Posted on

Antara G30S/PKI dan 3 Kecelakaan Kereta Api di Bulan Oktober

Belakangan kita dibikin heboh sama issue PKI, terutama pas ada wacana pemutaran kembali film G30S/PKI. Padahal itu penting supaya generasi sekarang tau salah satu tragedi berdarah bangsa ini. Nggak kalah pentingnya juga mengetahui 3 kecelakaan kereta api besar di bulan Oktober: Bintaro, Trowek, Petarukan (BTP).

Tulisan ini sebetulnya dibikin buat pengantar atau pembukaan (prembaule) sebelum masuk bulan Oktober 2017. Di saat lagi heboh issue pemutaran ulang film G30S/PKI yang tujuannya supaya kamu tahu salah satu tragedi nasional, penting juga buat admin nge-share rentetan kecelakaan kereta api besar di bulan Oktober.

Ya dalam sejarah di bulan Oktober terjadi 3 kecelakaan kereta api yang makan korban jiwa cukup besar, yaitu Tragedi Bintaro 1 (1987), PLH Trowek (1995), dan Tragedi Petarukan (2010). Dari ketiga tragedi itu yang paling fenomenal tentu saja Tragedi Bintaro tanggal 19 Oktober 1987 dimana ratusan orang meregang nyawa.

Saking gedenya jumlah korban, kebanyakan dalam kondisi mengenaskan, Tragedi Bintaro 1 sampai dibuat film 2 tahun kemudian yang judulnya Tragedi Bintaro, produksi Safari Film (1989). Sebenarnya film itu lebih banyak nyeritain keadaan salah satu korban selamat, Juned, tapi nggak mengesampingkan detik-detik kecelakaan fatal itu.

Sama kaya G30S/PKI yang juga dibikin film dan malah jadi tontonan wajib buat anak 90-an (sama kaya admin dan pernah ngalami sampe kelas 8 SMP disuguhin film itu), orang akan lebih ngingat Tragedi Bintaro 1 tahun 1987, ya karena sama-sama dibikin film.

Tapi mereka seperti ngelupain begitu aja dua kecelakaan kereta api yang nggak kalah tragis dari Tragedi Bintaro 1987, meski korbannyak lebih sedikit, yakni PLH Trowek (1995) dan Tragedi Petarukan 2 Oktober 2010. Iya kali ya karena nggak ada film-nya makanya nggak tau. Tapi entah kebetulan atau gimana kejadiannya di Oktober.

Human Error dan Technical Problem.

Apa penyebab 3 kecelakaan kereta api besar di bulan Oktober? Tragedi Bintaro 1 tahun 1987 pastinya kita udah tau, karena literaturnya juga banyak, selain dari film, penyebabnya Human Error, yakni tindakan gegabah PPKA yang main berangkatin kereta api tanpa tau apa jalurnya udah aman atau belum.

Tragisnya lagi, semua kesalahan malah dibebanin ke masinis. Sebut aja Slamet Suradio alias Mbah Slamet. Kalo dirunut dari awal, dari mulai proses keberangkatan KA 225 Lokal Rangkasbitung yang dibawa sama beliau dari  Stasiun Serpong itu juga udah salah. Kenapa?

Kepala Stasiun Serpong nggak ngecek dulu kondisi Stasiun Sudimara yang udah penuh sama rangkaian kereta api sehingga nggak mungkin bisa ada persilangan sama KA 220 Patas Merak di situ. Hasilnya bener, begutu KA 225 masuk Stasiun Sudimara semua jalur penuh.

PPKA Stasiun Sudimara rencananya mau mindahin persilangan di Stasiun Kebayoran Lama, tapi nyatanya surat PTP (Perubahan Tempat Persilangan) cuma dikasih ke Mbah Slamet (masinis), dan menurut beliau selama masih pegang surat PTP nggak boleh ada kereta lewat sebelum KA 225 masuk Stasiun Kebayoran Lama.

Masalahnya waktu itu, PPKA Kebayoran ngotot pengen persilangan tetap di Stasiun Sudimara, gimana pun caranya. KA 220 diberangkatin, dan disaat bersamaan KA 225 juga berangkat dari Stasiun Sudimara. Tabrakan pun nggak bisa dihindari.

Waktu itu jalur Tanah Abang-Rangkasbitung (Green Line / Kulon) masih single track dan sinyalnya mekanik. Lantas gimana proses terjadinya PLH Trowek sama Tragedi Petarukan? Untuk PLH Trowek semua prosedur sepertinya udah berjalan, termasuk gandengin Kereta Api Galuh sama Kereta Api Kahuripan.

Cuma karena kondisi jalur yang ekstrem, akhirnya lokomotif Kereta Api Kahuripan mengalami rem blong hingga anjlok sebelum masuk Jembatan Cirahayu. 3 gerbong terjun bebas ke sungai Cirahayu. Atas tragedi ini, sekarang semua kereta api wajib berhenti di Stasiun Cipeundeuy buat pemeriksaan rem.

Adapun Tragedi Petarukan, 2 Oktober 2010, sama kaya Tragedi Bintaro. Human Error. Dalam hal ini masinis Kereta Api Argo Bromo Anggrek jelas-jelas melanggar sinyal, dan nyelonong masuk ke jalur yang disitu ada Kereta Api Senja Utama Semarang lagi berhenti. Sundulan dari belakang nggak bisa dihindari.

Itulah gambaran ringkas 3 kecelakaan kereta api besar di Bulan Oktober. Biar nggak susah, ingat aja BTP alias Bintaro, Trowek, Petarukan (bukan BTP mantan Gubernur DKI Jakarta ya). Ini 3 kecelakan kereta api parah di Oktober.

Ketiganya sama kaya tragedi G30S/PKI, nggak boleh dilupain begitu aja, supaya kita bisa ngambil pelajaran dari situ.

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.