Posted on

Evaluasi Pemesanan Tiket Kereta Api Lebaran 2018

Periode pemesanan tiket kereta api lebaran 2018 memang udah berakhir. Cuma prosesnya itu meninggalkan banyak catatan di sini, apalagi masih pake cara lama dan belum sepenuhnya online. 

Pemesanan tiket kereta api lebaran kaya udah jadi agenda tahunan di sini. Ritual ini mulai jalan dari tahun 2014 ketika masih bernama Khoibar Tour and Travel. Setahun berselang, 2015, ritual tetap berjalan malah lebih ditingkatin lagi dan jangkauannya mulai diperluas. Kali ini dibawah bendera baru Tiket Kereta Api Bandung yang jadi semacam ‘sub contract’ dari Manglayang Tour. Baru di 2016 dan 2017 pake bendera Manglayang Tour.

Sejumlah Catatan di Masa Transisi

Pasca Lebaran 2017, Lodaya Bandung mulai diperkenalkan. Lambat laun nama Manglayang Tour makin tenggelam. Sampe puncaknya di akhir 2017, semua proses bisnis Manglayang Tour diambil alih sama Lodaya Bandung. Termasuk juga ritual tahunan Pemesanan Tiket Kereta Api Lebaran.

Lodaya Bandung jelas beda banget sama Manglayang Tour. Dari awal ada, Lodaya Bandung udah ambil posisi sebagai Blog Kereta Api Bandung dan kedepan bakal dikembangin lagi jadi semacam Railshop yang jualan segala pernak-pernik bertema kereta api. Nah disinilah tantangan mulai ada. Karena udah jadi semacam ritual tahunan, mau nggak mau Pemesanan Tiket Kereta Api Lebaran 2018 tetap lanjut. Show must go on.

Karena mayoritas yang booking masih pelanggan lama, Lodaya Bandung nggak mau buru-buru hapus metode lama peninggalan Manglayang Tour, yakni via SMS/WhatsApp. Jadilah apa yang ada tetap dilanjutin meski dari awal udah kepengen “hijrah” dari offline ke online, khusus Booking Tiket Kereta Api. Cuma untuk tiket kereta api lebaran 2018 mau nggak mau “hijrah”-nya harus ditunda dulu.

Hanya saja pada prosesnya ternyata nggak seperti yang diharapkan. Ini keliatan banget dari banyaknya pelanggan yang nggak kebagian tiket kereta api lebaran 2018. Termasuk juga tiket kereta api tambahan lebaran 2018. Karena mereka udah pada bayar duluan, karena nggak dapat, jadilah uangnya dikembaliin (full refund). Kenapa bisa banyak yang nggak kebagian?

Masalahnya sih klasik ya, seperti biasa begitu masuk jam 00.00 WIB server KAI mendadak down nggak bisa diakses. Ambil contoh waktu booking tiket kereta api tambahan lebaran, kejadian server down ini bahkan sampe hampir 2-3 jam. Khawatir kejadian tahun 2014 terulang lagi dimana server KAI benar-benar mati mulai jam 00.00 WIB dan baru online lagi menjelang maghrib.

Alhamdulillah kekhawatiran itu mereda, menjelang jam 03.00 sistem KAI online lagi, beberapa pelanggan bisa terlayani dan dapat tiket, meski itu juga cuma buat satu kali perjalanan.

Karena banyak yang nggak kebagian atau cuma kebagian sekali jalan, pemesanan tiket kereta api lebaran 2018 pun punya banyak catatan yang mesti diperbaiki supaya nggak terjadi lagi di tahun depan. Terlepas dari masa transisi tentunya, sejumlah catatan ini harus diperhatiin, antara lain:

  1. Jumlah antrian. Kemarin urusan antrian agak sedikit kacau karena banyaknya daftar antrian susulan yang bikin dilema. Padahal masih banyak yang belum kebagian tiket kereta api lebaran reguler. Harusnya mereka itu diprioritaskan, apalagi mereka berharap banyak bisa dapat tiket kereta api lebaran tambahan.
  2. Metode booking. Jujur aja, booking via SMS/WA lama-kelamaan bikin nggak nyaman. Makanya di 2019 perlu dibikin hastag #2019gantiSistemBookingTiketLebaran yang tadinya pake SMS/WA jadi pake sistem baru. Meskipun belum online, minimal semacam sistem pre-order gitu, kaya mau beli barang pre-order, model online shop.
  3. Metode pembayaran. Urusan pembayaran juga setali tiga uang. Kayanya memang kudu dipertegas bahwa nggak ada tiket kalo nggak ada uang. Balik lagi ke point-2, booking-nya dibikin kaya beli barang Pre-Order dan pelanggan nggak akan bisa check-out sebelum bayar. Kalo nggak check-out, otomatis namanya nggak akan masuk antrian.
  4. Koneksi Internet. Ini juga jadi catatan, terutama waktu booking tiket kereta api lebaran tambahan. Cuma ngandalin satu-satunya operator jelas kesalahan besar. Mau pake seluler sinyalnya naik-turun, mending kalo full 4G, ini kadang-kadang turun jadi 3G, meski nggak sampe 2G atau 1G. Makanya di 2019 nanti mau nggak mau koneksinya minimal harus Full 4G.
  5. Harus Dipisah. Ya, pemesanan tiket kereta api lebaran 2019 nanti inSyaaAlloh bakal dibikin terpisah dari Lodaya Bandung —akan lebih fokus ke Blog Kereta Api Bandung dan Railshop. Saat ini lagi disiapin halaman khusus buat bisnis Tour and Travel lanjutin kiprah Manglayang Tour di masa lalu. Ini jelas banget harus dibikin terpisah dari Lodaya Bandung. Nggak bisa disatuin, walaupun (mungkin) namanya pake “Lodaya” juga, tapi beda sama Lodaya Bandung.

Tak ada gading yang tak retak. Tak ada sesuatu yang sempurna, karena kesempurnaan hanyalah milik Robbul ‘Alamin. Segala sesuatu tetap harus dievaluasi, kekurangan sekecil apapun tetap harus diperbaiki. Semua dalam rangka orientasi ke pelanggan (customer orient

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.