Posted on

Cilamaya Ekspres (Mungkin) Lebih Cocok Buat Lokal Purwakarta

Nama Walahar Ekspres di Lokal Purwakarta dan Jatiluhur di Lokal Cikampek sekilas malah kaya ketuker. Cuma ada lagi nama Cilamaya Ekspres yang mungkin aja lebih cocok buat bekas odong-odong itu.

Ngomong-ngomong soal Kereta Api Jatiluhur rute Cikampek-Tanjung Priok PP, namanya memang diambil dari PLTA Jatiluhur di Kabupaten Purwakarta, bendungan terbesar di Indonesia yang punya nama lain Bendungan Ir. H. Djuanda dan jadi salah satu objek wisata andalan kabupaten Purwakarta.

Sementara Kereta Api Walahar Ekspres rute Tanjung Priok-Purwakarta itu diambil dari bendungan Walahar, peninggalan kolonial Belanda, di Kabupaten Karawang. Baik bendungan Jatiluhur maupun Walahar sama-sama membendung sungai Citarum dan Walahar sendiri pengelolaannya masih satu atap sama PLTA Jatiluhur, dibawah Perum Jasa Tirta II.

Meski satu pengelola dan sama-sama membendung aliran Sungai Citarum, terpanjang di Jawa Barat, penamaan buat kereta lokalan itu sekilas kaya ketuker. Harusnya kalo dilihat posisi masing-masing bendungan, Lokal Cikampek itu dikasih nama Walahar Ekspres sementara Lokal Purwakarta-nya Jatiluhur. Itu baru pas, tapi ya mau diapain lagi kan udah terlanjur kaya gitu.

Cilamaya Ekspres, Lebih Cocok Ketimbang Walahar Ekspres?

Ada hal unik, meksi sekarang orang lebih mengenal Kereta Api Walahar Ekspres daripada Cilamaya Ekspres (khusus rangkaian dari Purwakarta ke Tanjung Priok), justru nama Kereta Api Cilamaya Ekspres lebih pas buat Lokalan Purwakarta baik rute Tanjung Priok-Purwakarta mauapun Purwakarta-Tanjung Priok.

Cilamaya Ekspres diambil dari nama Sungai Cilamaya yang berhulu di Curug Cikondang Kabupaten Subang. Aliran sungainya melintasi 3 kabupaten sekaligus, Kabupaten Subang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang. Jadi paling nggak masih ada kaitannya sama Purwakarta.

Sedikit info, nama kereta api kadang merepresentasikan rute atau kota tujuannya, kaya Pangrango yang melayani Bogor Paledang-Sukabumi refer ke Gunung Pangrango yang memang terletak di antara Kabupaten Bogor sama Kabupaten Sukabumi, dan jadi salah satu destinasi wisata juga.

Contoh lain Kereta Api Senja Mataram (sebelum jadi Kereta Api Lodaya), nama itu dipilih karena tujuannya ke Jogja yang jadi pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam di zaman dulu. Sama Kereta Api Ambarawa Ekspres, ngomongin soal Ambarawa nggak akan lepas dari Museum Kereta Api Ambarawa yang terletak di Kabupaten Semarang.

Tapi nama sebuah kereta api nggak selamanya harus begitu. Bisa aja namanya gitu karena daerah yang dilewatinya. Misalnya Kereta Api Argo Wilis jurusan Surabaya, padahal Gunung Wilis bukan di Surabaya, melainkan di Madiun yang dilewatin sama satu-satunya kereta api argo yang diberangkatin dari luar ibukota.

Balik lagi ke Kereta Api Walahar Ekspres dan Kereta Api Cilamaya Ekspres, okelah kalo dari segi penamaannya ngikutin Kereta Api Argo Wilis, karena kereta api jurusan Purwakarta pasti bakal lewat Karawang. Nggak bisa dibilang salah juga sih. Mungkin yang agak keliru ya Jatiluhur kenapa ke Cikampek?

Justru Cilamaya Ekspres kalo mau dikasih buat nama Lokalan Cikampek juga masih cocok, karena Cikampek masuk Kabupaten Karawang. Tapi ya mau diapain lagi, dan akhirnya lagi-lagi balik ke kata pepatah “apa arti sebuah nama”.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.