Posted on

Jalur Kereta Api Mati di Bandung (1): Jejak Halte Cibangkong Lor

Jauh sebelum Indonesia merdeka 17 Agustus 1945 Kota Bandung ternyata udah punya jaringan rel kereta api dalam kota penghubung pusat kota dan daerah pinggiran, hingga ke gudang logistik dan Depot Pertamina. Sayang semua kini tinggal cerita dan jadi jalur kereta api mati di Bandung. Tinggal nyisain jalur kereta api yang sekarang aja dari barat ke timur. 

Kereta Api punya peran penting buat pertumbuhan Kota Bandung. Moda transportasi massal berbasis rel inilah yang membuka Bandung dari keterpencilan. Ya, sebelum ada si ular besi, Bandung cuma desa kecil nan terpencil di dataran tinggi Priangan. Meski begitu potensi ekonominya lumayan lho, karena daerah ini penghasil Teh dan Kina. Makanya itu pemerintah Kolonial Belanda akhirnya bikin jalur kereta api dari Batavia sampe tembus Bandung.

Nggak hanya itu, Belanda lewat Staatspoorwegen (SS) memperluas jaringan kereta api sampe menjangkau daerah pinggiran. Misalnya Cicalengka, Majalaya, Soreang hingga Ciwidey. Jadi jauh sebelum Indonesia merdeka 17 Agustus 1945, Kota Bandung udah punya jaringan rel kereta api dalam kota.

Sayangnya dari semua lintas cabang itu yang masih aktif cuma ke Cicalengka. Itupun sebetulnya jadi jalur utama tembus ke Jawa Tengah, Jogja hingga Jawa Timur. Lainnya udah non-aktif bahkan jalur cabang ke Majalaya udah non aktif dari zaman Jepang.

Sisa-sisa rel kereta api itu sebagian masih bisa kita temuin, terutama bekas jalur kereta api Bandung-Ciwidey, yang katanya mau dihidupin lagi guna mendukung pariwisata Bandung Selatan.

Jalur Kereta Api Mati di Dekat Trans Studio Mall

Pernah ke Trans Studio Mall di Jalan Gatot Subroto Bandung? Nah dibalik kemegahan mall sekaligus taman hiburan itu ada sisa-sisa peninggalan sejarah perkeretaapian Indonesia. Tepat di sebelahnya membentang jalur kereta api Bandung-Ciwidey. Nggak jauh dari situ ada bekas Halte Cibangkong. Dimana posisi rel mati itu?

Dari Mall kamu ke arah kiri (Pindad/Kiaracondong), pas di depan pos polisi ada plang “Tanah Milik PT.KAI” nah itu bagian dari jalur kereta api Bandung Ciwidey yang sekarang berubah jadi kaya gang kecil ke perkampungan warga. Ke arah Selatan (kanan) itu akan mengarah ke Halte Cibangkong terus tembus ke Jalan Maskumambang di daerah Turangga hingga ke Soreang dan Ciwidey

Kalo kamu belok kiri atau utara itu udah pasti mengarah ke rel eksisting atau jalur kereta api aktif saat ini (Jalur kereta Api Padalarang-Kasugihan). Nah pada kesempatan kali ini admin akan ngebahas jalur yang mengarah ke utara, berdasarkan penelusuran di hari Kamis, 28 Maret 2018 lalu. Pastinya rel arah utara itu ketemu sama jalur utama dan Halte Cibangkong Lor.

Di atas rel memang udah banyak berdiri bangunan semi-permanen, bahkan permanen, tapi rel itu masih bisa ditelusuri dari jalan setapak di sebelah kanannya. Disitulah admin ambil pijakan dan mulai penelusuran. Ternyata jalan rel-nya masih utuh meski timbul tenggelam dan di beberapa bagian ketutup bangunan. Bahkan ada bangunan madrasah dan lapangan percis di atas rel-nya.

Jalur kereta api mati di Bandung 1 (1/3) Gambar 1. Bagian dari Jalur Kereta Api Bandung Ciwidey di sebelah Trans Studio Mall Bandung. 

Disitu juga ada dua bentang jembatan kereta api, dimana yang satunya malah jadi kandang ayam. Begitu mendekat ke jalur utama, ternyata rel nya nggak langsung nyambung ke sana, tapi belok sejajar jalur utama sampe di Halte Cibangkong Lor. Bangunan haltenya sendiri udah nggak ada. Tapi bekasnya mungkin masih ada yakni rel yang bercabang ke kiri dan kanan.

Jalur kereta api mati di Bandung 1 (2/3) Gambar 2. Perkiraan bekas Halte Cibangkong Lor. Di sini pertemuan jalur kereta api Bandung-Ciwidey dan jalur kereta api dari Kiaracondong ke (bekas) Depot Pertamina di Jalan Malabar. 

Pas penelusuran kemarin, admin akhirnya putusin ambil rel yang mengarah ke kiri. Perkiraan bahwa itulah jalan rel yang ke Cikudapateuh sebagai titik awal jalur kereta api Bandung Ciwidey, dimana rel itu nggak langsung ketemu jalur utama dan baru ketemu mendekati Stasiun Cikudapateuh. Kemungkinan nggak jauh dari Jalan Laswi. Setelah ditelusuri bekas rel itu memang tembusnya ke Jalan Laswi, masih sekitar 100 meteran dari jalur utama (JPL 165).

Ternyata ke Depot Pertamina, bukan Cikudapateuh.

Penasaran akhirnya admin coba cross check ke video-nya Maybi Prabowo dari Daop 1 Jakarta yang sebelumnya pernah menelusuri jalur kereta api mati di Bandung. Ternyata percabangan dari Halte Cibangkong Lor ke arah kiri itu bukan ke Cikudapateuh, tapi ke Depot Pertamina dan Gudang Logistik. Posisinya masih sekitaran Cikudapateuh dan jalur itu memang nggak pernah ketemu sama jalur utama.

Adapun jalur kereta api Bandung Ciwidey itu beloknya ke kanan, jelas ketemu sama jalur utama. Start-nya tetap dari Stasiun Cikudapateuh (CTH). Jalur tersebut nggak pernah terhubung sama Stasiun Kiaracondong (KAC). Justru yang ke kiri itulah nyambung ke Stasiun Kiaracondong meski sama-sama lewat Halte Cibangkong Lor kaya jalur kereta api Bandung Ciwidey.

Depot Pertamina itu sendiri posisinya di sekitar Jalan Malabar, belakang Stasiun Cikudapateuh, dan sekarang udah nggak ada. Pindah ke Gede Bage. Sejak itu percabangan dari Kiaracondong dan Cibangkong Lor otomatis jadi non-aktif. Jalur kereta api Bandung Ciwidey sendiri ditutup tahun 1979 setelah terjadi PLH Cukanghaur di tahun 1972. Adapun alasan penutupan karena persaingan antar moda dan prasarana yang udah tua.

Jalur kereta api mati di Bandung 1 (3/3)Gambar 3. Ternyata jalur ini mentok di Jalan Malabar Bandung. Dulu disitu ada Depot Pertamina (belakang Stasiun Cikudapateuh). Jalur ini justru dari Stasiun Kiaracondong dan ketemu sama jalur kereta api Bandung Ciwidey di Halte Cibangkong Lor. Mentok di Malabar jelas nggak akan pernah ketemu sama jalur utama. 

Dari video inilah admin tau bahwa jalur yang ke kiri itu berakhir di Jalan Malabar yang dulunya Depot Pertamina. 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.