Posted on

10-08-17 Jalur Kereta Api Pertama di Indonesia Beroperasi

Hari ini 10 Agustus 2017 tepat 150 tahun yang lalu jaluur kereta api pertama di Indonesia beroperasi, antara Semarang dan Tanggung. Jalur itu sampai sekarang masih ada cuma berubah titik keberangkatan awalnya aja.

Nggak terasa udah 150 tahun aja kereta api beroperasi di Indonesia. Perjalanannya jauh lebih lama daripada umur kemerdekaan Indonesia yang 72 tahun per 17 Agustus 2017 nanti. Jalur kereta api pertama di Indonesia resmi beroperasi 10 Agustus 2017, tepat di hari ini saat postingan ini dibikin. Meski mungkin jamnya agak telat sedikit.

10-08-17-jalur-kereta-api-pertama-di-indonesia-beroperasi

Kereta Api pertama di Indonesia dioperasikan perusahaan swasta Belanda, Nederlansch Indische Spoorweg Maatschapij (NISM atau lebih dikenal NIS). Menghubungkan Semarang dan Tanggung sejauh 26 km.

Titik keberangkatan awal kereta api pertama ini ternyata bukan Stasiun Semarang Tawang atau Stasiun Semarang Poncol, tapi posisinya ada di daerah Kemijen yang sekarang dikenal dengan gang Spoorland di Jalan Ronggowarsito Kelurahan Kemijen Kecamatan Semarang Timur.

Stasiun yang dimaksud juga bukan Stasiun Kemijen, meski banyak sumber menyebut Stasiun Kemijen sebagai stasiun pertama di Indonesia, bahkan Stasiun Semarang Gudang. Memang posisinya nggak jauh dari Stasiun Semarang Gudang.

Terus stasiun mana yang dimaksud? Ternyata Stasiun Samarang alias Samarang NIS. Posisinya memang di alamat tadi, gang Spoorland. Stasiun itu sekarang udah nggak beroperasi lagi, beralih jadi perkampungan penduduk.

Mungkin yang bilang Kemijen nggak sepenuhnya salah karena posisinya memang di daerah Kemijen, tapi kita mengacu pada sumber dari NIS yang memang disitu nggak ada nama Kemijen di daftar stasiun. Nama Stasiun Kemijen justru adanya di SJS  atau Samarang Joana Stroomtram, pemilik jalur Semarang-Kudus-Demak.

Dari Samarang ke Tanggung, akhirnya bablas ke Solo

Jalur kereta api pertama di Indonesia menghubungkan Semarang dan Tanggung. Cuma bedanya Stasiun Tanggung sampai sekarang masih ada meski nggak lagi melayani naik turun penumpang. Bisa dibilang inilah stasiun kereta api aktif paling tua saat ini, karena Stasiun Samarang udah nggak aktif lagi.

Panjang lintasan ini 26 km, mulai dibangun 17 Juni 1864 di desa Kemijen akhirnya nyambung tepat di tanggal 8 Agustus 1867. Jalur yang udah nyambung itu juga disambungin lagi ke Stasiun Semarang Gudang. Nah, jelas ini menafikan anggapan Stasiun Semarang Gudang sebagai stasiun pertama, karena jalurnya aja baru dibikin belakangan nyambung sama Samarang.

Sukses bikin jalur antara Semarang-Tanggung akhirnya nyambung bablas ke Solo 10 Februari 1870. Jadilah jalur kereta api Semarang-Tanggung-Kedungjati-Solo sebagai jalur kereta api pertama di Indonesia.

Jalur ini sepenuhnya dioperasikan oleh NIS. Dari Stasiun Kedungjadi dibikin percabangan ke Ambarawa dan disana dibangun stasiun yang waktu itu namanya Willem I tahun 1873. Tujuan lintas cabang ini dibikin untuk mobilitas tentara Belanda, secara daerah Ambarawa memang basis militer Belanda.

Jalur kereta api pertama yang dibikin NIS ini punya lebar spoor 1.435 mm atau Breedspoor. Lebar spoor ini memang standarnya Eropa punya. Jalur ini beda sama yang dibangun perusahaan negara Staatspoorwagen (SS) 1.067mm atau spoor normal (Kaappsspoor). Jalur yang ada sekarang lebarnya lebih mirip sama SS punya.

Nederlanch Indische Spoorweg Maatstapij (NIS/NISM) berkantor di Lawang Sewu, yang sekarang jadi salah satu tempat tujuan wisata di Kota Semarang, masuk di jantungnya Semarang depan Tugu Muda.

Pindah ke Stasiun Semarang Tawang

Sayang keberadaan Stasiun Samarang atau Samarang NIS nggak berlangsung lama. Banjir rob yang menerjang pada tahun 1905 menghentikan denyut operasional stasiun ini sehingga harus dibongkar tahun 1914  untuk disambung ke Stasiun Semarang Tawang yang udah resmi berdiri 19 Juni 1868 atau kurang dari setahun setelah jalur pertama ada.

Stasiun Semarang Tawang sendiri merupakan stasiun besar tertua di Indonesia, umurnya setahun lebih muda daripada Stasiun Samarang. Kini Stasiun Semarang Tawang jadi gerbang masuk ke Semarang dan lebih banyak melayani kereta api komersial non-subsidi, salah satunya Kereta Api Ciremai Ekspres dari/ke Bandung.

Jalur kereta api pertama di Indonesia sendiri sampai sekarang masih aktif dan dilewati beberapa rangkaian kereta api antaralain:

  1. Kereta Api Brantas (Jakarta Pasar Senen – Blitar)
  2. Kereta Api Bangunkarta (Gambir – Surabaya Gubeng)
  3. Kereta Api Kalijaga (Semarang Tawang -Solo Balapan)
  4. Kereta Api Majapahit (Jakarta Pasar Senen – Malang)
  5. Kereta Api Matarmaja (Jakarta Pasar Senen – Malang)

Tapi cuma kereta api Kalijaga aja yang berhenti hampir di semua stasiun. Lintas cabang ke Ambarawa sekarang lagi proses untuk diaktifkan kembali (reaktivasi), guna mendukung aktivitas Museum Kereta Api Ambarawa yang sekarang jadi objek wisata andalan Kabupaten Semarang.

Kondisi Stasiun Samarang atau Samarang NIS sekarang udah mendem 2 km dan jadi perkampungan penduduk. Jadi udah pasti nggak akan direaktivasi. Rel kereta apinya aja udah nggak ada. Jejak stasiun pertama ini masih bisa ditemuin di Gang Spoorland Jalan Ronggowarsito Kelurahan Kemijen Semarang Timur.

DAFTAR PUSTAKA

Advertisements
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *