Posted on

Jalur Kereta Api Jakarta Bandung via Purwakarta dan Terowongan Sasaksaat

Jalur kereta api Jakarta Bandung via Purwakarta mulai dibangun tahun 1902 tujuannya buat mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api dari Batavia ke Bandung dan Timur Pulau Jawa. Di sini berdiri terowongan Sasaksaat yang sekarang jadi terowongan aktif terpanjang di Indonesia.

Lanjutin postingan sebelumnya tentang Sejarah Jalur Kereta Api Jakarta Bandung 1: 9 Jam via Sukabumi, kali ini kita akan bahas jalur kereta api Jakarta Bandung yang lewat Purwakarta. Inilah jalur yang sering kita lewatin sekarang, mau naik Kereta Api Argo Parahyangan atau Kereta Api Serayu mesti lewat sini.

Mulai Dibangun 1902 sambungan Mestercornelis (Jatinegara)-Cikampek

Jalur Kereta Api Jakarta-Bandung via Purwakarta mulai dibangun tahun 1902. Sejatinya jalur ini sambungan dari jalur Kereta Api Mestercornelis (Jatinegara)-Cikampek yang mulai dibangun tahun 1989-1902. Jalur ini ditingkatin lagi jadi double track di tahun 1918-1919 dan mulai dipake tahun 1921.

Awalnya jalur ini dioperasikan BOS (Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij), perusahaan swasta Hindia Belanda. Nah kalo sekarang kamu sering dengar orang nyebut Stasiun Jakarta Kota (JAKK) sebagai Stasiun Beos, asal usulnya dari sini, BOS (dibaca orang kita “BeOS”).

Karena dari sejarahnya dulu sebelum bangunan stasiun yang sekarang berdiri, udah ada Stasiun Batavia Zuid yang operatornya BOS, khusus melayani perjalanan kereta api dari Batavia ke arah timur yakni Mestercornelis (Jatinegara), Bekasi sampe Kedunggedeh.

Mulai tahun 1898 semua jalur kereta api punya BOS dibeli dan pengelolaannya diambil alih sama SS-WIL (Staatspoorwegen Westerlijnen). Sejak diambil alih SS, mulailah dibikin rencana pembangunan jalur kereta api Batavia-Bandung via Purwakarta.

Tujuan awal pembangunan jalur baru ini untuk mempersingkat waktu tempuh perjalanan kereta api dari Batavia ke Bandung dan Timur Pulau Jawa, karena waktu itu jalur Cirebon belum ada jadi siapapun yang mau ke Jogja atau Surabaya harus lewat Bandung.

Sebagaimana tulisan sebelumnya, dari Batavia ke Bandung (Cicalengka) via Sukabumi aja udah 9 jam, kebayang berapa jam lagi baru nyampe di Jogja apalagi Surabaya. Mungkin baru besoknya nyampe. Waktu tempuh yang panjang jelas kurang efisien. Ya, meski di satu sisi masih bisa transit dan istirahat di Bandung.

Jalur kereta api Batavia-Bandung via Purwakarta mulai direncanain tahun 1900 mengacu ke UU tahun 1900 dalam Staatsblad (Lembar Negara) No.8 Thn. 1901. Proses pembangunannya sendiri dimulai tahun 1902, mulai dari Stasiun Purwakarta dan infrastruktur pendukung lainnya sepetti:

  • Jembatan Cisomang (1905)
  • Jembatan Sasaksaat (1890)
  • Terowongan Sasaksaat (1902)
  • Jembatan Cikubang (1890)

Sedikit catatan, kenapa tahunnya nggak urut, itu karena pembangunannya dari dua sisi yakni dari arah Padalarang yang mulai dikerjain tahun 1890-an sementara sisi barat dari Cikampek mulai tahun 1902. Terowongan Sasaksaat-nya sendiri mulai dibangun 1902 dan kelar tahun 1903. Jalurnya sendiri mulai bisa beropeasi tahun 1906.

Sekilas Terowongan Sasaksaat

Ngomongin jalur kereta api Jakarta Bandung via Cikampek-Padalarang rasanya nggak lengkap kalo Terowongan Sasaksaat nggak ikutan dibahas. Kalo kamu biasa nyepur dari Jakarta ke Bandung (kaya mimin) pastinya sering banget ngelewatin ini terowongan, posisi antara Stasiun Maswati (cikal bakal Kota Walini) dan Stasiun Sasaksaat, Kabupaten Bandung Barat.

Terowongan sasaksaat dibangun tahun 1902-1903, panjagnya 950 meter, tinggi 4,3 meter, lebar 4,38 meter dan punya ketebalan dinding 0,85 meter. Membelah bukit Cidepong yang dipenuhi batu-batuan cadas.

Proses pembangunan terowongan ini dilakukan dengan sangat teliti karena kondisi medan di Sasaksaat sangat sulit. Ada tanjakan dan tikungan sekitar 16-25 derajat. Pembangunan terowongan full manual. Bom sama sekali nggak diizinin karena takut terjadi longsor di sekitar lokasi. Metode manual dipilih karena lebih aman.

Saat ini terowongan Sasaksaat jadi terowongan kereta api aktif terpanjang di Indonesia dan termasuk padat lalu lintas kereta api. Makanya di ujung kedua sisi terowongan dibangun pos jaga.

wordt vervolgd …. eh … To be continued ….. (Bersambung InSyaaAlloh)

InSyaaAlloh bersambung ke postingan berikutnya: Kereta Api Vlugge Vier. Jadi tulisan tentang sejarah jalur Kereta Api Jakarta-Bandung ini memang saya jadiin trilogy: Sejarah Jalur Kereta Api Jakarta Bandung 1 (9 jam via Sukabumi), Jalur Jakarta Bandung via Purwakarta dan Terowongan Sasaksaat, Kereta Api De Vlugge Vier. 


DAFTAR PUSTAKA

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Bataviasche_Oosterspoorweg_Maatschappij

Jalur Kereta Api Rajawali-Cikampek. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_kereta_api_Rajawali%E2%80%93Cikampek

Katam, Sudarsono. 2014. Kereta Api Di Priangan Tempo Doeloe. Pustaka Jaya Bandung

Stasiun Jakarta Kota. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Jakarta_Kota

Terowongan Kereta Api di Indonesia. Maska: Mengawal Kebangkitan Perkeretaapian Indonesia (edisi 03/2017).

Terowongan Sasaksaat. Wikipedia. https://id.wikipedia.org/wiki/Terowongan_Sasaksaat

 

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *