaracondong Karees tetap tak bisa direaktivasi karena hanya akan jadi proyek mubazir. Jadi lebih bagus buat tingkatin kualitas pelayanan kereta api lokal yang ada, Stasiun Cikudapateuh, atau kalo mau bangun angkutan massal berbasis rel lebih bagus bangun LRT atau Metro Kapsul.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *