Posted on

Dilan dan KRL Tokyo Metro 5000 Series (5817F)

Umurnya bahkan lebih tua daripada KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 dan KRD MCW 301 yang harus pensiun lebih awal. Pernah sekali ngedrift sampe anjlok di sinyal keluar Stasiun Manggarai. Ternyata itu bukanlah akhir, justru si Mbah Tokyo Metro 5000 Series (5817F) masih kuat dinas. Mengarungi padatnya jalur KRL Commuter Line Jabodetabek. 

Dilan dan KRL Tokyo Metro 5000 Series (5817F)-1
Anggaplah Dilan itu KRL Tokyo Metro 5000 Series (5817F) dan Milena itu KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1. Tentu apa kata Dilan ke Milena bakal selalu kita ingat, “Kamu nggak akan kuat, biar aku saja.” Ungkapan ini boleh jadi cocok ibaratin KRL Tokyo Metro 5000 Series yang mulai dinas tahun 1964 di Jepang tapi sampe sekarang masih bisa mengarungi jalur Jabodetabek sama juniornya KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1.

Continue reading Dilan dan KRL Tokyo Metro 5000 Series (5817F)

Advertisements
Posted on

(Video) Mengabadikan K3076BD eks KRD MCW 301

Status konservasi otomatis menjadikannya nggak bisa lagi dinas reguler sebagai Kereta Api Lokal Bandung Raya. Video ini sekaligus mengabadikan K3076BD alias eks KRD MCW 301, bagian dari sejarah modernisasi perkeretaapian nasional yang kini tinggal tersisa 6 unit saja. 

Gerbong eks KRD MCW 301 ini mulai benar-benar berhenti dinas sejak kedatangan gerbong mutasi dari Daop 1 Jakarta yang sebelumnya dinas sebagai Lokalan Rangkasbitung dan Merak. Mulai beroperasinya KRL Commuter Line sampe Stasiun Rangkasbitung otomatis bikin sejumlah lokalan di Daop 1 berhenti dinas, kaya Kereta Api Langsam, Kereta Api Rangkas Jaya sampe Kereta Api Kalimaya.

Continue reading (Video) Mengabadikan K3076BD eks KRD MCW 301

Posted on

Sayonara Gerbong eks KRD MCW 301 (K3076BD)

Gerbong eks KRD MCW 301 yang pernah jadi saksi sejarah modernisasi kereta api Indonesia di era 1970-an ini sekarang tinggal sisa 6 unit aja. Semuanya berstatus konservasi dan udah pasti nggak dipake lagi buat dinas Kereta Api Lokal Bandung Raya. 

sayonara-gerbong-eks-krd-mcw-301-k3076bd
Gerbong eks KRD MCW 301 alias K3076BD memang unik. Bentuknya yang beda dari kereta pada umumnya baik interior maupun eksterior menjadikannya daya tarik tersendiri. Awalnya kereta ini memang KRD (Kereta Rel Diesel) / DMU (Diesel Multiple Unit) buatan Nippon Sharyo Jepang, datang ke Indonesia tahun 1976 barengan sama KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1.

Continue reading Sayonara Gerbong eks KRD MCW 301 (K3076BD)

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (4): Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301

Gerbong eks KRD MCW 301 yang pernah jadi andalan Kereta Api Lokal Bandung Raya kini udah nggak dipake lagi. Pernah sekali terlihat di Stasiun Purwakarta, terus nangkring di jalur 7 Stasiun Bandung. 

Tinggal tunggu waktu, ya begitulah nasib Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini. Semula dinas sebagai KRD MCW 301 didatengin bareng sama KRL Rheostatik Mild Steel Batch-1 tahun 1976 untuk didinasin di jalur yang belum ada Listrik Aliran Atas (LAA)-nya.

Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301 (1/3)

Itu artinya KRD MCW 301 pernah jadi bagian dari sejarah perkeretaapian Indonesia, yakni modernisasi pertama di era-PJKA tahun 1970-an. Meski di satu sisi perkeretaapian Indonesia mulai mundur yang ditandai banyaknya lintas cabang yang ditutup karena alasan ekonomis.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (4): Menebak Nasib Gerbong eks KRD MCW 301

Posted on

Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series

Kereta Jepang di Indonesia yang satu ini boleh jadi legendanya KRL AC di Jabodetabek. Status hibah ketika didatengin dan langsung dioperasiin sebagai ekspres, KRL Toei 6000 series kini telah pensiun semuanya. 

KRL Toei 6000 Series sejatinya bukan barang baru, tapi lebih pas disebut bekas, karena sebelum dinas di Jabodetabek udah pernah dinas di Jepang dari tahun 1968 di jalur Toei Mita Line. Awalnya KRL ini nggak ber-AC dan baru dipasang di tahun 1989. Seiring berjalan waktu, KRL Toei 6000 Series dianggap nggak lagi relevan sama perkembangan zaman, hingga akhirnya berhenti dinas tahun 1999.

Continue reading Kereta Jepang di Indonesia (3): KRL Toei 6000 Series