Posted on

Ini 4 Kereta Api Bisnis (Full K2) yang Masih Ada

Kereta Api Bisnis (Full K2) yang masih ada sekarang tinggal 4. Dari semuanya itu nggak satupun ada di Daop 2 Bandung dan punya rute ke sana, terutama setelah Kereta Api Mutiara Selatan eksis lagi.

Beginilah kondisi kereta api bisnis sekarang. Popolasi gerbongnya makin berkurang dan nggak diproduksi lagi di PT. INKA. Sebaliknya justru gerbong ekonomi plus terbaru yang banyak diproduksi. Juga gerbong eksekutif. Sedikitnya gerbong kelas 2 itu pastinya ngefek ke rangkaian kereta api. Sekarang cuma tersisa 4 kereta api bisnis full K2 saja, antara lain:

1. Kereta Api Sawunggalih Utama

Kereta Api Sawunggalih mulai dinas 31 Mei 1977 dengan layanan kelas ekonomi (K3). Waktu itu punya dua rute yakni Jakarta-Kutoarjo (Sawunggalih Ekonomi) dan Bandung-Kutoarjo (Sawunggalih Selatan). Layanan kelas bisnis baru ada di tahun 1984 sebagai pengembangan dari Sawunggalih ekonomi dan dinamain Sawunggalih Utama.

Semula rutenya Jakarta Kota – Gambir – Kutoarjo, tapi karena ada kebijakan PT. KAI yang mengharuskan semua kereta api bisnis diberangkatin dari Stasiun Pasar Senen, rutenya berubah jadi Jakarta Pasar Senen – Kutoarjo.

Adapun Sawunggalih Ekonomi berubah jadi Kereta Api Kutojaya Utara, keberangkatannya dari Stasiun Tanah Abang, tapi cuma 2 tahun dan di 2003 balik lagi ke Stasiun Pasar Senen. Rangkaian yang berangkat dari Bandung (Sawunggalih Selatan) ganti nama jadi Kereta Api Kutojaya Selatan sampe sekarang melayani rute Kiaracondong-Kutoarjo PP.

Sejatinya Kereta Api Sawunggalih Utama punya dua rangkaian, yakni KA 121 dan KA 123 (nomor ganjil) full K2 atau kereta api bisnis semuanya. Sementara KA 122 dan KA 124 (nomor genap) gabungan eksekutif dan bisnis. Nah, walaupun ada satu rangkaian yang eksis, intinya masih punya satu rangkaian kereta api bisnis Full K2, sesuatu yang udah jarang terjadi.

Kesimpulan, Kereta Api Sawunggalih ini boleh dibilang punya keturunan banyak, meski begitu asal usul kereta api ini yang awalnya kelas ekonomi nggak akan bisa dibantah. Walaupun sekarang udah ganti nama jadi Kutojaya Utara. Sedangkan nama Sawunggalih justru dipake untuk layanan kereta api bisnis (ganjil) dan campuran eksekutif-bisnis (genap).

2. Kereta Api Fajar Utama Jogja

Rangkaian kereta api bisnis full K2 yang satu ini melayani rute Jakarta Pasar Senen – Jogjakarta. Berangkat dari Stasiun Pasar Senen jam 06.15 WIB dan tiba di Stasiun Tugu Jogjakarta jam 14.35 WIB (KA 118). Sedangkan KA 117 berangkat dari Stasiun Tugu Jogjakarta jam 07.00 WIB tiba di Stasiun Pasar Senen jam 15.02 WIB.

Sebetulnya Kereta Api Fajar Utama Jogja sama Kereta Api Senja Utama Jogja itu masih satu rangkaian. KA 118 berangkat pagi dari Jakarta balik lagi ke Jakarta sorenya sebagai Kereta Api Senja Utama Jogja. Begitu juga kereta api Senja yang berangkat sore dari Jakarta balik besoknya sebagai Kereta Api Fajar Utama Jogja.

Bedanya Fajar Utama sama Senja Utama cuma di nama doang. Itu jadi ciri khas kalo berangkat pagi itu Fajar Utama sementara yang sore/malam Senja Utama.

3. Kereta Api Senja Utama Jogja

Masih satu rangkaian sama Kereta Api Fajar Utama Jogja, jadi nggak perlu dijelasin panjang lebar, beda cuma di jam berangkatnya aja. Kereta Api Senja Utama Jogja keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen jam 19.00 WIB nyampe di Stasiun Tugu Jogjakarta jam 05.44 WIB (KA 120).

Keberangkata KA 119 dari Stasiun Tugu Jogjakarta jam 17.45 WIB nyampe di Stasiun Pasar Senen jam 02.05 WIB. Kedua kereta ini, bersama Kereta Api Mutiara Selatan, sempat berubah layanan jadi ekonomi plus, pake rangkaian K3 2016.

Cuma karena dianggap nggak nyaman buat perjalanan jauh, akhirnya balik lagi jadi kereta api bisnis dan sampe sekarang masih full K2. Beda sama Mutiara Selatan yang balik lagi jadi campuran eksekutif-bisnis.

4. Kereta Api Senja Utama Solo

Nah kalo yang ini nih cuma ada satu pemberangkatan aja, yakni malam hari. Makanya jurusan Solo cuma ada Kereta Api Senja Utama Solo. Keberangkatan KA 116 dari Stasiun Pasar Senen jam 22.00 WIB tiba di Stasiun Solo Balapan jam 06.55 WIB.

Keberangkatan KA 115 dari Stasiun Solo Balapan jam 17.30 WIB tiba di Stasiun Pasar Senen jam 02.54 WIB. Rangkaian Kereta Api Senja Utama Solo suka didinasin sebagai Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan (Fakultatif) khusus di hari Minggu. Ini seolah bikin kita nostalgia ke era 1970-an dulu waktu sang Legenda Kereta Api Parahyangan masih dinas.

Pertama kali beroperasi 31 Juli 1971, Kereta Api Parahyangan layanannya kereta api bisnis full K2. Berlangsung lumayan lama sampe di tahun 1986 baru sesekali bawa rangkaian K1 dan mulai rutin bawa K1 di era 1990-an.

Itulah 4 rangkaian kereta api bisnis full K2 yang masih beroperasi hingga detik ini. Nggak tau juga sampe kapan dinasnya, tapi yang jelas kita masih bisa menikmati. So, nikmatilah selagi masih ada. Sayangnya nggak satupun ada di Daop 2 Bandung atau paling nggak punya rute Bandung.

Paling cuma Kereta Api Senja Utama Solo aja yang sekali-kali main ke Bandung, dinas sebagai Kereta Api Argo Parahyangan Tambahan, khusus di hari Minggu doang lho ya. Satu-satunya Gopar yang rutenya Jakarta Pasar Senen – Bandung PP. Beda sama lainnya berangkat dari Gambir.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *